
Ken dan Arga langsung mendatangi kantor wanita yang berprofesi sebagai jurnalis yang telah sangat lancang membuat berita miring tentang kekasih Kenzo Alvian. Wanita itu bernama Maya, usia 25 tahun dan sudah menjadi journalis sejak dua tahun yang lalu. Itu lah informasi yang Arga dapatkan, tak hanya itu, Maya merupakan anak yatim piatu yang kini tinggal sendirian di sebuah kos kosan dan Arga pun tahu alamat lengkap wanita itu.
"Aku mencari Maya!" teriak Ken saat ia berada di tengah para karyawan yang sedang sibuk bekerja. Hingga seorang gadis berkacamata dengan rambut yang di ikat dua pun berdiri dan berkata
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya nya. Perhatian Ken dan Arga pun langsung tertuju pada wanita itu yang kini membenarkan letak kaca mata nya.
"Kamu yang nama nya Maya?" tanya Ken mendesis tajam dan wanita bernama Maya itu pun mengangguk.
"Sialan..." geram Ken dan ia mendekati Maya dengan amarah yang terlihat jelas di mata nya, bahkan Maya yang menyadari hal itu langsung meneguk ludah dan tampak takut saat ia menyadari siapa yang mencari nya.
__ADS_1
"Bu_bukan. Saya bukan bukan Maya" elak Maya kemudian namun sudah terlambat, Ken dan Arga sudah berdiri di depan nya dan menatap wanita itu dengan tajam
"Berani nya kamu menulis berita miring tentang kekasih ku!" desis Ken dan bahkan ia menarik leher baju Maya membuat semua orang menjadi panik, begitu juga dengan Arga. Karena selama bertahun tahun bekerja dengan Ken, baru kali ini ia melihat Ken sangat marah. Sementara Maya menahan nafas kuat kuat dan memejamkan mata saking takut nya saat tatapan nya bertemu dengan tatapan Kenzo.
"Pak, dia... Ketakutan" Arga memperingatkan namun seperti nya Ken tak perduli.
"Kamu tahu? Apa yang kamu tulis itu bisa menjadi racun untuk orang lain" desis Ken sembari melepaskan Maya, membuat Maya bernafas lega.
"Kenapa malah diam? Usir dua pria itu, meraka menyakiti Maya" seru salah satu teman Maya.
__ADS_1
"Kamu tidak tahu siapa pria itu? Kenzo Alvian dan tangan kanan nya, Arga Diwantara. Kenapa Maya bisa berurusan dengan kedua pria berbahaya itu?" tanya salah satu security itu setengah berbisik.
"Kenzo? Pacar nya Zendaya?"
.........
Pemotretan Zee dan Sabina tidak berjalan lancar, di karenakan saat kedua nya melakukan pemotretan berpasangan, maka Sabina akan selalu membuat masalah yang membuat pemotretan itu tidak selasai bahkan sampai matahari mulai terbenam.
"Kamu bisa profesional kan, Sabina Mahendra?" tukas sang fotografer yang juga merasa lelah sendiri saat mengatur Sabina.
__ADS_1
"Kenapa aku yang di pertanyakan? Tentu aku sangat profesional, aku sudah lama menjadi model" tukas Sabina dengan sombong nya "Kamu tanyakan saja pada model baru ini, yang belum bisa apa apa. Kalau saja kamu tidak memilih dia, semua nya pasti berjalan lancar" lanjut nya yang mamancing emosi Zee.
"Aku memang masih junior kamu, Sabina. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan, sejak tadi aku selalu patuh tapi kamu sendiri yang sok cantik dan berpose seenak mu" balas Zee yang tak mua kalah "Kalau kamu mau berpose seenak mu, selfi saja. Bukan melakukan pemotretan seperti ini!" desis Zee yang membuat Sabina mengepalkan tangan nya kuat kuat