
Zee sungguh tak menyangka, fans pertama yang bertemu dengan nya ternyata adalah adik Arun. Dan Arun pun baru menyadari ia melihat foto Zee itu di majalah yang di beli adik nya, dari sekian banyak nya foto model itu, perhatian Arun tertuju pada Zee karena Divya melingkari wajah Zee dengan bentuk hati.
"Memang nya kenapa kamu bisa nge fans sama Zee, Dek? Dia kan bukan model terkenal" ujar Arun pada Divya. Saat ini mereka sedang makan siang bersama setelah bertemu dengan Zee tadi, sementara Zee kembali melanjutkan pekerjaan nya.
"Waktu itu aku sama Mama hadir di acara fashion show nya, Kak. Terus aku lihat Kak Zee itu percaya diri banget, aku langsung suka sama dia"
"Kamu sudah tahu kalau sebelumnya dia tidak cantik? Dulu dia kucel lho"
"Tahu, banyak foto nya beredar di internet. Aku justru semakin suka, banyak teman sekolah ku yang sekarang termotivasi dari dia untuk memperbaiki penampilan. Karena itu lah aku semakin nge-fans sama Kak Zee. Eh, Kak Zee jomblo kan?"
"Calon tidak lagi jomblo..." Arun berkata sembari mengirim foto nya pada Ken, memikirkan wajah Ken yang pasti cemburu membuat Arun tersenyum geli. Karena selama ini Ken tidak pernah dekat dengan wanita pun, dan sekali nya dekat justru pada mantan pembantu nya.
.........
Sementara itu, dada Ken langsung bergemuruh saat ia melihat Arun yang merangkul mesra Zee. Bahkan bunyi detak jantung nya seolah sampai terdengar ke telinga Ken sendiri.
__ADS_1
"Zee apa-apaan sih, kenapa dia berubah sekarang" gumam Ken kesal. Ia pun menghapus foto itu dan meletakkan kembali ponsel nya ke meja, Ken kembali melanjutkan pekerjaan nya namun fokus nya sudah terganggu. Ken justru terbayang pada Zee yang di rangkul mesra oleh sahabat sendiri nya, Ken memukul meja karena kesal.
"Aduh, kenapa aku malah kesal. Aneh" gumam Ken.
Ken pun berusaha melanjutkan pekerjaan nya dan berusaha mengenyahkan Zee dari fikiran nya namun rupa nya cukup sulit, apa lagi mengingat profesi Zee sekarang yang sebagai seorang model.
"Sepertinya Zee harus di beri peringatan supaya bisa jaga diri, bisa bahaya kalau dia dekat dekat dengan pria" geram Ken.
Di tengah sibuk nya mencoba mengusir Zee dari benak nya, Ken mendapatkan telfon dari Mama nya yang meminta Ken untuk datang ke restaurant dan makan siang bersama nya. Tanpa membuang waktu, Ken pun langsung bergegas menuju restaurant yang berlokasi di mall.
.........
"Bagaiamana, Zee? Kamu suka sama pekerjaan mu?" tanya Nyonya Celine.
"Suka, Nyonya. Tapi ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, hehe" jawab Zee.
__ADS_1
"Zee, aku kan bukan majikan mu lagi. Jadi berhenti memanggil ku Nyonya, panggil saja aku Tante" tukas Nyonya Celine apa lagi kini ia mencurigai Ken menaruh rasa pada mantan pembantu nya ini.
"I_Iya, Nyo_ Tante" ucap Zee kemudian masih sedikit sungkan.
"Begitu dong, sekarang aku ke toilet dulu ya, Zee. Paling sebentar lagi Ken datang, kalian pesan saja duluan nanti"
"Iya, Tante" jawab Zee malu malu, hati nya berdebar membayangkan Ken ia akan kembali bertemu dengan Ken.
Dan beberapa menit setelah Nyonya Celine pergi, Ken pun datang yang membuat Zee merasa salah tingkah. Namun Zee tetap berusaha tersenyum dan menyambut Ken seperti biasa.
"Selamat datang, Tuan Kenzo. Nyonya Celine sedang di toilet" tukas Zee. Ken hanya mengangguk kemudian ia memilih kursi yang ada di samping Zee.
"Zee, kamu itu benar benar tidak adil" ucap Ken kemudian dengan tenang yang membuat Zee mengernyit bingung.
"Tidak adil? Maksudnya?" tanya Zee.
__ADS_1
"Maksud ku, kenapa kamu tidak kasih tahu aku kalau kita sudah pacaran? Kamu malah kasih tahu Sabina"
"Eh?"