A DREAMER

A DREAMER
Episode 34 - Bagaiamana Caranya?


__ADS_3

Makan malam romantis Ken dan Zee berlangsung dengan lancar, kedua nya sering mencuri pandang dan bahkan sesekali memberanikan diri menatap dengan intens. Hal itu semakin memacu detak jantung mereka, membuat perasaan mereka berdebar.


Dan setelah makan malam malam selesai, Ken menyetel sebuah lagu dan ia mengajak Zee berdansa.


"Tapi aku tidak tahu cara berdansa, Ken" kata Zee yang kini berdiri berhadapan dengan Ken dengan sangat dekat.


"Aku akan mengajari mu, Pacar" kata Ken dengan suara berat nya, ia menarik tangan Zee dan ia sampirkan di pundak nya, sementara kedua tangan Ken kini ia letakkan di pinggang ramping Zee.


"Ikuti gerakan ku, Pacar" ujar Ken lagi kemudian ia mulai bergerak perlahan dan Zee mengikuti nya dengan baik.


"Ternyata kau tipe orang yang tanggap ya..." ujar Ken di tengah asyik nya menikmati dansa mereka.


"Ya, aku akui aku memang sangat cepat belajar. Karena itulah aku sangat yakin aku bisa mendapatkan pekerjaan yang baik di perusahaan yang bagus, tapi ternayata ekspektasi tak selalu sesuai realita" lirih Zee yang masih terus mengikuti gerakan Ken.


"Itu lah dunia, Pacar. Dunia itu keras, kejam, dan tak mengenal belas kasih" tukas Ken dengan tegas.

__ADS_1


"Kau benar, Ken. Dulu aku terlalu naif, berfikir menjadi orang baik dan pintar itu sudah sangat cukup untuk bertahan hidup di dunia ini apa lagi aku selalu berpegang pada keyakinan bahwa Tuhan itu adil. Dan ya, Tuhan memang adil tapi sistem di dunia ini tidak adil. Orang kaya dan orang miskin punya mimpi yang sama, tapi tak memiliki kesempatan yang sama. Yang kaya semakin kaya, sangat mudah menjadi orang sukses dengan berbagai keuntungan. Sementara yang miskin semakin miskin dengan berbagai kendala yang sulit di tembus"


Ken terdiam mendengar penuturan Zee, ia tak pernah merasakan bagaimana rasa nya menjadi orang miskin apa lagi berjuang dari nol. Dan Zee benar, orang kaya semakin kaya karena mereka memiliki berbagai keuntungan.


"Zendaya..." lirih Ken kemudian setelah kedua nya sama sama diam, tatapan kedua nya bertemu dengan tatapan yang begitu dalam.


"Kamu punya kesempatan, Sayang. Buktikan pada dunia bahwa tidak ada yang bisa menghalangi seseorang untuk menjadi sukses apapun latar belakang nya, aku akan mendukung mu" ucap nya kemudian yang membuat Zee tersenyum.


"Kamu sudah sangat mendukung ku selama ini, Ken. Kamu adalah inspirasi ku, dan aku termotivasi dari mu. Karena itu lah aku sangat mencintaimu. Sekalipun kamu mencintai ku karena penampilan ku, aku tak masalah danbaku akan selalu memperbaiki penampilan ku" tutur Zee yang membuat Ken terkekeh.


"Apa perlu aku juga menyatakan cinta pada mu, Pacar?" tanya nya kemudian.


"Apa kau memang mencintai ku, Ken?" tanya Zee antusias.


"Aku tidak tahu" jawab Ken yang membuat Zee terperangah.

__ADS_1


"Kau tidak mencintai ku?" pekik Zee dan ia melepaskan diri dari Ken.


"Aku tidak tahu, Pacar. Aku tidak punya pengalaman dalam cinta jadi aku tidak tahu apakah aku mencintaimu atau tidak" tutur Ken dengan jujur.


"Astaga, Ken. Hal sederhana itu kau tidak tahu?"


"Karena itulah aku mengajak mu kesini, aku ingin dekat dengan mu dan ingin tahu perasaan ku"


"Kenapa harus jauh jauh ke Villa?"


"Karena kalau di kota kita akan sama sama sibuk"


"Benar juga ya..."


"Jadi karena itu lah, berikan aku kesempatan untuk tahu perasaan ku pada mu"

__ADS_1


"Bagaiamana cara nya?"


__ADS_2