A DREAMER

A DREAMER
Episode 54


__ADS_3

Zee dan Ken masih diam pada posisi yang sama selama beberapa menit, dan Ken pun membiarkan Zee menangis di pelukan nya. Karena bagaimanapun, meski tangis tak dapat menyelesaikan masalah namun tangis terkadang mampu menenangkan hati yang sedang gundah.


Ken membiarkan Zee menangis di pundak nya, membiarkan kemeja nya basah oleh air mata Zee dan itu Kenzo lakukan hanya agar Zee tahu bahwa ia akan selalu ada untuk sang kekasih.


"Ken..." lirih Zee kemudian sembari menghapus air mata nya.


"Yes, Love?" tanya Ken.


"Aku harus bagaimana sekarang? Kalau ada yang tanya perihal masalah ini, aku harus jawab apa?"


"Jawab saja yang sejujur nya, bagaimana kamu menjalani hidup kamu, melamar pekerjaan demi menjadi orang sukses seperti mimpi kamu. Tapi ternyata takdir berkehendak lain, awal nya kamu jatuh, menjadi pembantu di rumah Nyonya Celine. Tapi siapa sangka, ternyata kamu jatuh untuk bangkit" Zee terdiam, ia mencerna apa yang di katakan Ken hingga kemudian senyum terbit di bibir nya. Zee mendongak guna menatap sang kekasih, Ken pun menunduk dan ia juga tersenyum saat melihat Zee yang tersenyum.


"Kamu bener" ucap Zee kemudian.


"Tentu saja, memang kapan aku salah" tukas Ken dengan sombong nya yang membuat Zee terkekeh.


"Jadi, sekarang masih mau menangisi hal konyol itu? Atau mau fokus pada hal yang lebih penting, hm?" tanya Ken kemudian.

__ADS_1


"Aku lapar" rengek Zee yang membuat Ken langsung tergelak, Zee tertegun saat melihat Ken tertawa, ternyata sangat tampan apa lagi saat cahaya rembulan jatuh di wajah Ken.


"Baiklah, ayo kita makan" ajak Ken, ia berdiri lebih dulu kemudian mengulurkan tangan nya pada Zee, membantu Zee berdiri.


.........


Sementara itu, Sabina dan yang lain nya sedang menggosipkan hubungan Zee dan Ken. Tanpa Sabina sadari, ia telah mencoreng wajah sepupu nya sendiri, wajah pria yang sudah Sabina taksir sejak masa sekolah dulu.


"Kamu kan sepupu nya Ken, Bi. Memang nya sejak kapan mereka pacaran?"


"Iya, bener. Pembantu, seorang pembantu"


Begitu lah tanggapan anggota tim pemotretan itu terhadap Zee, yang enggan berkomentar hanya Kayla dan Livy karena kedua nya mengenal seperti apa Sabina yang suka merendahkan orang lain.


Hingga tak lama kemudian senyum Kayla terbit saat ia melihat Zee dan Ken yang mendekati mereka sambil bergandengan tangan.


"Zee..." seru Kayla menyambut Zee. Semua orang yang ada di meja itu melirik Zee namun Zee enggan menanggapi.

__ADS_1


"Duduk di sini, Zee. Sama Pak Kenzo juga"


"Aku tidak bisa bergabung, Kay" ujar Zee "Soal nya aku mau makan malam berdua sama Ken" tukas nya sembari melirik Sabina, tak lupa Zee menyunggingkan senyum miring nya membuat Sabina mendelik kesal.


"Oh begitu, ya sudah. Silakan" ujar Kayla, Ken dan Zee pun meninggalkan mereka, menuju ruang VIP. Tentu Sabina yang melihat itu merasa sangat cemburu dan marah.


Dulu Sabina lah yang selalu pergi bersama Ken, sementara Zee hanya hadir sebagai pembantu. Namun sekarang Zee justru berdiri di samping Ken, menjadi pendamping nya.


"Aku kalah bersaing sama pembantu? Tidak, aku tidak mau"


..........


Sementara itu, Arga mencoba mencari tahu si pengirim email pada Maya. Sedikit sulit, karena itu akun palsu dan sepertinya orang itu tahu bahwa identitas nya tidak boleh bocor.


Namun bukan Arga nama nya jika menyerah dan gagal, sekarang ia tahu dari mana email itu terkirim, laptop siapa dan apa saja isi nya.


"Sabina, jadi ini kerjaan dia?"

__ADS_1


__ADS_2