
Seperti mendapatkan tamparan keras dari orang asing, itu lah yang Sabina rasakan karena apa yang di katakan Zendaya. Entah dari mana datang nya kepercayaan diri wanita yang sangat tak ia sukai nya itu, namun yang pasti Sabina ingin membalas kelancangan Zee pada nya.
"Awas saja kamu gadis kampung!" desis Sabina dengan emosi yang begitu memuncak hingga tiba tiba Sabina teringat dengan aroma parfum yang Zee pakai hari ini, tadi nya Sabina memang ingin bertanya kenapa aroma parfum Zee sama seperti aroma parfum Ken. Namun pertanyaan itu tak sampai di ucapkan saat Zee memukul balik mental Sabina.
"Awas saja, inner beauty kamu bilang? Akan aku hancurkan inner beauty mu"
.........
Hari ini Ken menjemput Zee dan bahkan ia rela menunggu sampai pekerjaan Zee selesai.
Dan saat ini, kedua nya sudah masuk ke dalam mobil Ken.
"Aku punya hadiah untuk mu" seru Ken sembari menyerahkan kotak ponsel pada Zee.
__ADS_1
"Ponsel baru?" pekik Zee.
"Tentu saja itu ponsel baru, masih ada kotak nya" jawab Ken yang langsung membuat Zee tertawa geli.
"Maksud ku... Emm, ya, benar" gumam Zee kemudian karena ia tidak tahu harus berkata apa lagi, tadi ia mengatakan demikian karena Ken mengatakan memiliki hadiah untuk nya namun hadiah tanpa di bungkus kotak hadiah rasa nya seperti ada yang kurang sehingga Zee memekik seperti itu.
"Semua nya sudah aku atur, tinggal pindahkan saja sim card mu" kata Ken sembari menjalankan mobil nya.
"Terima kasih, Sayang. Sebenarnya aku memang ingin membeli ponsel baru bulan depan" kata Zee sembari membuka kotak ponsel itu dan ia tercengang karena ponsel itu adalah ponsel keluaran terbaru yang sudah pasti sangat mahal, Zee bahkan memperhatikan kotak ponsel itu, membolak balik nya seolah ia tidak percaya bisa memiliki ponsel itu.
"Ya cukup, cuma aku mau nabung buat beli mobil dulu biar kemana mana tuh enak, tidak menunggu Kayla terus. Aku juga ingin pindah rumah tapi ya... Masih rencana, masih kumpulkan uang" jawab Zee.
"Good girl" ujar Zee sembari mengusap kepala Zee dengan tangan kiri nya.
__ADS_1
"Aku bangga sama kamu, Love" seru Ken yang tentu saja membuat Zee senang.
"Harus dong, tapi sayang nya orang orang yang tahu hubungan kita justru berfikir aku memanfaatkan mu. Apa lagi mereka tahu jembatan ku bisa masuk dunia modelling ini adalah Tante Celine" lirih Zee dan sungguh ia sedih dengan kabar itu, entah yang ia dengar secara langsung, dari beberapa artikel yang ia baca yang memuat gosip tentang diri nya maupun dari komentar manusia manusia di akun media sosial nya.
"Jangan perdulikan kata orang, kan sudah aku bilang, selama mereka tidak membuat karya mu merosot apa lagi membuat isi rekening mu berkurang, ya kamu abaikan saja. Kamu berada di posisi ini karena kerja keras mu sendiri, Love"
"Yeah, aku tahu. Tapi tetap saja kadang aku kesal, kadang juga sedih. Seolah hal hal negatif tentang ku akan selalu ada apapun yang aku lakukan" lirih Zee lagi.
"Bukan kah Mama juga sudah bilang, di dunia ini akan ada dua macam orang dalam hidup mu, haters dan lovers. Dan asal kamu tahu, sebenarnya dua dua nya bisa memberikan dampak yang positif pada karir mu. Contoh nya, kamu di bicarakan, di gosipkan ini itu oleh haters kamu, itu justru akan membuat kamu semakin terkenal dan orang orang akan semakin penasaran sama kamu"
"Benar juga ya" gumam Zee sambil terkekeh.
"Iya, kuatkan saja mental mu, hm"
__ADS_1
"Okey, Sayang"