365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Wajib Menjadi Milikku, Kamu Mengerti Kan!


__ADS_3

Aku menatapnya sedikit tak terduga, entah apa yang sedang dia rencanakan.


Tapi ada daging yang bisa dimakan tetap harus dimakan.


Aku mengangguk, mengambil potongan daging tersebut dan berterima kasih padanya.


“Oh, omong-omong, Nona Pat, Bu Zhafira mencarimu. Coba kamu samperin.” Agung melihat Patricia sekilas.


Patricia mengangguk dan pergi.


Agung berdiri dan menatapku: "Baru saja Patricia berkata bahwa kamu melihat sebuah kapal layar besar di pantai yang melaju ke timur. Aku berencana untuk mencarinya. Apakah kamu ingin pergi bersama?"


Aku terdiam sebentar, dan ingin mengatakan bahwa aku tidak ingin pergi.


"Di mana temanmu?" tanyaku.


“Oh, maksudmu Sapri? Dia pergi berburu, dia tidak bisa ikut denganku.” Agung melambaikan tangannya padaku, “Ayo jalan, seorang pria tidak boleh ragu-ragu, barangkali di kapal kita bisa menemukan barang yang dapat digunakan.”


Ketika mendengar ini, aku tahu aku tidak bisa membuat alasan untuk tidak pergi, jadi aku bangun dan membawa termos. Kemudian berjalan di sepanjang pantai ke arah timur bersama Agung untuk menemukan kapal besar.


Di sisi timur pantai ada lereng bukit, tempat aku berdiri tadi pagi. Setelah itu terus berjalan ke depan sekitar 200 meter, ada sebuah tebing. Tingginya kurang lebih ada belasan meter, dibawahnya ada ombak besar dan karang, jika terjatuh pasti akan mati.


Ini adalah sebuah parit besar, di seberang ada tebing curam yang jaraknya lebih dari sepuluh meter, hanya saja lebih tinggi, di seberang juga ada hutan.

__ADS_1


Aku melirik sekilas, parit tersebut terhubung ke dalam pulau, tidak tahu seberapa panjang. Diatas tebing juga dipenuhi oleh batu besar dan pohon.


Jika berdiri dari atas tebing, lalu melihat ke bawah, benar-benar ada kapal yang jaraknya ratusan meter!


Kapal rusak itu berhenti ratusan meter jauhnya dan terhalang oleh batu besar!


Sepertinya kapal ini hanyut mengikuti pergerakan air, lewat malam ini, akan ada air pasang, maka tidak tahu kemana kapal ini akan berlayar lagi..


"Bagaimana turunnya?" Agung menghela nafas.


"Kita pulang saja." Aku mengerutkan kening. "Sekalipun turun, kita juga tidak dapat berenang dalam jarak beberapa ratus meter, kita tidak memiliki tenaga sebanyak itu."


"Umm, apa yang kamu katakan masuk akal." Agung mengangguk. "Lebih baik kita pulang saja.


Aku baru saja akan mengikutinya, tiba-tiba kepalaku merasa pusing, dan kaki aku seperti tertimpa barang berat, sama sekali tidak bisa diangkat!


Otakku seperti berputar bersama membuat aku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah!


"Aduh, kamu kenapa?" Agung tersenyum, lalu jongkok dan menatapku, "Apakah kamu baik-baik saja?"


Aku melihat tatapannya yang munafik itu, dan meludahinya: "Kamu... apakah kamu ingin membunuhku?!"


“Bunuh? Tidak, tidak, aku tidak akan membunuhmu, kamu hanya secara tidak sengaja terjatuh, dan aku tidak sempat menyelamatkanmu.” Agung menginjak tubuhku dan kapan saja dia bisa menendangku!

__ADS_1


"Kamu! Setelah membunuhku apakah kamu bisa bertahan hidup?” Aku menggertakkan gigiku.


"Berhentilah berbicara omong kosong, jika kamu mati, kedua wanita itu adalah mainanku, Patricia artis terkenal ini ternyata tidak mati, berarti dia adalah milikku!”


Agung mencibir, "Aku sudah pernah lihat sebelumnya. Air di bawah sangat dalam sehingga tidak akan membiarkanmu jatuh di atas bebatuan. Jika kamu bisa berenang ke perahu itu, mungkin kamu masih bisa selamat!”


"Jangan salahkan aku, karena di dalam kemah hanya boleh ada aku seorang pria! Dan yang ada di dalamnya, wajib menjadi milikku!”


Selesai berbicara, Agung tanpa ragu-ragu, menendang pantatku dan membuatku jatuh ke bawah!!


Byur!


Aku langsung terjatuh ke dalam laut yang sangat dingin!


Dinginnya air laut seperti pisau yang menusuk!


Aku tenggelam ke dalam air yang dingin ini, arusnya sangat cepat sehingga aku tidak bisa mengontrol keseimbangan aku sama sekali, dan hanyut terbawa oleh arus.


Aku berjuang sekuat tenaga untuk menonjolkan wajah. Tatapanku kebetulan bertemu dengan Agung yang ada di atas tebing.


Agung brengsek, aku tidak akan membiarkan kamu begitu saja!


 

__ADS_1


 


__ADS_2