A DREAMER

A DREAMER
Episode 73


__ADS_3

"200 juta, Ken. Itu kebanyakan" seru Zee yang saat ini sedang mengekori Ken yang melangkah tegas menuju mobil nya. Tatapan Ken begitu tajam, rahangnya mengeras bahkan tangannya mengepal kuat.


Ia merasa kecewa sekaligus kasihan pada Zee, kecewa karena Zee asal menerima kontrak kerja tanpa di perhatikan baik-baik setiap point nya. Kasihan karena sebegitu butuh nya Zee dengan pekerjaan itu hingga ia selalu antusias dengan tawaran yang selalu datang.


Setelah mendapatkan telfon dari Zee, tanpa membuang waktu sedikitpun Ken langsung menghubungi pengacaranya dan mengurus masalah Zee di pagi itu juga. Sedangkan Ken sejak tadi enggan berbicara dengan Zee, ia hanya terus memberikan tatapan tajam nya pada Zee membuat Zee merasa takut sekaligus merasa bersalah.


"Ken, kamu marah sama aku?" rengek Zee.


"Masuk!" titah Ken membukakan pintu mobil dan Zee pun langsung masuk tanpa berani melawan, Ken segera menyusul dan menjalankan mobilnya.


Sementara itu, Kayla dan pengacara Ken yang bernama Abbas kini baru saja menyelesaikan masalah Zee tentu dengan denda yang tidak sedikit. Namun dengan itu tidak ada apa apa nya bagi Ken demi sang kekasih.


"Lain kali perhatikan model mu. Jika ini terjadi lagi, kemungkinan tidak bisa di selesaikan dengan uang. Nama Zee di pertaruhkan di sini" kata Abbas

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu, aku fikir Zee sudah membaca kontrak nya. Aku baru menemukan model macam Zee itu" kata Kayla sambil terkekeh.


"Jika pun Zee setuju, Tuan Kenzo tidak akan setuju. Bisa bisa kamu yang di tuntut sama dia" kata Abbas yang membuat Kayla meringis "Gadis itu membuatnya gila, apa kamu tahu ada berapa kerugian yang di alami Tuan Kenzo sekarang?" Kayla hanya bisa menggeleng pelan.


"700-800 juta, karena saat ini ia seharusnya Ken melakukan pekerjaan nya yang bernilai ratusan juta, tapi karena gadis itu butuh Ken. Ken meninggalkan pekerjaan nya dan di sinipun ia kehilangan uang" Kayla terkekeh mendengar penuturan Abbas itu.


"Pak Kenzo itu kaya, aku rasa ratusan juta itu cuma uang jajan"


.........


"Aku datang jauh jauh kesini tapi ternyata Ken tidak menghargai ku, Tante" adu Sabina pada Nyonya Celine dengan memasang wajah memelas.


"Ya tunggu saja, Bi. Mungkin nanti Ken akan pulang cepat" ucap Nyonya Celine tak acuh.

__ADS_1


"Aku susul saja ke kantor ya, Tente" seru Sabina kemudian ia pergi namun Nyonya Celine langsung mencegah nya.


"Mau kemana, Bi? Katanya hari ini kamu tidak punya pekerjaan, bagaimana kalau kamu ikut aku saja" seru Nyonya Celine karena ia tidak ingin Sabina terus nempel pada Ken.


"Mau ketemu Ken, Tante" jawab Sabina merengek.


"Nanti saja, kamu tunggu dulu Tante mau mandi sebentar. Nanti kita ke kantor Ken sama sama" ujar nya.


.........


Ken menghentikan mobil nya di sebuah hotel dan itu membuat Zee terkejut dan juga bingung.


"Turun!" titah Ken dan lagi lagi Zee hanya menurut tanpa berani bersuara. Ken menyerahkan mobil nya pada seorang pria berpakaian serba hitam di sana untuk memarkirkan mobilnya. Sementara Ken membawa Zee masuk ke dalam hotel.

__ADS_1


"Ken, kita mau apa di sini?" tanya Zee bingung namun Ken enggan menjawab nya. Ia masuk ke salah satu kamar dan lagi lagi Zee hanya bisa menurut meskipun ia masih bingung sebenarnya apa mau Ken.


__ADS_2