
Mereka pun makan dalam suasana yang sedikit canggung, di karenakan Ken yang selalu bersikap tak selayak nya menurut Zee.
Bagaiamana bisa di bilang layak? Ken selalu memandang sinis Jose, dan jika Jose mencoba mencairkan suasana dan bersikap ramah pada Ken, Ken justru mengabaikan nya seolah tak mendengar ucapan Jose, bahkan seolah tak menganggap Jose ada.
"Ken..." lirih Zee kemudian.
"Hm" Ken hanya menggumam sembari mengunyah makanan nya.
"Tidak apa apa" jawab Zee malas dan itu menarik perhatian Ken, ia segera mendongak dan menatap sang pacar.
"Kenapa, Pacar? Kamu butuh sesuatu?" tanya Ken yang kembali membuat Zee tersenyum.
"Iya, butuh suasana tenang. Kamu jangan cuek begitu sama Jose, Jose kan senior aku. Aku banyak belajar lho dari dia..." ujar Zee kemudian sembari menatap tepat di mata Ken. Ken terdiam, bukan karena ucapan Zee melainkan karena tatapan mata Zee yang selalu berhasil membuat perasaan nya bergelora.
__ADS_1
" Tidak apa apa, Zee. Mungkin dia cemburu" sambung Jose akhirnya.
"Benar, Zee. Ken seperti nya sangat cemburu" sambung Kayla yang membuat Ken merasa terpojok.
"Benarkah? Tapi aku tidak pernah merasa cemburu" jawab kemudian yang membuat Zee mendengus.
"Kamu yakin?" tanya Zee dan Ken mengangguk tegas "Kamu yakin tidak merasa cemburu?" tanya Zee kemudian ia mengangkat tangan nya dan hendak menyuapi Jose, tentu saja membuatmu pupil mata Ken melebar dan ia langsung mencekal tangan Zee dan memasukan sendok yang berisi makanan itu ke mulut nya dengan cepat. Membuat Zee, Jose dan Kayla tertawa.
"Tuh, masih tidak mau ngaku cemburu" gerutu Zee.
"Terserah kamu saja lah" ucap Zee pasrah.
Setelah makan, Zee melanjutkan pekerjaan nya. Dan hari ini ia ada pemotretan di sebuah hotel, Ken menemani Zee dan bahkan menunggu sampai Zee selesai.
__ADS_1
Zee begitu tersentuh dengan apa yang di lakukan Ken, meskipun Ken terkadang masih bersikap arogan pada nya namun Zee tahu sekarang isi hati Ken sangat berbeda dari sikap nya.
...... ...
"Capek?" tanya Ken pada Zee yang terlihat sesekali menghela nafas panjang, kedua nya baru saja memasuki mobil Ken.
"Tidak juga, lebih capek ngepel, nyapu, lari lari naik tangga ngambil tas tuan muda" jawab Zee yang membuat sudut bibir Ken tertarik, membuat senyum samar. Zee hendak memasang seat belt nya namun tiba tiba Ken justru mengambil alih tugas itu. Jantung Zee berdetak sangat cepat karena Ken sangat dengan nya saat ini, Zee bahkan menahan nafas apa lagi ketika ia bisa mencium aroma parfum masukulin sang pacar.
Ken melirik Zee dari ekor mata nya, dan dengan sengaja ia berlama-lama memasang seat belt nya karena Ken sangat suka melihat ekspresi Zee setiap kali dekat dengan nya. Pipi nya merona, pandangan nya seperti tidak fokus dan bibir nya sedikit terbuka. Membuat Ken merasa gemas dan ingin sekali kembali melahap bibir ranum itu.
Ken mendekatkan wajah nya ke wajah Zee, bahkan bibir mereka kini berjarak tak lebih dari dua senti. Membuat Zee semakin merasa panas dingin, apa lagi ketika ia merasakan hembusan nafas hangat Ken di wajah nya.
"Bernafas, pacar!" lirih Ken dengan suara yang serak dan secara spontan Zee pun menghembuskan nafas nya membuat Ken tersenyum.
__ADS_1
"Good girl, sekarang kita ke Villa"
"Apa?"