A DREAMER

A DREAMER
Episode 14 - Cemburu kan?


__ADS_3

Semakin hari Ken merasa ia semakin dekat dengan Zee, apa lagi Ken selalu saja punya tugas untuk Zee yang membuat Zee harus sering datang ke kantor Ken. Tentu saja Zee tidak masalah, sekalian ia datang untuk pamer senyum pada Sabina yang entah kenapa dan dari kapan, mereka seperti musuh saja.


Dan aneh nya, yang paling aneh selama Zee bekerja di rumah Ken adalah Ken yang meminta Zee memasak makan siang hari ini. Zee bahkan tercengang masih dengan gagang telfon di telinga nya.


"Zee, kamu dengar aku kan? Cepat buatkan makan siang, aku sudah lapar" tukas Ken lagi dari seberang telfon yang segera menyadarkan lamunan Zee.


"Eh, tapi kan Taun tidak pernah makan masakan rumah, biasa nya juga selalu beli" jawab Zee.


"Aku bos kamu, tugas kamu menuruti semua perintah ku, Zee. Pokok nya harus cepat, awas saja kalau telat. Aku pecat kamu" gertak nya yang membuat Zee meringis.


"Ba... Baik, Tuan. Saya masak se..." belum selesai Zee berbicara, Ken sudah memutuskan sambungan telfon nya.


"Duh, dasar iblis tampan" gerutu Zee dan ia segera pergi ke dapur. Meskipun Zee tidak di tugaskan memasak untuk Tuan dan Nyonya nya, namun isi kulkas sangat lengkap karena Zee harus memasak untuk diri nya sendiri juga Pak Tono.


Supaya cepat, Zee hanya memasak nasi goreng yang di campur udang.

__ADS_1


....


Kini Zee sudah sampai di kantor Ken, dan Zee kembali menjadi pusat perhatian disana namun kali ini dari sudut pandang yang positif. Zee sudah bisa berdandan, gaya pakaian nya juga jauh lebih baik dari sebelumnya.


Di lobi, Zee melihat Sabina yang tampak nya akan pergi. Zee menghampiri nya dan menyapa Sabina dengan sangat manis.


"Hai, Sabina..." sapa nya, Sabina yang melihat Zee langsung menampilkan wajah jutek nya apa lagi setelah kejadian di pesta.


"Kamu tahu engga, aku datang ke sini mau melamar pekerjaan lho" ujar Zee kemudian yang membuat pupil mata Sabina langsung membesar "Kamu tahu kan, kalau sebenarnya aku wanita yang pintar, percaya diri. Nilai ku juga sangat bagus, jadi pasti tidak akan sulit menerima ku, kan? Apa lagi sekarang aku sudah tahu cara mempercantik diri" ucap Zee yang membuat Sabina hanya bisa menggeram.


"Oh ya, sekarang aku harus menemui Ken. bye, Sabina..." Zee berjalan melewati Sabina sembari mengibaskan rambut nya, membuat Sabina memutar bola mata nya.


Ia pun pergi ke ruangan Ken, setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk, Zee pun segera masuk dan Ken tercengang karena lagi lagi Zee tampil cantik.


"Tuan, maka...."

__ADS_1


"Kamu punya celana panjang kan, huh?" seru Ken kemudian yang membuat Zee mengernyit bingung.


"Maksud nya?" cicit Zee.


"Maksud ku, kamu itu kalau datang ke kantor ini harus pakai celana panjang, pakai baju panjang, pakai jaket, pakai topi" tukas Ken sembari berdiri dan menyambar makanan yang di bawa Zee.


"Tapi, Tu...."


"Engga usah membantah, Zee. Kamu senang ya di perhatikan karyawan laki-laki di sini? Di puji puji cantik sama mereka..." Ken sewot seperti kekasih yang sedang cemburu, dan itu malah memberikan ide jahil pada Zee.


"Memang nya kenapa kalau saya di perhatikan, Tuan? Kan itu bagus..." kata Zee sambil cengengesan.


"Bagus apa nya? Ya engga bagus lah, di pandangi pria lain kok bagus" kata Ken yang kini kembali duduk di kursi kebesaran nya.


"Ya siapa sih yang engga mau di perhatikan, Tuan..." kata Zee lagi "Kecuali, emm apa jangan jangan Tuan Kenzo cemburu ya kalau aku di perhatikan pria lain?" goda Zee yang langsung membuat Ken melemparkan tatapan maut nya pada Zee.

__ADS_1


"Pulang sana, setrika baju baju sampai halus. Ada yang kusut sedikit saja, aku pecat kamu!!!" gertak nya yang membuat Zee langsung merengut, ia masih berdiri sambil menatap Ken dengan kesal.


"Dua detik lagi masih berdiri di sini, aku pecat kamu!!!" gertak Ken lagi yang membuat Zee langsung lari terbirit-birit keluar.


__ADS_2