A DREAMER

A DREAMER
Episode 99


__ADS_3

"Ma, aku bayar deh setiap gaunnya. Mama mau harga berapa?" tantang Ken yang membuat Nyonya Celine melongo.


"Kamu nantang Mama dengan harga, Ken?" tanya Nyonya Celine tak percaya, Zee pun melotot sempurna mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Ken.


"Ya bukan begitu, Ma. Tapi maksudku, berapa pun harganya, aku bayar deh."


"Ya sudah, kamu cari saja designer lain, kamu bayar saja mereka dengan uang mu yang padahal uang Mama juga itu." seru Nyonya Celine yang sudah sangat pusing menghadapi tingkah anaknya yang semakin hari semakin aneh saja.


"Ken, sudahlah..." seru Zee akhirnya karena ia pun tak tega jika harus menuntut Mama mertuanya membuat gaun sebanyak itu.


"Kita cuma butuh satu gaun saja, Tante. Ken minta lima itu karena saking antusiasnya dia sama pernikahan ini," kata Zee.


"Jadi bagaimana?" tanya Nyonya Celine pada Ken karena ia ingin mendapatkan jawaban yang pasti.


"Memangnya tidak bisa ya, Ma? Bukannya bikin gaun itu gampang, Ma? Tinggal gambar sebentar, habis itu ukur, habis itu potong kainnya dan jahit. Selesai 'kan? Karyawan Mama juga banyak, pasti bisa." tutur Ken dengan enteng nya yang membuat Nyonya Celine mendengus.


"Menyesal Mama tidak mengirim kamu ke sekolah designer dan malah Mama kirim kamu ke sekolah bisnis, Ken" gerutu Nyonya Celine "Yang terlihat gampang di mata itu belum tentu benaran gampang, kamu ini."


"Ya sudah, Tante. Jangan ikutin maunya Ken, lagian salah dia sendiri mau menikah cepat-cepat." sambung Zee.

__ADS_1


"Terus tuxedo Kamu juga masih harus Mama yang buat?" tanya Nyonya Celine dan Ken mengangguk dengan polos nya yang membuat Nyonya Celine meringis.


"Lama-lama Mama coret kamu dari kartu keluarga." Zee langsung tertawa geli mendengar ucapan calon ibu mertuanya itu, sementara Ken justru mendelik.


"Kejamnya, Ma," kata Ken merengut.


"Masih untung kalian Mama restui, eh sekarang malah ngelunjak minta gaun sebanyak itu."


"Ya sudah, terserah Mama saja," ujar Ken akhirnya mengalah yang membuat Zee tersenyum senang dan Nyonya Celine pun tertsenyum puas.


"Nah, begitu!" seru Nyonya Celine.


Setelah mengurus gaun dan perdebatan yang sedikit sengit bahkan Ken sampai mendapatkan ancaman akan di coret dari kartu keluarga, kini Ken dan Zee menemui teman Ken yang memiliki toko emas dan berlian.


"Aku masih tidak percaya kamu benar-benar akan menikah," ujar teman Ken yang bernama Alexander itu.


"Aku pun merasa tak percaya bisa jatuh cinta pada gadis ini, tapi dia sangat mungil dan menggemaskan," kata Ken sambil mencubit gemas pipi Zee.


"Hai, Ken. Hai, Zee!" keduanya menoleh saat mendengar suara Arun yang entah bagaimana bisa ada disana.

__ADS_1


"Jadi benar kalian mau menikah?" tanya Arun namun ia justru menatap Zee sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Arun, jaga matamu, ya!" seru Ken kesal yang membuat Arun terkekeh begitu juga dengan Zee.


"Astaga, kamu benar-benar cemburuan, Ken. Padahal aku cuma menyapa Zee,"


"Dia mau nikah secepat ini juga karena cemburu sama Jose." sambung Zee.


"Astaga, sudah ku duga. Karena kamu dan Jose memang terlihat sangat cocok sih, Zee. Jose masih 26 tahun 'kan? Masih sangat muda," kata Arun yang tentu saja langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ken.


"Memang nya aku terlihat sangat tua?" tanya Ken.


"Mungkin lebih cocok jadi Om nya Zee" jawab Arun yang langsung mendapatkan pukulan di kepalanya.


"Ken!!!" geram Arun.


"Memangnya kamu mau apa kesini?" tanya Ken.


"Mau beli toko ini." kata Arun dengan entengnya.

__ADS_1


__ADS_2