
"Good girl, sekarang kita ke Villa"
"Apa?" pekik Zee yang membuat Ken terkekeh, apa lagi raut wajah Zee tampak sangat menggemaskan di mata nya.
"Kenapa kamu terkejut? Hanya sebentar, aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu. Lagi pula kata Kayla kamu tidak punya agenda apapun sampai besok siang" tutur Ken panjang lebar yang membuat Zee kembali tercengang, Ken benar benar berbeda 180 derajat dari sebelumnya.
"Tapi aku belum izin Mama Papa, Ken. Nanti mereka khawatir" tukas Zee.
"Aku sudah menyuruh Kayla untuk memberi tahu orang tua mu, jangan khawatir. Kita akan menginap di sana" tukas Ken lagi, ia duduk tegak di kursi nya dan kemudian menyalakan mobil nya.
"Kita menginap?" tanya Zee tak percaya.
__ADS_1
"Iya, karena tidak mungkin kita bolak balik begitu saja. Jarak nya cukup jauh, besok siang kita pulang" kata Ken yang kini mulai menjalankan mobil nya
"Tapi aku tidak bawa baju, Ken" rengek Zee yang sudah seperti pacar saja.
"Itu urusan gampang, sekarang nikmati perjalanan ini, hm? Kita kan pacaran, ini jalan jalan pertama kita sebagai pacar. Kamu harus happy!" tukas Ken yang bukan nya membuat Zee senang justru membuat Zee mendengus.
"Happy itu bukan sesuatu yang bisa di perintahkan" jawab Zee ketus, ia membuang pandangan nya keluar dan menatap gedung gedung yang ia lewati.
"Kenapa sekarang kamu membuang muka? Biasa nya kamu kan suka diam diam memandang ku" tukas Ken lagi dengan tenang yang membuat pupil mata Zee langsung melebar sempurna, pipi nya merona karena ternayata Ken tahu ia sering mencuri pandang pada iblis tampan nya ini.
"Sering, saat di rumah, saat di kantor, terutama saat fashion show. Apa maksud mu mengedipkan mata pada ku, hm?" Ken bertanya dengan sangat tenang, namun entah mengapa pertanyaan itu seperti mengintimidasi Zee dan bahkan membuat ia semakin tersipu.
__ADS_1
"Kenapa diam saja, Pacar? Bukan kah selama ini kamu sering banyak bicara?" tanya Ken lagi yang membuat Zee semakin merona dan ia kembali membuang muka.
"Pacar? Jawab atau aku cium lagi" ancam Ken yang membuat Zee langsung melotot pada pria itu.
"Ya aku, aku gugup sekarang" jawab Zee akhirnya sambil menundukkan wajah nya.
"Gugup kenapa?" tanya Ken masih dengan sangat tenang.
"Entahlah, Ken. Sejak pertama melihat mu, aku merasakan sesuatu yang berdebar di dada ku" jawab Zee jujur sembari mengingat kembali pertemuan pertama nya dengan Ken.
"Benarkah? Mungkin karena kamu berfikir aku seperti iblis" kata Ken yang kembali membuat pupil mata Zee melebar.
__ADS_1
"Aku pernah mendengar gerutuan mu itu, Pacar" ucap Ken sembari terkekeh dan Zee sekarang menatap Ken dengan rasa bersalah, ia takut Ken tersinggung dengan ucapan nya namun Ken sama sekali tak masalah dengan hal itu. Ken menarik tangan Zee dan menggenggam nya dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanan nya masih fokus di setir. Jantung Zee semakin berdebar tidak karuan saat Ken meremas tangan nya.
"Aku tidak tahu kenapa aku bersikap begini, hanya saja saat Papa meninggal, aku seperti kehilangan separuh jiwa ku. Itu benar benar pukulan yang sangat berat untuk ku, sejak kecil aku lebih dekat dengan Papa dari pada Mama. Dan pagi itu, dia mengantar ku ke sekolah seperti biasa. Kami membicarakan banyak hal selama dalam perjalanan, termasuk cita cita Papa Mama yang ingin tinggal di pinggir danau di masa tua mereka. Tapi baru beberapa jam kemudian, aku mendapatkan kabar kalau Papa kecelakaan dan meninggalkan ku untuk selama nya. Rasa nya sangat sakit saat itu, seperti seorang menghantamkan batu ke kepala ku"