
Arun memarkirkan mobilnya di depan rumah Kayla, kemudian ia turun dan bersamaan dengan itu, calon istrinya keluar yang membuat Arun langsung tersenyum lebar.
"Hai, Sexy..." sapa Arun dengan tatapan menggoda yang membuat Kayla terkekeh,
"Aku fikir kamu masih tidur karena pesanku belum di balas," ucap Kayla sembari memberikan ciuman mesra di pipi Arun.
"Ini sudah siang, Sayang. Masak iya aku masih tidur, yang pasti lagi tidur tuh Ken, karena semalam dia pasti begadang dan bercinta sampai lemas," ujar Arun dengan entengnya yang membuat Kayla langsung mendelik. Arun membukakan pintu untuk Kayla.
"Kamu kok frontal gitu sih kalau bicara," ujar Kayla sembari masuk ke dalam mobil.
"Aku hanya berkata yang sebenarnya," jawab Arun yang lagi-lagi membuat Kayla mendelik. Arun pun segera masuk ke dalam mobil dan menayalakannya.
Hari ini keduanya akan pergi untuk fitting wedding gown mereka, "Oh ya, nanti malam pertama kita, kamu harus siapin diri ya," ujar Arun tiba-tiba yang membuat Kayla mengernyit bingung.
"Persiapin diri untuk apa?" Tanyanya.
"Ya untuk bercinta sampai pagi," jawaban Arun itu berhasil membuat Kayla melotot terkejut.
"Astaga, apa yang ada di otak kamu itu hanya bercinta?" Tanyanya dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Aku tidak akan berbohong, dan jawabannya iya. Memangnya apa yang di tunggu pengantin setelah resepsi? Pasti malam pertama, kan?"
"Hish, dasar laki-laki," gumam Kayla.
"Kenapa hanya laki-laki yang di sebut? Perempuannya juga menunggu malam pertama, dan perempuan itu berteriak lebih kencang dan mendessah lebih kencang dari laki-laki."
"Astaga, Arun!" geram Kayla antara gemas dan kesal, sementara Arun hanya terkekeh santai.
...
Setelah mandi, Ken dan Zee menikmati makan siang mereka di atas ranjang, di karenakan Zee yang malas bergerak katanya dan bahkan dia masih hanya mengenakan bathrobe.
Ken memandangi Zee yang saat ini makan dengan sangat lahap, "Kamu seperti orang kelaparan, Love," ujar Ken sembari mengelap sudut bibir Zee yang belepotan.
"Ya juga ya, apalagi semalam kita kehabisan tenaga karena terus bercinta." kedua bola mata Zee langsung melotot sempurna mendengar apa yang di katakan oleh Ken.
"Kenapa kamu bahas itu lagi?" Tanyanya mendesis dengan wajah yang memerah.
"Kenapa? Apa kamu malu?" tanya Ken.
__ADS_1
"Lebih baik makan makananmu, Ken," ucap Zee kemudian.
"Hem, kamu malu ya?" Goda Ken sembari mengedipkan matanya, Zee hanya mendengus dan mencoba mengabaikan Ken.
"Kenapa harus malu? Aku justru ingin terus mengenang malam pertama kita, aku bahkan seolah masih mendengar desahanmu," kata Ken dengan santainya yang membuat Zee kembali mendengus.
"Kamu juga mendesah hebat, bahkan menggeram, dan terus meracau katanya benar-benar sempit dan enak" ucapnya kemudian dengan kesal yang membuat Ken langsung tergelak.
"Astaga, Sayang. Aku suka kamu yang begini, frontal, seksi,"
"Puas?"
"Sangat."
.........
Sabina masih tidak percaya Ken telah resmi menjadi suami Zee, rasanya sangat menyakitkan. Untuk mengalihkan perhatian Sabina, Papanya membawa Sabina ke kantor, namun di kantor pun, Sabina lebih banyak diam.
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi, mungkin Ken bukan jodoh kamu, Bi," ujar Papanya dengan lembut.
__ADS_1
"Hem," jawab Sabina dengan malas.
"Kamu jangan begini terus, masih banyak laki-laki yang mau sama kamu. Kamu itu cantuk, pintar, berbakat, sempurna, laki-laki manapun pasti akan bertekuk lutut sama kamu."