
Ken sudah sampai di tempat penginapan Zee namun ia tak bisa menghubungi pacar pertama nya itu. Ken pun langsung menghubungi Kayla dan menanyakan keberadaan meraka.
"Aku tidak bisa menghubungi Zee..." kata Ken memberi tahu.
"Dia di kamar nya, tadi dia tidak mau saat di ajak makan malam bersama" tukas Kayla dari seberang telfon.
"Di kamar nomor berapa? " tanya Ken
"Di kamar nomor 31, Pak" setelah mendapatkan jawaban dari Kayla, Ken pun segera menyusul Zee ke kamar nya dengan tergesa-gesa. Karena Ken sangat yakin Zee pasti sudah tahu tentang gosip dirinya.
"Zee...." panggil Ken sembari mengetuk pintu kamar Zee namun tak ada jawaban
"Love, ini aku. Kamu di dalam?" tanya Ken dan kembali ia mengetuk pintu namun masih tak ada jawaban. Ken mencoba membuka pintu itu yang ternyata tidak di kunci, tentu saja Ken langsung masuk namun Ken tak menemukan Zee di sana. Ken mengedarkan pandangan nya hingga ia melihat ponsel Zee yang sedang di charge.
__ADS_1
"Pantas saja dia tidak bisa di telfon" gumam Ken.
Ia pun keluar untuk mencari Zee, insting nya mengatakan Zee pasti ada di pantai.
........
Sementara itu, Zee duduk memeluk lutut nya di tepi pantai sendirian. Pandangan nya lurus ke depan, menatap apapun yang bisa ia tatap. Bibir nya terkatup rapat dan fikiran nya berkelana kemana-mana setelah ia membaca berita miring tentang diri nya.
Zee menunduk dan menyembunyikan wajah nya di antara kedua lutut nya, hingga ia merasakan sentuhan di pundak nya bersamaan dengan suara pria yang selalu mampu menguatkan nya.
"Love..." Zee langsung mendongak dan hati Ken terkesiap saat melihat mata Zee yang biasa nya berbinar kini justru tampak sendu.
"Kenapa kamu di sini malam malam begini?" tanya Ken namun Zee enggan menjawab nya, ia kembali menatap ke depan sana dan ken pun duduk di samping Zee.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Ken lembut.
"Aku rasa aku akan berhenti menjadi model" kata Zee lirih yang tentu saja membuat Ken terkejut.
"Kenapa? Karir mu baru saja di mulai, Zee. Kesuksesan mu sudah terlihat" tukas Ken penuh penekanan.
"Semenjak aku menjadi model, semakin banyak yang membully ku. Bahkan mereka memfitnah ku, mereka bilang aku menjual diri ku pada mu sebagai harga kesuksesan ku, Ken" Zee berkata penuh emosional, nafas nya bahkan tercekat di tenggorokan nya dan air mata sudah menggenang di kedua pelupuk mata nya "Sekarang perasaan orang tua ku pun di pertaruhkan, mereka akan malu dengan ada nya berita ini, Ken"
Ken menghela nafas panjang mendengar ungkapan hati Zee, ia membelai rambut Zee kemudian menyenderkan kepala Zee di pundak nya. Zee menerima perlakuan mesra dari sang kekasih yang memberi nya sedikit ketenangan itu.
"Kamu harus kuat, Love. Ini hanya kerikil kecil dalam hidup mu, semakin kamu sukses, bukan hanya kerikil yang akan jadi batu sandungan mu tapi juga batu yang besar. Tapi kamu harus kuat, dan kalau kamu menyerah, itu artinya kamu mengalah sama haters kamu"
"Tapi ini keterlaluan, Ken. Semua orang akan memandang rendah aku karena mereka menganggap ku menjual diri demi karir ku, rasa nya sakit sekali... Hiks" tangis yang sejak tadi Zee tahan akhir nya pecah juga, membuat Ken langsung mendekap Zee dengan lebih erat.
__ADS_1