
Berkata bantuan Nyonya Celine, kini Zee sudah berhasil mendapatkan surat kontrak kerja. Dimana di sana di nyatakan Zee akan menjadi model di bawah naungan Galaxy Agency selama dua tahun dan ada beberapa point perjanjian di dalam nya yang sama sekali tidak memberatkan Zee. Zee sampai tidak tahu lagi ia harus berterima kasih dengan cara apa pada majikan nya yang bak malaikat itu. Zee juga di kenalkan dengan seorang wanita yang lebih dewasa dari Zee, nama nya Kayla. Yang tak lain akan bekerja sebagai manager Zee, Nyonya Celine mengatakan ia sudah mengenal Kayla sejak beberapa tahun yang lalu jadi Zee bisa mempercayai Kayla sebagai manager nya yang akan membantu Zee dalam segala hal.
"Selamat ya, Zee. Dengan surat kontrak kerja ini, kamu bukan lagi asisten rumah tangga ku. Kamu akan menjadi seorang model, dan kamu harus siap dengan konsekuensi nya. Tanggung jawab kamu besar, pada diri kamu sendiri, pada agensi tempat mu bekerja. Pada keluarga mu" ucap Nyonya Celine yang tentu saja langsung membuat Zee mengangguk mengerti.
"Saya janji akan bertanggung jawab dengan pekerjaan saya, Nyonya" jawab Zee meyakinkan "Saya juga janji, akan selalu mengingat Nyonya dalam hidup saya"
"Oh, Zee. Kamu manis sekali, Dear" kata Nyonya Celine dan kedua nya pun berpelukan.
Setelah berbincang beberapa saat dengan Nyonya Celine, Zee pun pamit pulang. Namun sebelum pulang, Zee menemui Sabina yang kebetulan juga ada di sana. Sabina melakukan pemotretan dan Zee yang melihat nya merasa sedikit insecure, Sabina sangat pandai berpose, wajah nya sangat cantik dan ia terlihat sangat percaya diri.
"Tidak, Zee. Kamu juga hebat, kamu harus menjadi versi terhebat dalam hidup mu bukan dalam hidup orang lain" gumam Zee. Ia sengaja menunggu sampai Sabina selesai melakukan pemotretan, dan setelah selesai Sabina pergi ke ruang ganti, Zee pun mengikuti nya dan langsung masuk
"Mau apa kamu? Minta tanda tangan?" tukas Sabina dengan ketus nya, Zee melemparkan senyum sinis dan berjalan anggun mendekati Sabina sembari mengeluarkan surat kontrak kerja nya.
__ADS_1
"Bukan, karena bintang tidak memerlukan tanda bintang dari bintang yang lain" ucap Zee kemudian memperlihatkan surat kontrak kerja nya yang membuat Sabina langsung melotot terkejut, ia menganga lebar dan tak menyangka seorang Zee bisa bekerja di agensi sebesar ini?
"Sekarang aku sudah resmi menjadi model, aku bukan lagi pembantu dan kamu..." Zee menunjuk tepat di depan hidung Sabina "Kamu tidak lagi punya hak menghina ku atau pun pekerjaan ku!" tegas Zee dengan tatapan yang penuh kepuasan setelah melihat Sabina yang masih tampak shock mendapatkan kabar itu.
"Dan satu hal lagi, kamu menyukai kakak sepupu mu itu kan? Karena itu lah kamu sering berada di kantor nya. Ckckck, sayang sekali, Sabina. Aku dan Ken sudah pacaran sekarang" ucap Zee dengan tenang nya yang membuat mulut Sabina terbuka lebih lebar lagi. Sejak remaja ia memang naksir sepupu nya yang tampan dan arogan itu, ia juga selalu nempel pada Ken agar tak ada wanita lain yang mendekati nya. Tapi sekarang?
Sementara Zee kini meninggalkan Sabina dengan senyum puas di bibir nya.
"Kamu fikir aku engga tahu kalau kamu naksir Kenzo, Sabina? Haha, aduh, tapi semoga saja dia tidak konfirmasi itu ke Ken. Bisa mati aku"
Sabina kini sudah berada di kantor Ken untuk mengkonfirmasi kabar yang ia dapat dari Zee, dan dengan terburu-buru ia masuk ke ruangan Ken, Sabina ingin melabrak sepupu nya itu yang telah berani berpacaran dengan Zee.
"Ken..." teriak Sabina membuat Ken yang sedang fokus bekerja langsung terperanjat.
__ADS_1
"Apa sih, Bi?" tanya Ken ketus.
"Kamu itu apa-apaan sih, Ken? Huh? Pacaran sama cewek rendahan, selera mu serendah itu ya?" teriak nya yang membuat Ken mengernyit bingung.
"Kamu bicara apa sih?" tanya Ken kemudian kembali fokus pada laptop nya.
"Engga usah pura pura engga ngerti, Ken. Kamu pacaran sama Zee, kan?"
"Astaga, Bi..." geram Ken yang benar tak mengerti dengan apa yang terjadi pada Sabina
"Aku sedang sangat sibuk, kamu engga lihat aku, huh? Lebih baik kamu keluar, aku banyak pekerjaan" tukas Ken dingin.
"Tapi, Ken..."
__ADS_1
"Sekarang, Sabina!" titah Ken penuh penekanan yang membuat nyali Sabina langsung menciut, ia pun keluar dari ruangan Ken dengan menghentakan kaki nya.