A DREAMER

A DREAMER
Episode 41 - Harga sebuah kesuksesan?


__ADS_3

Ken mengantar Zee ke rumah nya yang terdapat di komplek perumahan yang sangat sederhana.


"Apa aku tidak di tawari masuk?" tanya Ken penuh harap.


"Kamu beneran mau masuk? Rumah ku sempit, Ken" tukas Zee yang membuat Zee mendelik.


"Kamu fikir badan ku besar seperti hulk? Tidak muat di rumah mu, begitu?" tanya Ken yang tampak nya merajuk dan pertanyaan itu membuat Zee mengernyit namun kemudian ia tertawa.


"Bukan itu maksud ku, Ken. Hanya saja..." ucapan Zee terpotong saat ia melihat pintu rumah nya yang terbuka dan menampilkan sosok Ibu nya.


"Duh, Mama sudah keluar" kata Zee dan ia pun langsung keluar dari mobil Ken dan Ken pun segera menyusul.


"Hai, Ma" sapa Zee namun perhatian Bu Susan tertuju pada Ken yang berjalan di belakang Zee.


"Halo, Tante" sapa Ken namun ia tak bisa menyunggingkan senyum ramah dan itu memang diri nya.


"Halo, Ken" sapa Bu Susan "Silakan masuk dulu"

__ADS_1


"Em_" Ken melirik Zee, entah mengapa ia merasa gugup sekarang padahal tadi Ken sangat antusias untuk berkunjuk kerumah Zee.


"Mau masuk, Ken?" tanya Zee dan ia sangat berharap Ken menolak namun harapan itu musnah saat Ken justru menganggukan kepala nya.


Bu Susan pun mempersilahkan Ken masuk ke rumah mereka yang sangat sederhana itu, mata Ken jelalatan dan melirik setiap sudat rumah yang hanya lantai satu itu. Ken memang pernah mengantar Zee kerumah nya saat pesta ulang tahun Nyonya Celine namun Ken tak pernah tahu dalam nya.


Sofa yang sudah ada robekan, meja yang juga sudah tak bagus dan berbagai macam hal lain nya yang seperti nya sudah sangat lama di beli.


Tak lama kemudian Bu Susan keluar dan ia menyajikan kopi susu untuk Ken dan juga beberapa cemilan.


"Sekitar 4 tahun yang lalu" jawab Bu Susan.


Ken pun terdiam dan hanya menyunggingkan sedikit senyum yang bahkan hampir tak terlihat.


Sementara Zee, ia mendapatkan pesan dari Kayla dan meminta nya datang ke lokasi syuting karena sejam lagi syuting video klip nya akan di laksanakan.


"Aku rasa aku harus pergi lagi, Ma. Kayla sudah mengirim pesan dan sudah waktu nya syuting" kata Zee.

__ADS_1


"Memang nya kamu tidak lelah, Zee? Kamu dari perjalanan jauh" ucap Ibu nya cemas.


"Tidak, Ma. Aku tidak apa apa, mungkin aku akan pulang malam nanti. Sampaikan salam ku pada Papa" tukas Zee karena sekarang Papa nya pasti sedang bekerja di pabrik.


"Baiklah, tapi tetap jaga kesehatan mu ya, Zee. Mama tidak mau kamu jatuh sakit"


"Pasti, Ma"


"Aku akan mengantar mu" tawar Ken dan Zee tentu mengangguk.


Kedua nya pun pamit pergi dan itu membuat Bu Susan kembali merasa cemas, ini bukan pertama kali nya Zee punya kesibukan seperti ini sampai tak ada waktu untuk di rumah dan menemani diri nya. Bahkan terkadang Zee sampai pulang tengah malam, ada rasa kehilangan yang di rasakan orang tua Zee namun mereka tahu, itulah harga yang harus di bayar untuk apa yang Zee dapatkan sekarang.


"Jangan lupa makan ya, Zee. Perbanyak minum air putih" seru Bu Susan sebelum Zee benar benar pergi.


"Iya, Ma" jawab Zee lirih.


Zee bukan nya tak merasakan bahwa ia mulai ada jarak dengan orang tua nya, namun Zee tak bisa melakukan apapun selain melanjutkan langkah nya yang sudah ia putuskan sejak awal.

__ADS_1


__ADS_2