A DREAMER

A DREAMER
Episode 90


__ADS_3

Benar saja, Pak Arif menerima paket yang katanya berisi barang untuk Zee.


"Jangan di buka, Mas" seru Bu Susan saat suaminya itu membuka paket yang tertera nama Zendaya.


"Aku penasaran sama isinya" kata Pak Arif "Insting ku mengatakan hal yang tidak baik, biasanya insting orang tua itu tidak salah" lanjutnya penuh keyakinan.


"Nah, bener kan?" seru Pak Arif sembari mengangkat baju yang Ken siapkan untuk Zee. Bu Susan pun menganga melihat apa yang saat ini sedang di pegang suaminya, sebuah gaun yang lebih seperti jaring jaring ikan.


"Ken suruh Zee pakai beginian? Yang benar saja..." geram Pak Arif marah sementara Bu Susan masih melongo memperhatikan gaun berwarna merah terang itu, atau yang biasa orang sebut lingerie.


.........


"Ini gaun yang kamu kirim untuk Zee?" pekik Ken saat Lula memberikan gambar lingerie yang ia kirim untuk Zee dan dengan polos nya Lula mengangguk.


"Astaga, Lula. Kami mau makan malam, bukan mau malam pertama" seru Ken tak habis fikir dengan pilihan asistennya itu.


"Loh, katanya gaun malam yang cantik dan seksi, Pak. Itu saya pilihkan yang paling cantik dan seksi, best seller loh, Pak. Harganya yang paling mahal" ujar Lula membela diri.


"Astaga, Lula..." geram Ken lagi "Bisa di cincang aku sama Om Arif kalau dia sampai tahu aku mengirim lingerie untuk Zee"

__ADS_1


.........


"Hehe..."


"Hehe..."


"Papa, hehe..."


Zee hanya cengengesan setelah ia di omeli oleh ayahnya gara gara lingerie yang Ken kirim, Pak Arif benar benar tampak kesal namun entah kenapa Zee justru merasa itu sangat lucu dan ia terus cekikikan sejak tadi sambil memperhatikan lingerie merah yang tampak menggoda itu.


"Malah cengengesan kamu, Zee. Ini buat apa Ken ngirim baju belum selesai di jahit begini?" tanya Pak Arif kesal.


"Iya, Mas. Mahal banget, harganya seharga semua bajuku di lemari" sambung Bu Susan.


"Mungkin Ken salah kirim, Pa" kata Zee yang masih mesem mesem.


"Maksudnya salah kirim? Dia mau ngirim ke wanita lain?" tanya Pak Arif yang membuat Zee tertawa.


"Biar aku telfon orangnya dulu..." ujar Zee dan saat ia hendak menghubungi Ken, Ken justru menghubungi nya lebih dulu dan tentu Zee dengan cepat menjawab panggilan Ken.

__ADS_1


"Zee, Lula salah kirim barang!" kata Ken dengan cepat yang membuat Zee langsung tertawa geli, apalagi suara Ken terdengar cemas.


"Iya, tidak apa apa. Barangnya sudah sampai, aku suka kok" jawab Zee di sela tawa nya.


"Astaga, Zee. Bagaimana bisa kamu suka barang begitu?" tanya Ken yang membuat Zee kembali tergelak.


"Nanti kamu juga akan suka, kalau sudah aku pakai... Auh, papa." rengek Zee karena ayahnya itu menjewer telinga Zee.


"Jangan memancing fantasy Ken, Zendaya!" desis ayahnya tajam.


...... ...


Sementara itu, Ken tertawa kecil mendengar apa yang di katakan Zee. Dan benar kata Pak Arif, Zee memancing fantasi Ken. Sekarang Ken memikirkan bagaiamana jika Zee memakai baju jaring jaring itu. Pasti sangat seksi dan menggoda, tentu nya.


"Baiklah, Love. Kamu pakai saja gaun yang kamu punya malam ini ya, dan tolong jangan marah. Itu kerjaan Lula"


"Tidak apa apa, tapi lain kali kamu kalau mau kasih apa apa buat aku, ya kamu pilih sendiri"


"Baiklah, Love. Ini tidak akan terjadi lagi"

__ADS_1


__ADS_2