365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Ada Ikan Piranha di Dalam Air!


__ADS_3

“Tanganku tidak sepanjang itu… Ah!” aku juga menyadari ada yang tidak beres, dan ketika aku sedang berbicara, ada sesuatu yang menggigit pahaku.


"Apa itu!" Naomi berteriak dan menunjuk bayangan hitam ramping di dalam air.


Bayangan hitam itu bolak-balik di dalam air, kemudian dia melompat keluar ke permukaan air dan masuk lagi ke dalamnya, hingga membuat wajah kami tersembur air.


"Apa itu!" teriak Naomi, bayangan gelap itu berenang ke arahnya.


Aku berteriak: "Jangan bergerak."


Naomi sangat ketakutan hingga tidak berani bergerak, aku tiba-tiba melompat masuk ke dalam air, mencoba menangkap bayangan gelap tersebut.


Tertangkap!


Aku merasa seperti menangkap segumpalan potongan kayu! Tetapi sangat licin, dan benda tersebut pun melompat keluar dari tanganku!


Kemudian, tanganku menangkap sesuatu yang lain!


Sangat lembut, benar-benar sangat lembut!


Aku secara tidak sadar meremasnya.


Ah! Aku berteriak, "Apakah kamu shio anjing? Kenapa kamu malah menggigit orang?"


"Siapa suruh kamu sembarangan… menyentuhku." Naomi tersipu malu, di luar dugaan dia tidak marah, malah merasa sedikit malu-malu.


Yang aku tangkap adalah bahumu, bukan payudara kamu, kenapa kamu malu-malu kucing seperti itu?

__ADS_1


Bayangan gelap itu kembali menghampiri dan tepat melewati bagian belakang Naomi. Membuat sekujur tubuh Naomi menjadi tegang karena ketakutan hingga bergegas berlindung ke sampingku.


"Ah, tolong, apa itu?" teriak Naomi.


Naomi menoleh untuk melihat apa yang ada di belakangnya, tetapi raut wajahnya sangat panik dan sangat ketakutan.


Aku tidak menyangka wanita emosian ini begitu penakut. Hari itu dia masih beraninya mengambil pisau seakan ingin membunuh orang, hari ini dia malah ditakuti oleh seekor ikan.


Ketika aku mencoba menangkapnya tadi, aku sudah tahu bahwa itu ikan.


Tapi aku tidak memberitahunya...


Naomi bersandar padaku, seluruh tubuhnya menekan ke lenganku. Aku bahkan bisa merasakan ada sesuatu yang kencang dan lentur menekanku, hehehe, ini tidak perlu dijelaskan lagi bagian apa.


"Jangan takut, aku akan mengurusnya." aku mengulurkan tanganku dan menepuk punggung Naomi, aku menyentuh punggungnya sebentar.


Ada aroma harum di tubuhnya, wanginya sangat enak. Ikan itu berenang bolak balik di dalam air, dan datang mendekat lagi.


Dia berteriak ketakutan, dan berlari naik ke atas dengan tergesa-gesa.


"Cepat tangkap!" Naomi mengambil batu dan melemparnya.


Plung!


Batu itu masuk ke dalam air, dan ikan itu terkejut hingga kabur.


Makanan yang bisa masuk ke dalam mulutku kabur begitu saja?

__ADS_1


Aku dengan kasar mencondongkan badan ke depan, lalu mengulurkan tangan untuk menangkap ikan. Sebelum ikan itu kembali terlepas dari tanganku, aku langsung melempar ikan itu ke tanah.


Ikan itu sempat bergerak-gerak di tanah beberapa kali, mencoba kembali ke dalam air.


Aku segera berjalan keluar dari kolam dan melemparkan ikan itu ke lubang kecil di sebelahnya.


“Jangan takut, itu hanya ikan.” aku menunduk ke bawah untuk melihat bekas gigitan di pahaku, sial, berdarah.


Ikan ini ternyata ikan piranha!


Benar-benar sial sekali!


“Kenapa di sini bisa ada ikan?” Naomi masih ketakutan, dia mengambil bajunya dan memakai pakaian dalamnya di depanku, lalu keluar melalui celah.


Aku melihat dia memakai pakaian dengan sangat cepat. Belum sempat aku menikmatinya, dia sudah selesai berpakaian.


Dia memakainya dengan sangat cepat.


Aku sedikit kecewa, setelah itu aku langsung membanting ikan itu hingga mati, kemudian berjalan keluar sambil membawa bangkai ikan itu.


Naomi melihatku berjalan keluar, dan menginjakku dengan kakinya. Untuk memperingatkanku agar tidak mengatakan apapun yang baru saja terjadi.


Aku memikirkannya sejenak, sepertinya barusan tidak terjadi apapun. Hanya mandi bersama dan dikejutkan oleh ikan piranha ini. Kenapa tidak boleh dikatakan?


“Kenapa badanmu basah semua?” Patricia bertanya padaku, “Dari mana kamu mendapatkan ikan ini?”


"Aku menangkapnya di dalam, di kolam ada ikan." kataku.

__ADS_1


"Tidak mungkin, di dalam kolam sama sekali tidak ada ikan." Elizabeth menggelengkan kepalanya, "Naomi, kenapa kamu juga basah kuyup? Apa yang kamu lakukan?"


__ADS_2