A DREAMER

A DREAMER
Episode 94


__ADS_3

Cemburu, itulah yang Ken rasakan saat ia mengetahui postingan Jose yang membela Zee. Jose bahkan menyertakan foto Zee dan Jose yang terlihat sangat akrab, postingan itu juga sudah di like, di komentari bahkan di bagikan oleh banyak orang.


Bahkan, Zee pun berkomentar di postingan Jose membuat rasa cemburu Ken semakin menjadi.


"Harus di kasih pelajaran gadis satu ini," kata Ken sembari menutup laptopnya.


Sementara di sisi lain, Sabina justru menemui Zee dan mengejek Zee karena kembali ada gosip tidak baik beredar.


"Ini tidak ada yang memulainya loh ya, kamu sendiri yang membuat namamu jadi jelek," kata Sabina yang membuat Zee tertawa geli.

__ADS_1


"Kamu itu sudah lama ada di dunia ini, Bi. Masak kamu masih tidak mengerti cara kerjanya? Ya memang begini cara kerjanya, gosip, gosip dan gosip. Dan tidak ada manusia bodoh yang mau membuat namanya jelek, yang ada hanya manusia iri yang mau membuat nama orang lain jelek," kata Zee dengan tenangnya yang membuat Sabina mendengus.


"Bilang saja kamu itu memang sombong, mentang-mentang sudah jadi model padahal sebelumnya itu hanya pembantu," ucap Sabina yang seolah masih tak terima dengan jawaban Zee.


"Terus kenapa kalau jadi pembantu sebelumnya? Itu pekerjaan halal, dan aku sangat bersyukur Karena aku pernah menjadi pembantu dirumah Tante Celine, karena setelah ini aku akan menjadi menantunya. Aku dan Ken akan segera menikah, kamu tunggu saja undangan kami, ya." Sabina terperangah mendengar pengakuan Zee.


"Sudahlah, adik ipar. Berhenti mencoba menjatuhkan ku, karena aku...," Zee mendekati Sabina dan ia berdiri tepat didepan Sabina dengan tatapan yang begitu tajam menatap mata Sabina "Aku bukan Zendaya yang dulu, yang kamu hancurkan mental dan rasa percaya diri dengan komentar pedasmu tentang penampilanku," ucap Zee dengan tegas.


"Aku yang bodoh saat itu, karena aku hanya mendengarkan komentarmu tanpa melihat diriku sendiri, kamampuan ku, kelebihanku. Dan kamu ingat? Kamu pernah bilang, penampilan cleaning service dikantor Ken jauh lebih menarik? Dan sekarang kamu lihat aku," seru Zee kemudian ia melangkah mundur sambil membentangkan kedua tangannya dan berputar di depan Sabina.

__ADS_1


Saat ini Zee memang terlihat sangat cantik, dengan gaun berwarna merah menyala dan dengan make up yang membuat semua orang pangling. Zee memang ada pemotretan dengan tema 'luxury' bersama beberapa model berbakat lainnya.


"Aku bisa mengubah penampilanku dengan sangat mudah, karena kualitas itu ada di sini dan di sini." Zee menunjuk kepala dan dadanya sendiri "kepintaran dan kebaikan yang tidak akan bisa dengan mudah di rubah, Sabina. Sekarang penampilanku berubah tapi apakah pekerjaan cleaning service itu berubah padahal penampilan dia jauh lebih baik dari aku? Kamu lupa, tidak bisa dandan bukan berarti tidak pintar. Berasal dari kota kecil bukan berarti tidak punya kemampuan, kamu tahu? Kalau fikiran mu hanya melihat penampilan dan latar belakang seseorang, berarti main mu kurang jauh." Zee berkata dengan senyum kepuasan karena lagi lagi ia berhasil membungkam Sabina.


Sementara Kayla, ia pun juga tersenyum puas melihat baru kali ini ada seseorang yang selalu mampu mengalahkan Sabina dalam segala hal.


Suasana di ruangan itu begitu tegang dan mencekam apalagi Sabina yang tampaknya sangat marah pada Zee namun Sabina tidak tahu harus membalas ucapan Zee seperti apa karena apa yang dikatakan Zee memang benar adanya, Zee telah mengubah takdir hidupnya, melebihi apa yang Zee harapkan. Bahkan pemotretan ini juga di inginkan oleh Sabina, namun ia tidak punya kesempatan bahkan setelah mencoba menggunakan cara halus dan di bantu oleh orang dalam.


"Sekarang pergilah dari sini, atau kamu bisa tetap disini dan menyaksikan jalannya pemotretanku, adik ipar"

__ADS_1


__ADS_2