
"Kau sangat seksi, Pacar"
Pujian Ken berhasil membuat Zee tersipu, ia hanya melemparkan senyum nya dan saat Ken mengulurkan tangan nya, Zee pun segera menyambut nya.
"Kita makan malam dimana?" tanya Zee kemudian.
"Di samping Villa" jawab Ken yang kini menggandeng tangan Zee.
Kedua nya pergi ke samping Villa, ada sebuah meja bulat dan dua kursi yang saling berhadapan. Makanan pun sudah tersedia di atas meja itu dengan lilin tepat di tengah meja dan setangkai bunga mawar di samping nya. Ken menarikan kursi untuk Zee dan mempersilahkan Zee duduk, ia memperlakukan nya bak ratu.
"Kapan kamu mempersiapkan semua ini, Ken?" tanya Zee penuh haru.
__ADS_1
"Tadi, saat aku tahu kamu tidak punya agenda sampai besok siang. Otak ku langsung berputar dengan cepat" ucap Ken yang membuat Zee terkekeh.
"Terima kasih" ucap Zee kemudian.
"Kembali kasih, Pacar" ucap Ken yang kini duduk di kursi nya.
"Ken, kenapa kamu terus memanggil ku 'pacar'? Itu terdengar lucu" Zee berkata sembari tertawa kecil.
"Supaya orang tahu kalau kita pacaran, kamu pacar ku dan aku pacar mu" jawab Ken santai.
"Kenapa kamu melakukan itu? Kamu sangat membenci Sabina ya?"
__ADS_1
"Benci sih tidak, hanya kesal" lirih Zee sambil menundukan kepala nya, apa lagi saat ia mengingat bagaimana Sabina menolak nya mentah mentah hanya karena menurut Sabina, Zee tdk lah cantik.
"Itu interview pertama ku dan aku sangat antusias untuk mendapatkan pekerjaan, tapi apa yang Sabina katakan benar benar menohok di hati ku. Rasa percaya ku seperti terhempas begitu saja dan aku takut untuk mencari pekerjaan ke tempat lain, aku takut mendapatkan penolakan yang sama" tutur Zee dan Ken mendengarkan nya dengan seksama.
"Kamu juga sama kan?" tanya Zee tiba tiba yang membuat Ken mengernyit "Kamu juga menilai orang hanya dari penampilannya saja" lirih Zee lagi "Kamu mau dekat dengan ku hanya karena aku sudah cantik dan menjadi model, kan?"
Ken tersenyum simpul, ia beranjak dari kursi nya kemudian berjalan ke arah Zee. Ken berdiri di samping Zee dengan sedikit membungkuk sehingga wajah nya sejajar dengan wajah Zee, Ken menyangga tangan nya ke sandaran kursi Zee.
"Iya, Pacar. Aku melihat mu karena penampilan mu" jawab Ken kemudian yang entah mengapa langsung membuat nafas Zee tercekat di tenggorokan nya. Seharusnya ia tahu bahwa tidak mungkin Ken mau mendekati gadis sepertinya, memikirkan semua itu membuat hati Zee sedih.
"Kamu yang selalu tampil sabar, tampil percaya diri, tampil sebagai wanita tahan banting. Aku suka itu" ujar Ken yang langsung merubah kesedihan Zee menjadi kesenangan karena pujian itu.
__ADS_1
"Tapi yang paling aku suka dari kamu, adalah kamu yang berhasil mambuat Mama ku tertawa" Zee menatap mata Ken dengan begitu intens, tak pernah ia sangka ternayata Ken juga memperhatikan nya selama ini.
"Tapi aku tidak pandai dalam menyenangkan wanita, jadi aku ingin kamu mengajari ku, bagaimana cara nya membuat mu senang karena aku serius dengan hubungan kita" Zee menelan ludah nya mendengar penuturan penuh penekanan dari Ken. Hati Zee tersentuh, karena dia adalah wanita pertama nya seorang Kenzo Alvian.