
Aku berencana untuk mencari serpihan pesawat yang jatuh.
Ketika pesawat jatuh hari itu, ketinggiannya ada sekitar lima atau enam ratus meter. Aku terjatuh ke pantai, kala itu pesawat sudah hancur di udara, serpihan pesawat jatuh ke tanah, namun tidak terlalu jauh.
Aku menggambar sebuah parabola dan memperkirakan arahnya. Seharusnya pesawat jatuh dalam jarak kurang lebih dua kilometer!
Semoga pesawat tidak hancur lebur dan dapat menemukan sesuatu agar dapat bertahan hidup.
Aku segera menghapus gambar yang aku buat. Orang seperti Agung jelas seseorang yang akan menggunakan cara licik agar dapat bertahan hidup. Hal itu terlihat setelah bersosaliasi beberapa kali dengannya.
Lebih baik berjaga jarak.
Inilah yang aku pikirkan, namun apakah kedua wanita tersebut akan percaya padanya atau tidak, aku tidak tahu.
Lupakan saja, tidak peduli apa yang dipikirkan kedua orang ini tentang aku, jika dapat membujuk ya harus tetap membujuk.
Besok pagi, aku akan pergi mencari pesawat, tidak peduli pilihan kedua orang ini seperti apa.
Jika mereka memilih mengikuti aku, maka aku akan mencoba yang terbaik untuk melindungi mereka. Jika tidak ingin mengikutiku, maka itu adalah pilihan mereka.
Aku memakan setengah sisir pisang, sekarang aku haus dan mengambil kelapa untuk memecahkannya. Tetapi Agung dengan cepat merebut semuanya tanpa menyisakan satu pun untukku.
Aku hanya terdiam dan menatapnya.
“Maaf, kami juga sangat haus.” Agung tersenyum.
“Oh iya, ngomong-ngomong, bisakah kamu memberiku sisa setengah ikat pisangnya? Aku masih lapar.” Agung menjilat bibirnya dan mengulurkan tangannya.
Masih ada lima pisang yang tersisa, aku meliriknya, "Maaf, aku juga masih lapar."
__ADS_1
Tatapan mata kesal Agung terpancar dimatanya.
Aku tersenyum, mengupas semua sisa pisang di depannya, dan memakannya.
"Aku kenyang sekarang."
"Oh, masih ada sisa setengahnya, kamu mau tidak?" Aku tersenyum.
"Tidak, terima kasih." Agung masih mempertahankan senyumannya, tetapi tatapan matanya melihatku berbeda.
Di saat ini juga, dia mengerti. Bahwa aku bukanlah orang yang dapat ditindas sembarangan, bahkan tidak sejalan dengannya.
Setelah makan daging kelinci, Zhafira mengerutkan kening dan menatapku, "Agung, usir dia, aku mau tidur."
Langit sudah berubah menjadi gelap.
Wajah Zhafira membuatku kesal.
Aku menatapnya dan berkata, "Tempat ini sangat besar, kamu tidur saja, aku juga tidak akan menggangu kamu.”
"Agung, kamu dengar apa yang aku katakan, kan?” Zhafira jelas tidak mempedulikanku sama sekali.
“Maaf, saudaraku, kamu harus tidur di luar malam ini.” Agung menatapku dengan senyum di wajahnya, “Oh ya, malam hari di hutan sangat berbahaya dan dingin. Baju ini kuberikan untukmu, pakailah agar badanmu lebih hangat.”
Sembari berbicara, dia melemparkan satu set pakaian.
Setelah aku melihatnya, ini adalah satu set pakaian wanita!
Penghinaan!
__ADS_1
Ekspresi wajah Zhafira sangat gembira saat menertawakanku.
Aku meliriknya, dan ketika aku hendak berbicara, aku melihat di belakang punggung pria tersebut ada busur panah.
Dia memiliki senjata di tangannya. Bukan pilihan yang baik jika harus mencari masalah dengannya.
"Terima kasih banyak." Aku menekankan nada bicaraku dan menatapnya sambil tersenyum. Tetapi dalam hati aku sedang memakinya dengan kata-kata kasar!
"Tidak perlu berterima kasih, kita semua adalah penyintas, jadi kita harus saling membantu." Agung menatapku dengan santai.
Aku membuat tempat berteduh dengan menggunakan parasut untuk mendirikan tenda sederhana di antara dua pohon besar. Kemudian menggunakan beberapa daun palm dan meletakkannya di tanah sebagai alas tidur. Setelah itu, aku mencari beberapa ranting dan daun kering untuk membuat api unggun. Aku berbaring di dalamnya sambil melihat api yang menyala.
Orang seperti Agung sangat licik, dia jelas bukan orang yang baik. Apalagi Zhafira begitu membenciku, jika berada lama di pulau terpencil ini, barangkali dia dapat mengalami gangguan mental dan bagaimana jika dia mulai ingin membunuh orang?
Wanita ketika sudah menjadi gila sangat menakutkan, aku tidak ingin membiarkan diriku mati dengan sangat mengenaskan.
Aku masih muda dan tidak ingin mati.
Aku harus mempertimbangkan hidupku sendiri, meninggalkan mereka sesegera mungkin. Aku harus bisa menemukan tempat di mana pesawat jatuh, dan menemukan kotak hitam pesawat.
Aku memikirkan rencana ke depannya. Ketika aku hendak tidur, tiba-tiba seseorang mendekat.
Langkah kaki yang pelan dan tercium aroma yang harum.
Ternyata artis terkenal itu, Patricia.
__ADS_1