
Aku juga tidak bisa berkata bahwa aku tidak pernah melakukannya!
Ekspresi Agung segera berubah, dan memperingatkan aku: "Kamu sangat kelewatan, tubuh Bu Zhafira bukanlah sesuatu yang bisa kamu sentuh. Sebaiknya kamu memberiku penjelasan!"
"Penjelasan? Kamu juga sudah dengar sendiri, dia digigit oleh ular, aku hanya membantunya untuk mengeluarkan racun dan darah. Kenapa aku malah dikatakan bahwa aku mencari kesempatan?: Kataku.
"Ular itu tidak berbisa, kamu hanya ingin mencari kesempatan!" Zhafira masih tidak ingin melepaskannya begitu saja.
"Bagaimana kamu bisa membuktikan bahwa ular itu tidak beracun? Jika saat itu aku tidak menolongmu, lalu kamu terjatuh sakit dan mati disini, bukankah kamu juga akan menyalahkan aku?” Perkataanku ini membuat Zhafira terdiam.
"Bu Zhafira, mungkin ada kesalahpahaman dalam hal ini, namanya juga menyelamatkan orang, tidak dapat dihindari bahwa akan ada kontak fisik, apalagi di sini ada banyak ular berbisa di mana-mana, kamu harus berhati-hati."
"Jika bukan dia yang menyelamatkan aku, aku pasti sudah mati di pantai.”
Patricia membantu aku memberikan penjelasan yang lebih masuk akal.
Aku memandangnya dengan penuh rasa terima kasih, aku tidak menyangka dia tetap bersedia membantuku berbicara meskipun aku sudah berkali-kali mencoba untuk mencari kesempatan.
Dia benar-benar layak menjadi artis terkenal dengan kebaikan dan kecantikannya itu. Pantas saja dia bisa menjadi terkenal.
Wajah Zhafira berubah, tak lagi berkata apapun.
__ADS_1
Tetapi matanya seakan memberitahuku bahwa selama ada kesempatan, dia akan terus mencari masalah padaku.
Tapi aku tidak peduli.
Bagaimanapun juga, aku sudah berencana untuk pergi mencari pesawat yang jatuh. Ketika aku menemukan serpihan pesawat, dan menemukan beberapa alat penyelamat, aku dapat bertahan hidup sendirian di pulau terpencil ini.
Mengenai Agung, aku tahu jelas tentang pikiran buruknya, mari kita lihat bagaimana Zhafira akan merasakan penderitaan!
Di luar sana kamu adalah seorang direktur, sedangkan Agung adalah pengawal kecil. Tapi di pulau terpencil ini, yang hanya adalah pria dan wanita!
Dan apa yang akan terjadi pada seorang wanita yang tinggal bersama dengan dua orang pria yang sangat nafsuan?
Hal yang baik jika dapat tersadar, tapi jika tidak sadar maka lupakan saja.
Aku memutuskan dan menyuruh Patricia kembali ke tenda untuk mendiskusikan masalah ini dengannya.
Aku berencana akan mengumpulkan makanan dan air bersih, mengisi penuh kotak makan dan termos lalu pergi. Lalu aku bertanya padanya apakah dia mau pergi denganku.
Tanpa diduga, Patricia tidak bertanya mengapa aku ingin pergi, dia mengangguk dan berkata bahwa dia akan mendengarkan rencanaku.
Ketika aku mendengarnya, aku tidak menyangka dia akan sangat mempercayai aku, membuatku sangat tersanjung.
__ADS_1
“Tapi apakah kamu tahu di mana pesawat itu jteratuh?” Patricia bertanya padaku.
"Perkiraan lokasi..." Aku hendak menjelaskan kepada Patricia, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.
"Ada orang yang datang, nanti aku jelasin padamu." Aku berjalan keluar dari tenda dan melihat Agung bersandar di sisi tenda dalam posisi sedang menguping.
"Apa yang kamu lakukan Agung?" Tanyaku.
Agung tersenyum canggung, "Aku akan pergi berburu, apakah kamu ingin pergi denganku?"
"Tidak, aku dan Patricia akan pergi ke pantai untuk mencari makanan laut." Aku melihat dia memegang pisau kerikil di tangannya, "Bisakah kamu meminjamkanku batu itu, aku ingin tombak kayu untuk memancing."
"Oh, maaf, aku akan menggunakannya untuk mengasah ranting untuk membuat panah kayu." Agung tersenyum, "Aku akan segera berangkat, semoga kalian dapat membawa makanan laut kembali.”
Sesuai dugaan! Agung tidak akan membiarkan orang lain untuk menggunakan senjatanya!
Patricia dan aku datang ke pantai. Mumpung belum siang hari, matahari tidak begitu menyengat. Kami berpisah menuju ke dua arah yang berbeda dan mulai mencari beberapa makanan laut di pantai.
“Gilang, apakah menurutmu ini bisa dimakan?” Patricia menggunakan tongkat kayu kecil untuk menarik seekor gurita dari pasir dan menghadap ke arahku untuk bertanya.
Bagi seorang artis terkenal seperti dia yang berlatar belakang kaya, jelas tidak akan bisa membedakan mana makanan laut yang segar dan rusak. Gurita ini sudah mengeluarkan aroma yang tidak enak, sama sekali tidak bisa dimakan.
__ADS_1
"Sudah tidak bisa dimakan lagi, coba kamu menciumnya, aromanya sudah busuk karena terkena paparan sinat matahari." Aku menggelengkan kepalaku.
“Sayang sekali.” Patricia hanya memonyongkan bibirnya. Lalu dia kembali menggali lubang lain untuk mengubur gurita, “Aku akan menguburmu masuk ke tanah saja untuk keselamatanmu.”