
Saat makan malam bersama keluarga nya, Zee memberi tahu bahwa ia di tawarkan menjadi model di fashion show oleh Nyonya Celine. Kedua orang tua nya terkejut namun tentu juga senang, berharap itu adalah awal yang bagus untuk kehidupan Zee namun mengingat Zee sebelum nya tak punya basic apapun dalam modelling, tentu mereka juga khawatir.
"Kamu yakin bisa, Zee? Sedangkan kamu tidak tahu apapun tentang dunia modelling" kata Bu Susan.
"Iya, Zee. Itu pasti tidak mudah" Ayah nya menimpali yang membuat Zee menghela nafas panjang.
"Ma, Pa. Di dunia ini tidak ada yang mudah tapi bukan berarti tidak bisa di coba juga, Nyonya Celine mau membantu ku. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini sekecil apapun kemungkinan nya aku berhasil. Lagi pula menjadi model itu gampang, hanya berjalan di atas catwalk sambil tebar senyum atau memasang wajah datar" tegas Zee penuh tekad yang tentu saja membuat orang tua nya merasa bangga.
"Iya, Nak. Kami akan mendukung mu, apapun langkah mu" jawab sang Ibu "Tapi apa Nyonya Celine tidak meminta mu diet?" tanya nya kemudian karena ia melihat putri nya itu makan nasi yang cukup banyak.
"Tidak, Ma" jawab Zee santai
"Tapi sepertinya aku memang kebanyakan makan nasi, bagaimana jika nanti perut ku gendut" gumam nya kemudian yang membuat kedua orang tua nya terkekeh.
"Berarti harus di jaga asupan mu, Zee. Tubuh mu aset mu"
.........
Keesokan hari nya Zee kembali bekerja seperti biasa. Dan karena ini akhir minggu, Nyonya Celine mengajak Zee ke salon.
"Salon?" pekik Zee dan tentu saja ia sangat antusias.
"Kamu pernah ke salon kan, Zee?" tanya Nyonya Celine sembari memasang sepatu nya.
"Pernah, Nyonya. Waktu wisuda, hehe. Karena saya tidak bisa dandan sendiri, bayar 75 ribu" kata Zee yang membuat Nyonya Celine terkekeh.
"Ya sudah, hari ini kamu tidak perlu bekerja. Kita ke salon" ajak nya.
__ADS_1
"Ma..." terdengar suara Ken yang kini sedang berjalan turun dari atas tangga "Ma, hari ini aku akan pergi. Mungkin malam atau besok pagi aku pulang, aku akan pergi bersama Arun" tutur Ken.
"Baiklah, Mama sama Zee juga mau pergi" jawab sang Mama.
"Mau di bawa kemana gadis kucel ini, Ma?" tanya Ken santai sembari melirik Zee dari ekor mata nya dan memang Zee tampak kucel, apa lagi rambut nya sudah di pastikan belum di sisir. Zee hanya merengut, karena mulut Ken benar benar pedas ketika berbicara.
"Mau Mama bawa make over, biar dia tidak kucel" jawab Mama nya yang membuat Zee cengengesan sementara Ken hanya geleng-geleng kepala.
.........
"Ini salon nya, Nyonya?" tanya Zee saat ia mereka sampai, dan tentu saja salon itu pasti langganan para sultan.
"Iya" jawab Nyonya Celine dan tak lama kemudian seorang wanita datang dan langsung menyapa Nyonya Celine dengan sangat hormat. Zee sudah menduga pasti Nyonya Celine berlangganan di salon itu itu juga.
Mereka di bawa ke ruangan khusus dan kemudian di persilaakan untuk berbaring di ranjang yang sudah di persiapkan.
"Kita massage dulu, Zee. Kamu pasti lelah kan sapu nge pel setiap hari" kata Nyonya Celine dan Zee hanya terkekeh sambil mengangguk.
"Sama saja seperti di pijat" fikir nya. "Hanya saja beda nya ini lebih lembut, lebih pelan dan yang pasti wangi minyak yang di pakai. Hem, aku suka"
Setelah sesi massage selesai , mereka melakukan perawatan tubuh lain nya, dari potong kaku, mewarnai kuku, dan bahkan cabut bulu bulu pengganggu di badan.
"AAAAA....." dua karyawana yang melayani Zee langsung menutup telinga nya saat Zee menjerit di karenakan bulu kaki nya yang di waxing, sementara Nyonya Celine hanya terkekeh melihat reaksi Zee.
"Biar halus, Zee. Kalau mau jadi model, tubuh itu aset pertama jadi harus di rawat dengan baik" tukas nya.
"Hehe, iya, Nyonya" jawab Zee kemudian sambil meringis.
__ADS_1
Mereka juga melakukan perawatan wajah, maskeran, buang komedo dan sebagai nya.
Dua jam lebih sudah Zee berada di sana dan kini ia merasa jauh lebih baik, lebih segar dan setelah menyentuh kulit wajah nya, Zee merasakan kulit wajah nya lebih lembut dan halus.
"Sudah semua, Nyonya" kata Zee senang "Terima kasih ya, Nyonya"
"Eh, belum" kata Nyonya Celine.
"Hah, kan sudah semua, Nyonya. Wajah sudah, pijat sudah, cabut bulu sudah"
"Rambut mu itu harus di rapikan, Zee"
.........
"AAAAAA..." lagi lagi Zee berteriak histeris saat rambut Zee di potong hingga pundak nya. Sejak kecil Zee sangat suka rambut panjang dan ia mencintai rambut panjang nya itu, tapi sekarang rambut nya di potong hingga pundak.
"Nyonya, rambut saya..." rengek nya bahkan ia seolah ingin menangis apa lagi melihat potongan rambut nya yang kini berjatuhan di lantai.
"Tidak apa apa, Zee. Lebih baik rambut pendek tapi bagus dan terawat, dari pada rambut panjang tapi kucel dan kusam" kata Nyonya Celine meyakinkan "Kamu percaya sama aku kan?" Zee mengangguk pasrah. Ia pun membiarkan dua orang karyawan salon itu melakukan perawatan dan kemudian menata rambut nya.
Setelah rambut nya selesai di tata, Zee pun di perbolehkan bercermin dan Zee tercengang saat melihat pantulan diri nya di cermin.
Wajah nya sudah bersih, rambut pendek nya membuat ia terlihat lebih fresh dengan gaya rambut curly yang membuat ia juga tampak anggun.
"Wow, ini beneran saya, Nyonya?" tanya Zee sembari memegang rambut nya yang terasa begitu lembut dan bergelombang.
"Bagaiamana? Kamu suka?" tanya Nyonya Celine.
__ADS_1
"Suka sekali, Nyonya" jawab Zee antusias.
"Baik lah, setelah ini kita belanja. Percuma wajah mu sudah cantik kalau baju mu itu itu saja setiap hari"