A DREAMER

A DREAMER
Episode 75


__ADS_3

Nyonya Celine dan Sabina kini sudah sampai di kantor Ken, sedangkan ayah Sabina sudah pergi ke kantornya sendiri sejak tadi.


"Ken sudah datang, Lu?" tanya Nyonya Celine pada sekretaris Ken itu.


"Belum datang, Nyonya. Ada di hotel" jawab Lula.


"Oh begitu" gumam Nyonya Celine mengangguk mengerti.


"Iya, Nyonya. Sama Zee katanya" ujar Lula yang tentu saja membuat Sabina dan Nyonya Celine sangat terkejut.


"Sama Zee?" pekik Sabina.


"Iya, katanya tadi ada urusan penting" ujar Lula lagi.


"Urusan penting apa?" gumam Nyonya Celine dan ia kembali merasa curiga pada putranya itu.


"Mereka pasti mau melakukan sesuatu, Tante" seru Sabina kesal "Ini pasti gara gara Zee, dia pasti yang menggoda Ken dan mengajak Ken ke hotel" lanjutnya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Nyonya Celine.


"Ih, aku serius, Tante. Kita harus grebek mereka sekarang" ujar Sabina lagi.


"Grebeg apa sih, Bi? Kamu fikir Ken dan Zee itu kumpul kebo?" ketus Nyonya Celine kemudian ia pun langsung merogoh ponselnya dari dalam tas. Nyonya Celine pun langsung menghubungi putra nya itu namun panggilannya justru di tolak,membuat Nyonya Celine langsung mengerutkan kening nya. Ia pun mencari kontak Zee dan menghubungi nya, namun yang menjawabnya justru Kayla.

__ADS_1


"Dimana Zee?" tanya Nyonya Celine.


"Pergi sama Pak Kenzo, Nyonya" jawab Kayla.


"Kemana?" tanya Nyonya Celine ingin memastikan "Terus kenapa ponsel Zee bisa ada sama kamu?"


"Tadi ada sedikit masalah, Nyonya. Terus Pak Kenzo marah, bawa Zee sambil cemberut" ujar Kayla.


"Baiklah kalau begitu" kata Nyonya Celine kemudian ia memutuskan sambungan telfon nya.


"Bagaiamana, Tante?" tanya Sabina yang sejak tadi menunggu dengan sangat penasaran.


"Ah, masak? Terus Zee?"


"Kenapa kamu tanya tanya Zee? Mulai menerima Zee sebagai calon kakak ipar mu?" tanya Nyonya Celine dengan tenang yang membuat Sabina geram.


"Tante..." geramnya.


"Sudah, aku mau pergi bekerja. Kamu pulang saja..." tukas Nyonya Celine kemudian yang membuat Sabina melongo dan ia pun langsung mengekori Tante nya itu.


"Tante, aku pulang sama siapa? Kan tadi aku kesini sama Tante" rengek nya.

__ADS_1


"Naik taksi, Bi. Tante buru buru." ujar Nyonya Celine.


"Tapi..."


"Tante panggilkan taksi nya sekarang"


.........


Sementara itu, Zee tidak tahu harus melakukan apa di kamar hotel itu. Kamar yang ukurannya jauh lebih besar dari kamar Ken yang di rumah namun dengan dekorasi yang sama.


"Dia tidak bosan apa, dekorasi nya abu abu begini. Kalau aku punya hotel, akan aku buat dekorasi nya super mewah dan sangat berbeda dari kamar yang di rumah. Biar sesuatu yang baru" kata Zee sembari melihat-lihat setiap sudut kamar itu.


"Eh, dia tadi bilang ini kamar kita. Apa dia mau..." kedua mata Zee langsung melotot sempurna saat memikirkan Ken akan menyentuhnya nanti, Zee langsung menyilangkan tangannya di dadanya.


"Oh, tidak..." seru Zee kemudian ia berlari ke arah pintu. Namun saat mencoba membuka pintu nya, pintu kamarnya itu ternyata terkunci.


"Kenapa di kunci? Ken mau ngurung aku?" gumam Zee lirih.


"Tolong..." Zee menggedor pintu kamar nya dengan kuat namun itu akan sangat percuma karena ruangan itu kedap suara.


"To..." ucapan Zee terpotong saat tiba tiba pintu terbuka...

__ADS_1


__ADS_2