
Sabina menyebarkan gosip bahwa popularitas Zee naik karena Kenzo, sebenarnya itu gosip yang sudah menjadi lagu lama namun Sabina menambahkan bahwa Zee tidur dengan Ken agar Ken mau membantu nya menjadi model. Tentu Sabina menggunakan cara halus untuk menyebarkan gosip itu dan seperti wabah, berita negatif akan sangat cepat menyebar. Cemburu dan iri yang di rasakan Sabina pada Zee benar benar sudah pada puncak nya, apa lagi semakin hari Sabina melihat Ken dan Zee semakin dekat.
Berita miring itu akhirnya sampai juga di telinga Ken dan tentu Ken sangat marah, ia segera memerintahkan orang kepercayaan nya yang ahli di bidang IT untuk menelusuri dari mana asal nya berita itu.
Sementara itu, Zee yang saat ini masih tidak tahu apapun tentang berita miring nya justru menjalani hari dengan semangat. Apa lagi hari ini ia akan pergi ke pantai untuk melakukan pemotretan di sana, meskipun ia akan bekerja dengan Sabina namun Zee tak lagi takut.
"Mungkin aku akan menginap di sana, Ma" pamit Zee pada Ibu nya sebelum berangkat.
"Iya, telfon Mama kalau sudah sampai ya" tukas Mama nya sembari memeluk Zee.
"Pasti, bilangin juga sama Papa aku berangkat kerja. Nanti malam aku akan telfon kalian"
"Kamu sudah memberi tahu Ken, Zee?"
__ADS_1
"Sudah, Ma. Dia izinin kok, asal telfon kata nya" Mama nya Zee tersenyum mendengar ucapan Zee, ia merasa sangat beruntung karena mempunyai calon menantu seperti Ken. Bukan karena siapa Ken melainkan seperti Apa Ken memperlakukan Zee.
Tak lama kemudian Kayla datang untuk menjemput Zee, Kayla yang juga sudah membaca berita miring tentang Zee merasa kasihan pada Zee dan melihat raut wajah Zee yang tampak senang, Kayla yakin Zee pasti belum tahu gosip miring tentang diri nya.
"Sudah siap?" seru Kayla dari dalam mobil.
"Sudah" jawab Zee "Pergi dulu ya, Ma. Bye" Zee mengecup pipi sang Mama sebelum bergegas masuk ke dalam mobil Kayla.
...... ...
"Belum, Pak. Gosip ini menyebar dari satu akun ke akun yang lain, dan ini seperti asap di udara. Tidak tahu dimana api nya" jawab Arga.
"Aku tidak mau tahu, Arga. Kamu harus menemukan siapa pelaku nya, aku akan menyeret nya ke meja hijau!" geram Ken dengan amarah yang meluap, hingga ia merasakan ponsel nya yang bergetar dalam saku jas nya. Ken segera merogoh nya dan emosi nya sedikit menguap saat tertera nama 'Pacar' di layar ponsel nya itu.
__ADS_1
"Halo, Love..." Ken menyapa dengan sangat manis seperti biasa.
"Hai, Sayang. Kamu tidak sibuk?" dada Ken berdebar mendengar pertanyaan Zee karena Ken sangat takut Zee mengetahui gosip ini dan yang pasti itu akan membuat Zee sedih.
"Tidak, Love. Kamu sudah berangkat?" tanya Ken.
"Iya, aku lagi di jalan sama Kayla. Mumpung ada waktu luang jadi aku rasa kita bisa berbicara" Ken tersenyum samar mendengar ucapan sang kekasih, rupa nya cukup satu kali pelajaran sudah membuat Zee kapok dan dengan cepat ia memperbaiki diri.
"Hem, begitu. Aku rasa jika aku ada waktu, aku akan menyusul mu kesana"
"Benarkah?"
"Tentu saja, Love. Kita belum pernah pergi ke pantai, apa lagi besok lusa hari sabtu. Waktu nya liburan kan?"
__ADS_1
"Benar juga, itu ide yang bagus" Zee terdengar girang menyambut ide Ken itu, membuat Ken pun merasa bahagia.
"Pak, sudah dapat"