
Ketika aku bangun, aku menyadari diriku terkunci di gubuk jerami dengan tali jerami diikat ke tubuhku, bahkan tangan dan kaki juga diikat.
Kulit kepalaku seperti mati rasa, apa maksudnya ini?
Apakah dia akan membunuhku?
Aku melihat ketiga gadis yang berbaring di sudut, tangan dan kaki mereka tidak diikat.
"Guys, bangun." Aku membangunkan mereka.
Ketiga wanita itu juga terbangun. Begitu mereka melihat aku diikat, Zhafira berlari ke arahku dan mencoba melepaskan talinya.
Belum sempat dia berlari ke arahku, pintu sudah dibuka lagi.
Orang tua aneh itu masuk, diikuti dengan dua sosok manusia kayu yang tinggi.
Ketiga gadis itu ketakutan hingga tidak berani bergerak.
"Kalian ikut denganku." Kata orang tua yang aneh itu.
"Mau ke mana?" tanya Sherly.
“Tidak perlu banyak tanya, ikuti aku.” Orang tua aneh itu mendengus.
Burung beo yang bergelantungan ditubuhnya berteriak, "Ikuti aku, ikuti aku!"
Yang satu lagi berteriak, "Mau ke mana?"
Kepalaku sakit mendengar teriakan dua burung beo tersebut.
“Kamu, ke sini!” Orang tua aneh itu tiba-tiba berbalik dan menunjuk ke arahku.
……
Orang tua aneh itu membawa kami ke depan sebuah kuburan besar.
Sebuah kuburan yang terbuat dari batu.
__ADS_1
Orang tua aneh itu menunjuk ke kuburan dan seorang manusia kayu langsung berjalan ke sana dan mulai mengikis batu-batu di kuburan.
"Menggali kuburan?"
Sherly berkata dengan jijik, "Apa yang dia lakukan?!"
“Tidak tahu.”
Aku menggelengkan kepalaku, lalu mengedipkan mata pada mereka agar mereka bergerak untuk menghabisi orang tua itu.
“Bagaimana?” Patricia datang dan bertanya padaku.
Seluruh tubuhku tidak ada tenaga sama sekali. Lalu, aku melihat batu-batu di tanah dan diam-diam menunjuk orang tua itu. Meminta mereka untuk melemparkan batu ke arah orang tua itu.
“Aku, aku tidak berani, aku tidak berani membunuh orang.” Patricia berkata dengan gemetar.
Kelopak mataku berkedut, lalu berpikir dalam hati, kondisi sudah seperti ini, apa gunanya jika tidak berani?
Sherly menatapku, dia mengepalkan tinjunya, lalu mengambil batu besar di tanah. Kemudian, dia berteriak keras untuk menguatkan dirinya dan melemparkan batu ke arah orang tua aneh itu.
DUK!
Sherly jatuh ke tanah dan lututnya tergores batu.
Orang tua aneh itu melirik ke arah kami, lalu menunjuk ke arahku dan berkata, "Kemarilah!"
Aku hanya bisa mengikuti perintahnya dan berjalan ke arahnya.
Kuburan juga sudah dibuka.
Yang muncul di hadapan kami adalah sarkofagus, peti mayat yang terbuat dari batu.
Bentuk sarkofagus sangat mirip dengan yang aku temukan di pulau kakak beradik, tetapi lebih besar dan kualitasnya lebih baik. Bagian atasnya bertatahkan banyak batu giok.
"Buka!" Tegur orang tua aneh itu.
Kulit kepalaku seolah mati rasa, apakah orang tua gila ini ingin menikahkan mereka dengan hantu? Ingin membunuhku hidup-hidup?
__ADS_1
Persetan!
Apakah ini tidak terlalu bodoh?
Kulit kepalaku mati rasa, punggungku dingin, tetapi seluruh tubuhku tidak ada tenaga. Aku merasa pusing, mual, seluruh badan terasa panas dan merasa sekujur tubuh seperti terbakar.
Tapi aku masih sangat sadar... hanya saja segala macam perasaan aneh muncul di pikiranku.
Aku berjalan perlahan dan mendorong sarkofagus itu menjauh.
“Darah!” orang tua aneh itu melirikku, lalu meraih tanganku dengan kasar, dan menggaruk kukunya di telapak tanganku.
Segera, sebuah luka gores muncul di telapak tangan dan darah menetes ke bawah mengikuti garis-garis pada peti mati yang kemudian, mengolesi seluruh peti mati dengan warna merah.
Aku mencoba menahan rasa sakit di telapak tanganku, lalu membuka penutup peti mati.
Setelah dibuka, aku tercengang.
Yang berbaring di dalam peti mati bukanlah mayat.
Tapi, seorang manusia.
Orang yang seperti manusia hidup dan sepertinya baru saja tertidur!
Orang ini sangat tampan, wajahnya terlihat sedikit lembut, seperti para brondong yang wajahnya lucu, imut, mirip laki-laki mirip juga dengan perempuan!
Aku tidak tahu apakah dia pria atau wanita. Kulitnya sangat lembut seolah jika ditekan bisa mengeluarkan air!
Jari-jarinya juga ramping dan bibirnya merah cerah, seolah-olah dia baru saja tertidur.
Mungkin seseorang yang mati hidup-hidup?
Aku berpikir dalam hati, memasuki kondisi tertidur, mungkinkah membutuhkan darah manusia hidup untuk membangunkannya?
"Tekan masuk!"
Orang tua aneh itu meraih tanganku dan menempelkannya di mulut orang itu.
__ADS_1
Segera, aku merasakan adanya isapan di telapak tanganku. Darahku mulai mengalir ke mulut pria itu!