
"Bulan depan?" pekik Zee dengan sangat nyaring bahkan membuat Ken sampai harus menutup telinganya. Saat ini Zee ada di kantor Ken, lebih tepatnya di ruangan Ken. Setelah melakukan pemotretan, Zee langsung menemui Ken karena ia merindukan iblis tampannya itu.
"Turunkan nada suaramu, Love. Apa kamu mau membuat gendang telinga ku pecah?" tanya Ken sambil mendengus.
"Kamu gila, Ken!" seru Zee "Bagaiamana bisa kita menikah bulan depan?" tanya Zee yang masih merasa tak percaya dengan penuturan Ken yang mengatakan ingin menikah bulan depan. Yang membuat Zee sangat kesal, alasan Ken ingin mempercepat pernikahan mereka hanya karena masalah cemburu pada postingan Jose.
"Ken, pernikahan itu bukan sesuatu yang gampang. Semuanya perlu di persiapkan dengan matang, baik, sempurna. Tolong kamu singkirkan dulu cemburu berlebihan mu itu ya," kata Zee dengan lembut."Jangan buru buru begini, Ken. Ish,"
"Orang-orang memuja pria itu, bahkan sebagian besar dari mereka mengatakan kamu sangat cocok dengannya. Tentu saja aku tidak terima dan tidak akan membiarkan ini terjadi!" seru Ken dengan tegas yang membuat Zee mendelik.
"Hal seperti itu biasa, Ken. Fans akan menjodoh-jodohkan idola mereka," ucap Zee "Bukan cuma aku, yang lain pun mengalami hal yang sama."
"Makanya itu aku tidak suka, bagaimana kalau jodoh beneran?" tanya Ken yang justru seperti merengek.
__ADS_1
"Astaga, Ken." geram Zee antara gemas dan kesal.
"Oh ya, aku sudah buat list tamu nya dan juga aku sudah memilih tanggal yang bagus, terus aku sudah mengurus gedung dan sebagainya," kata Ken kemudian yang tentu saja membuat Zee melongo.
"Kamu buat list tamu dan sudah mengurus gedung?" tanya Zee ingin memastikan dan Ken mengangguk dengan tenang.
"Kamu benar-benar mau kita menikah bulan depan?" tanya Zee dan lagi lagi Ken mengangguk.
"Ya bagus dong, semoga itu jadi doa," ucap Ken dengan santainya yang membuat Zee menganga.
"Terus bagaimana dengan keluarga kita, Ken? Mereka pasti juga tidak siap jika pernikahan kita secepat ini." rengek Zee kemudian.
"Mereka tidak perlu mengurus apapun, Zee. Kenapa harus tidak siap? Oh ya, kalau soal gaun, nanti kita serahkan ke Mama. Kamu maunya gaun yang seperti apa, bagaimana, warna apa, terserah kamu saja."
__ADS_1
Zee memijit pelipisnya, tiba tiba kepalanya terasa pusing membicarakan pernikahan dan meladeni iblis tampan nya itu.
"Sepertinya kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini, Zendaya." Ken tiba tiba berkata dengan sangat serius, bahkan tatapan nya sangat tajam menata Zee, sementara Zee tentu saja kembali melongo.
"Maksudnya?" tanya Zee.
"Kamu ada rasa ya, sama Jose?" tanya Ken yang lebih terdengar seperti tuduhan, membuat Zee menganga lebih lebar.
"Kenzo oh Kenzo," gumam Zee "Baiklah, kita menikah bulan depan, itu juga yang membuatmu tenang." lanjut Zee kemudian dan ia sangat berharap Ken senang dengan keputusannya namun ternyata Ken justru memasang raut wajah merajuknya.
"Kamu mau menikah sama aku karena terpaksa, ya?" tanya Ken lirih "Kalau terpaksa ya tidak usah," ujar Ken kemudian yang membuat Zee bergidik ngeri.
"Kenzo sayang!" Zee tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya dan kini ia duduk di pangkuan Ken yang membuat Ken langsung terkesiap.
__ADS_1