A DREAMER

A DREAMER
Episode 58


__ADS_3

"Zendaya, menikah lah dengan ku, Love. Jadilah Ibu dari anak anak ku. Temani aku hingga Tuhan menjemput salah satu dari kita"


Zee tertegun mendengar apa yang di ucapkan Ken, apa lagi Zee mengatakan hal itu sembari berlutut didepan Zee, dan ia mengeluarkan sebuah cincin permata yang sangat indah dari saku nya. Membuat Zee tak mampu lagi berkata kata, sementara Nyonya Celine dan orang tua Zee hanya terdiam mematung. Tak menyangka dengan moments lamaran Ken ini.


"Love, menikahlah dengan ku" lirih Ken dengan tatapan yang begitu dalam dan penuh harap, mata Zee berkaca-kaca, bahkan bibirnya sudah bergetar dan kemudian ia pun mengangguk beberapa kali.


"Tidak, jangan mengangguk. Aku ingin mendengar jawaban mu, Love" pinta Ken.


"Ya, Ken. Aku mau, aku mau menikah sama kamu. Aku juga mencintaimu, memiliki mu adalah bagian dari mimpi ku, aku mau..." Zee berkata dengan sangat antusias membuat membuat semua orang yang ada disana tanpa sadar ikut tersenyum senang, bahkan seolah lupa dengan gosip yang beredar sebelumnya. Nyonya Celine dan kedua orang tua Zee pun terlihat sangat bahagia, mereka bertiga saling pandang dengan tatapan yang berbinar.


Kini Ken langsung memasangkan cincin permata itu di jari manis Zee, Zee tak mampu membendung air mata haru nya. Ken berdiri tegak kemudian ia menangkup pipi Zee dan mengecup kening Zee dengan mesra.

__ADS_1


"Apakah menurut mu mereka hanya pasangan di atas ranjang?" tanya Arga yang menyindir Maya, sementara Maya hanya terdiam apa lagi ia bisa melihat Ken dan Zee memang tampak seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.


"Sebagai jurnalis, kamu akan di kenal sesuai apa yang kamu beritakan. Kenapa kamu harus mengharumkan nama mu dengan mencemari nama orang lain?" ujar Arga lagi yang membuat Maya semakin tak mampu berkata kata.


Ken dan Zee berpelukan dengan sangat erat, kebahagiaan melingkupi hati mereka.


Beda hal nya dengan Sabina, yang begitu terkejut dan tak percaya dengan apa yang baru saja di saksikan oleh nya.


"Apa, Bi?" geram Ken.


"Ken, kamu apa-apaan sih, huh?" teriak Sabina marah, dan hal itu benar benar menarik perhatian semua orang.

__ADS_1


"Apa apaan bagaimana?" tanya Ken kemudian ia menarik Zee hingga Zee berdiri di samping nya.


"Kenapa kamu melakukan semua ini? Kamu gila, huh? Kamu melamar pembantu mu sendiri?" tanya Zee.


"Sabina..." geram Nyonya Celine marah, ia pun juga beranjak dari kursi nya dan menghampiri Sabina


"Jaga omongan mu, Bi. Kamu tidak boleh merendahkan calon istri Ken, bagaimanapun juga Zee akan jadi calon kakak ipar mu, jadi kamu hormati dia" tegas Nyonya Celine yang tentu saja membuat emosi Sabina semakin memuncak.


"Aku tidak sudi punya keluarga seorang pembantu seperti dia, Tante. Tidak pantas untuk Ken, dia tidak selevel dengan kita" seru Sabina yang membuat hati kedua orang tua Zee terkesiap dan terasa begitu perih, namun mereka melihat Zee tetap tegar berada di tempat nya dan itu membuat mereka sedikit lega.


"Lalu menurut mu siapa yang pantas untuk Ken, Sabina?" tanya Zee dengan tenang namun Sabina enggan menjawab nya.

__ADS_1


__ADS_2