A DREAMER

A DREAMER
Episode 97


__ADS_3

"Menikah bulan depan?" pekik kedua orang tua Zee secara bersamaan dan Zee mengangguk sambil tersenyum samar.


"Kamu hamil, Zee?" tanya Bu Susan kemudian yang membuat Zee langsung melotot terkejut.


"Astaga, Mama!" Zee pun memekik terkejut, ia sungguh tak menduga respon Mamanya akan seperti ini.


"Ya terus kenapa tiba-tiba begini? Kamu itu anak satu-satunya kami, Zee. Kami mau pernikahan mu itu sangat istimewa, berkesan, pokoknya sempurna." ujar Bu Susan.


"Mama, kami akan menyiapkan semuanya kok. Ini juga akan menjadi moment yang tidak akan terlupakan dalam hidup ku, dan yang pasti, Ma. Aku tidak hamil!" tegas Zee yang membuat kedua orang tuanya bernafas lega.


Sama seperti Ken, sesampainya dirumah, Zee segera memberikan kabar itu dan ia sudah menduga kedua orangtuanya pasti akan terkejut. Namun Zee tak menyangka ia akan di kira hamil, astaga!


"Ya bulan depan itu terlalu cepat, Zee. Kayla saja masih 3 bulan lagi," ucap ayahnya.


"Ken itu sangat cemburuan, Pa. Dia ingin menikah secepatnya, dan kami pun sudah merasa cocok. Memang tidak ada yang perlu fikirkan lagi," ujar Zee "Ken itus sebenarnya sudah lama mengajak ku menikah, tapi aku masih ingin fokus sama karir ku." lanjutnya.


"Terus? Sekarang kamu sudah tidak mau fokus lagi sama karir mu, Zee?" tanya Bu Susan.

__ADS_1


"Bukan begitu, Ma. Karir masih tetap bisa dilanjutkan setelah aku menikah, Ken juga mau mendukung karir ku," jawab Zee.


"Syukurlah kalau memang kalian menikah nya karena cinta, sudah cocok satu sama lain," kata Pak Arif "Tapi bagaimana dengan Sabina? Dia sepertinya masih benci sama kamu?"


"Aku menikah nya sama Ken, Ma. Bukan sama Sabina, mau Sabina benci atau suka sama aku, ya itu urusan hati dia. Selama dia tidak merugikan, aku akan abaikan wanita itu."


"Lebih baik memang begitu, Zee. Sepertinya dia cuma kurang kasih sayang saja, manja ya orangnya." kata Bu Susan.


"Sangat manja, Ma. Labil, ke kanak-kanakan juga, nyebelin pokoknya." ujar Zee.


"Semoga saja dia tidak mengganggu rumah tangga mu sama Ken, Zee."


"Jadi, bagaimana kita menyiapkan pernikahan mu, Zee? Itu sebulan lagi lho, banyak yang harus di urus," ujar Pak Arif.


"Papa jangan khawatir, aku sama Ken akan mengurus semuanya. Lebih baik kita fokus sama pindaan kita, ke rumah baru."


"Oh ya, Zee. Kenapa kamu tumben pakai Shall?" tannya Bu Susan kemudian yang tentu saja membuat Zee terkejut, ia langsung memegang shall yang menutupi leher dan dadanya. Yang sengaja ia gunakan untuk menutupi bekas kemerahan yang di tinggalkan Ken.

__ADS_1


"Oh, tadi shall baru, Ma. Pengen coba," jawab Zee sambil berdiri "Aku ke kamar dulu ya, Ma. Besok kita kan mau kerumah baru." lanjutnya kemudian ia segera melarikan diri ke kamarnya.


...


Keesokan harinya, Zee membawa kedua orangtua nya kerumah baru mereka. Rumah itu memang tidak terlalu besar namun rumah itu jauh lebih bagus dan lebih nyaman dari pada rumah sebelumnya.


" Bagaiamana, kalian suka?" tanya Zee yang saat ini sedang membawa Papa Mamanya melihat setiap sudut rumah baru mereka.


"Suka, Zee. Ini bagus sekali, Nak." kata Bu Susah penuh haru, sungguh ia tak menyangka putri mereka berhasil membeli rumah yang nyaman untuk.


"Kami bangga sama kamu, Nak," ucap Pak Arif kemudian ia memeluk putrinya itu.


"Ini mimpi aku, Pa. Memberikan kehidupan yang layak untuk kalian, akupun tidak menyangka aku benar benar bisa memenuhi mimpi ku." Zee berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Apa yang ia capai saat ini sungguh tidak mudah, bahkan harus di bayar dengan air mata dan hati yang terluka. Namun, Zee tetap bersyukur karena ia satu persatu mimpinya tercapai.


.........


...Cerita seru lainnya ada di After Darkness. Tentang Elsa yang harus berjuang membersihkan namanya dari tuduhan 'wanita murahan'...

__ADS_1


...Yang belom mampir, wajib banget mampir. Kisahnya seru dan bikin greget....



__ADS_2