
Perjalanan ke Villa sangat di nikmati oleh Ken dan Zee. Dan setelah mendengar cerita Ken tadi, Zee hanya bisa terdiam. Apa lagi ketika ia memandangi wajah dingin sang pacar, ada guratan luka yang nampak di sembunyikan di sana. Zee pun membalas genggaman tangan Ken dengan erat, seolah memberi tahu bahwa ia ada di sana untuk Ken. Zee tak pernah menyangka, di balik sikap arogan nya ternyata Ken menyimpan hati yang rapuh. Di balik wajah dingin nya, ternyata Ken menyimpan perasaan yang hancur dan trauma yang mendalam.
Dan selebihnya, kedua nya kembali membicarakan hal hal tidak penting yang terkadang membuat Zee mendengus, dan Ken akan tersenyum gemas. Membuat Zee terpukau dengan senyum itu, senyum yang hanya bisa di lihat oleh orang orang pilihan.
Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhir nya Ken sampai di Villa nya. Dia langsung di sambut oleh seorang wanita paruh baya yang berpenampilan sangat rapi.
"Zee, dia Tante Erin. Yang mengurus Villa ini. Dan ini Zendaya, Tante Erin. Pacar ku" Zee kembali tersipu saat Ken memperkenalkan nya sebagai pacar pada Bu Erin, apa lagi Ken melingkarkan lengan nya di pundak Zee.
"Oh, begitu. Halo, Zendaya..." Bu Erin mengulurkan tangan nya pada Zee dan Zee pun segera menyambut nya.
"Panggil Zee saja, Tante" ujar Zee memberi tahu.
"Oh ya, Tante. Tolong belikan siapkan baju untuk Zee, em lengkap dengan dalaman nya ya" tukas Ken yang membuat Zee semakin malu.
__ADS_1
"Aku bisa membeli sendiri, Ken"
"Tidak, kamu pasti lelah. Kita istirahat saja di dalam" Ken menarik tangan Zee dan kedua nya pun masuk ke dalam Villa.
"Kita akan melakukan apa di sini, Ken?" tanya Zee kemudian sembari menatap setiap sudut villa itu.
"Melakukan apa yang orang pacaran lakukan" jawab Ken dengan santai, ia melepaskan jas nya yang sejak tadi setia membalut tubuh nya. Sementara Zee terdiam mendengar jawaban ambigu pacar nya itu.
"Memang nya apa yang orang pacaran lakukan di villa?" tanya Zee dengan polos nya.
"Wow, jadi kita sama sama tidak punya pengalaman berpacaran" gumam Ken yang membuat Zee terkekeh.
"Jadi, kita lakukan saja pacaran ala kita"
__ADS_1
"Pacaran ala kita? Maksudnya?"
"Entahlah, kita lihat saja apa yang akan kita lakukan nanti"
...... ...
Sementara itu, Nyonya Celine saat ini sedang berkunjung ke kantor Ken tanpa ia tahu bahwa putra nya itu telah pergi berpacaran. Maksud kedatangan Nyonya Celine hanya untuk mengajak putra nya pulang bersama dan sekalian mampir makan malam, namun Nyonya Celine terkejut saat di beri tahu oleh Lula bahwa Ken tidak di kantor seharian.
"Bolos kemana anak itu?" gumam Nyonya Celine yang merasa bingung.
"Tadi sebelum Pak Kenzo pergi, dia bilang akan menemui pacar nya, Bu"
"Pacar? Zee? Apa karena itu dia meminta informasi tentang Zee?" gumam Nyonya Celine yang memasang wajah serius nya, namun di detik berikut nya bibir nya menyunggingkan senyum samar.
__ADS_1
"Hm, jadi begini perubahan mu, Ken" gumam nya lagi, ia pun merogoh ponsel nya dari tas nya kemudian menghubungi putra semata wayang nya itu. Dan saat mendapatkan jawaban, ia pun langsung melontarkan pertanyaan yang langsung ke inti nya.
"Kamu bawa Zee kemana?"