
Zee bersiap tidur setelah beberapa menit di introgasi kedua orang tuanya, meskipun dengan susah payah, Zee berhasil meyakinkan kedua orang tuanya bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. Walaupun Zee sendiri merasa tidak yakin dengan hal itu, karena setiap hari Ken selalu menunjukkan sikap nya yang selalu mengejutkan Zee.
Zee pun selalu terbayang dengan ciuman Ken yang sebenarnya membuat ia melayang. Zee senyum senyum sendiri sembari memegang bibir nya yang seolah masih terasa bengkak.
"Ken benar benar keterlaluan" gumam Zee "Tapi aku suka juga, kenapa ya?" di tengah asyiknya mengkhayal kan sang kekasih, ponsel Zee berdering yang membuat ia sedikit terkejut. Zee langsung mengambil ponsel nya dan ia mengernyit bingung saat melihat nomor asing tertera di layar smartphone nya itu. Zee hendak mengabaikan nya namun ia takut mungkin itu masalah penting, akhirnya Zee pun menjawab dari nomor asing itu.
"Ha..."
"Heh, Zendaya" seru seorang wanita dari seberang telfon yang tampaknya sedang marah, Zee langsung menjauhkan ponselnya itu dari telinga nya dan menatap kembali nomor asing itu.
__ADS_1
"Sabina..." seru Zee kemudian
"Iya, ini aku. Kamu tuh jadi wanita murahan sekali ya, menggoda Ken di tempat umum. Malu-maluin keluarga aku, Tante Celine, Papa. Kamu itu mencoreng nama baik keluarga kami, tahu!" Zee tercengang mendengar tuduhan yang menurutnya sangat menggelikan itu.
"Siapa yang menggoda Ken, Sabina? Dan memang nya apa yang aku lakukan sampai mencoreng nama keluarga mu?" tanya Zee berusaha bersikap tenang, ia yang tadinya tiduran kini langsung duduk tegak dan sangat siap jika harus beradu mulut dengan calon adik ipar nya itu.
"Kamu lah, video mu itu menjijikan" tukas Sabina penuh penekanan yang membuat Zee mulai geram.
"Dengar baik-baik ya, calon adik ipar..."
__ADS_1
"Aku bukan calon adik ipar mu" sanggah Sabina dengan cepat yang membuat Zee terkekeh geli.
"Kamu kan adik sepupu nya Ken, dan Ken itu calon suami ku. Ya otomatis kamu jadi calon adik ipar ku dong, Bi" ucap Zee kemudian menekan kata 'Bi' yang tampak nya membuat Sabina semakin marah, karena Zee tahu, panggilan 'Bi' itu hanya di ucapkan oleh orang orang terdekat Sabina.
"Hey, jangan berani kamu memanggil ku 'Bi' ya, kamu itu bukan siapa siapa aku!" geram Sabina yang justru membuat Zee tertawa geli.
"Bi sayang, kamu salah satu saksi saat Ken melamar ku. Jadi secara otomatis kamu dan aku sudah berhubungan. Kita akan jadi keluarga, aku senang sekali rasa nya karena kita bisa jadi keluarga" ujar Zee yang sudah pasti membuat Sabina semakin panas.
"Tidak mau, aku tidak sudi memiliki keluarga kampungan seperti kamu!" seru Sabina kemudian ia memutuskan sambungan telfon nya membuat Zee langsung tertawa geli sendiri.
__ADS_1
"Si Sabina rupanya seperti anak kecil" gumam Zee masih tertawa "Aku jadi merasa bodoh, pernah sakit hati karena omongan manusia yang masih ke kanak-kanakan" lanjut nya dan saat ia hendak meletakkan ponsel nya, ia mendapatkan pesan masuk dari Ken. Dengan antusias Zee membuka nya saat ia melihat foto Ken tanpa baju di atas tempat tidur, bersandar ke kepala ranjang. Ken memperlihatkan dada nya yang tak tertutupi apapun.
"Astaga, dia menggoda ku atau apa?"