365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Hal Yang Tidak Dapat Dideskripsikan


__ADS_3

Di dalam peti mati yang tertutup... segala sesuatu yang seharusnya terjadi dan tidak seharusnya terjadi, pada akhirnya terjadi seumua.


Jika disimpulkan menjadi dua kata - setelah kejadian.


Tidak tahu setelah melewati berapa lama.


Aku terbangun dalam keadaan linglung. Seluruh tubuhku merasa sangat pegal, rasanya seluruh tulangku seperti patah. Tubuhku ditimpa dengan dua beban berat  yang tak lain adalah dua badan wanita. Pemandangan ini membuatku menjadi sulit bernapas.


Ketika aku membuka mata, aku melihat tutup peti mati yang gelap.


Ada dua orang yang berbaring di atas tubuhku. Keduanya sangat lembut dan harum, satu selembut awan, dan yang lainnya memiliki aroma seperti bunga.


Aku tertegun sejenak ketika tiba-tiba aku mendengar napas berat di telingaku.


Wanita yang berbaring di sisi kiriku tampak bergerak sedikit dan mengeluarkan suara genit, kemudian yang di sisi kanan juga terbangun...


Tiga orang, tiga pasang mata.


Jika saling memandang memang cukup canggung... benar-benar sangat canggung.


 Aku benar-benar tidak menyangka akan berhubungan badan dengan Bell dan juga dengan wanita yang aku tidak tahu identitasnya.


Tidak tahu berapa lama wanita ini berbaring di peti mati dan begitu dia tersadar malah mengalami hal seperti ini…


Benar-benar terdiam.


Tubuh mereka terlalu lunak untuk digerakkan dan aku bisa merasakan mereka gemetar.

__ADS_1


Aku juga tidak bisa mengumpulkan kekuatanku dan hanya bisa berbaring di sana. Mereka berdua menekan tubuhku hingga aku kesulitan untuk bernapas.


Aku menarik tanganku keluar dan mendorong tutup peti mati dengan kedua tangan. Kemudian, aku mendorongnya dengan keras dan membuka tutupnya.


Aku masih merasa sangat canggung.


Aku merangkak keluar dari peti mati dan menghela nafas. Sialan, melakukan hal yang tidak dapat dideskripsikan seperti ini benar-benar sangat memalukan.


Tidak peduli bagaimana memikirkannya, tetap saja sangat aneh.


Hujan masih berlangsung.


Di lantai kamar ada Patricia, Zhafira dan Sherly yang saling berpelukan. Gambaran ini terlihat sangat kacau dan tidak dapat dideskripsikan.


Aku berusaha untuk menenangkan diri. Tapi, siapa tahu begitu aku merangkak keluar, beberapa wanita itu langsung menghampiriku mengikuti aroma tersebut…


Aku menghela nafas dan memikirkan apa yang harus aku lakukan selanjutnya.


Pertama, aku harus memisahkan mereka dari kondisi yang saling berpelukan seperti ini.


Aku menyeret mereka dan membawanya ke sudut. Atap di sana tidak bocor, yang penting berteduh terlebih dahulu.


Aku membiarkan mereka bersandar ke dinding. Semua orang terlihat sangat linglung, mata mereka terlihat oleng, mulut kecil mereka terbuka dan tertutup. Mereka bahkan membuat suara yang membuat darah orang jadi memanas.


Aku menggigit ujung lidahku untuk menenangkan diri. Lalu, aku berlari ke peti mati dan menggendong keluar dua gadis di dalamnya.


Kepalaku pusing melihat keadaan mereka berdua.

__ADS_1


Kedua wanita cantik ini bukan manusia, tetapi malah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan denganku...


Rasanya sangat aneh untuk mengatakan bahwa dirinya berhubungan intim dengan ras selain manusia...


Keduanya tampak terlihat lumpuh dan sangat lembut. Mata mereka masih terlihat oleng. Aku menggendong mereka dan meletakkannya di sudut, kemudian mengumpulkan air hujan dan menyeka air tersebut ke tubuh mereka masing-masing.


Itu semua sudah terjadi, sekalipun ingin melarikan diri juga tidak bisa. Masalahnya adalah jika Patricia dan yang lainnya bangun, apakah mereka akan salah paham?


Aku benar-benar tidak melakukan apapun terhadap mereka.


Buk... Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dan mengenai punggungku.


Ketika aku menoleh ke belakang, aku melihat hujan es dengan ukuran ujung jari yang terjatuh di tanah. Fiuh, angin dingin bertiup.


Tiba-tiba aku sedikit kedinginan, menggigil, dan kepalaku sangat dingin hingga aku gemetaran...seketika aku merasa sangat sadar.


"Hujan es?"


"Dingin……"


Tiba-tiba aku menjadi kepikiran bahwa jenis bunga ini hanya tumbuh di iklim tropis dan aku belum pernah melihat satu pun bunga ini tumbuh di dekat pegunungan yang tertutup salju! Dan tidak bisa mencium bau bunga juga.


Apakah bunga ini takut dingin?


Memikirkan hal ini, aku segera mengambil beberapa hujan es dan mengambil bunga. Lalu, meletakkan batu es di bunga.


Kemudian, sesuatu yang mengejutkan terjadi.

__ADS_1


Kelopaknya tiba-tiba membeku dan ketika disentuh, bunga tersebut menjadi hancur!


__ADS_2