
Ken pulang ke rumah dengan perasaan yang berbunga, bahkan ia bersiul ria dan tampak benar benar bahagia setelah apa yang terjadi tadi. Apalagi Zee dan Ken sudah sepakat benar-benar akan menikah bulan depan.
"Hai, Ma," sapa Ken saat ia melihat Mamanya yang asyik menonton tv di ruang tengah.
"Girang sekali kamu, Ken. Ada apa? Menang tender?" tanya Nyonya Celine. Ken hanya menanggapinya dengan senyum kemudian ia duduk di samping Mamanya dan memberikan kecupan singkat di pipi sang Mama.
"Eh, tunggu..." ujar Nyonya Celine kemudian saat ia melihat ada bekas lipstik di leher Ken "Ken, kamu..." Nyonya Celine mengusap bekas lipstik itu sambil meringis.
"Ini cuma lipstik, Ma," jawab Ken santai.
"Bekas lipstik siapa?" tanya Nyonya Celine.
__ADS_1
"Zee lah, siapa lagi," kata Ken sambil tersenyum manis namun jawabannya itu membuat Nyonya Celine mulai cemas dan kembali curiga.
"Kalian tidak kebablasan 'kan?" tanyanya dengan perasaan harap-harap cemas "Terus kenapa tidak di hapus? Memangnya kamu tidak malu kalau ada yang liat ini?
"Hampir, sedikit lagi," kata Ken sambil terkekeh yang membuat Nyonya Celine langsung bernafas lega.
Ken memang benar-benar hampir kebablasan, bahkan saat Zee memintanya berhenti, Ken tak bisa langsung berhenti begitu saja. Ia baru bisa berhenti setelah Lula datang menganggu, membuat Zee panik dan langsung melompat dari pangkuan Ken.
"Iya, Ma. Aku dan Zee akan menikah bulan depan saja," kata Ken yang membuat Nyonya Celine langsung menganga lebar.
"Jangan gila kamu, Ken! Mana bisa menikah mendadak begitu?"
__ADS_1
"Zee itu publik figur, Ma. Banyak yang suka, banyak yang deketin, aku tidak mau sampai ada yang merebut Zee." Ken berucap dengan sangat tegas, seolah ingin meyakinkan Mamanya bahwa Ken sangat serius dengan keinginannya.
"Itu jauh lebih baik, Ken. Tapi kamu juga harus tahu, menikah itu tidak seindah yang kamu bayangkan, Ken. Hubungan pernikahan itu berat, badainya juga pasti besar dan kencang."
"Iya, Ma," jawab Ken lirih kemudian ia menyenderkan kepalanya di bahu sang Mama, membuat Nyonye Celine langsung menaikkan sebelah alisnya karena sudah lama sekali Ken tidak bersikap manja padanya.
"Ma, aku minta maaf ya, karena setelah kematian Papa, aku malah tenggelam dalam luka ku sendiri tapi melihat bahwa Mama terluka, Mama butuh aku tapi aku malah sibuk dengan dunia ku sendiri." lirih Ken yang membuat hati Nyonya Celine terenyuh.
Sudah sekian tahun, ia tak merasakan kedekatan yang begitu hangat seperti ini. Tak merasakan bagaimana rasanya anaknya bersikap manja seperti dulu.
Nyonya Celine dan Ken sama-sama hidup dalam luka dan trauma karena kehilangan sosok hero mereka. Namun keduanya menyembunyikan luka itu dengan kesibukan masing-masing sehingga lupa untuk saling menguatkan dan tetap mempertahankan kehangatan keluarga.
__ADS_1
"Mama juga minta maaf ya, Ken. Mama tidak bisa memberimu apa yang Papa berikan, Mama berharap, hubungan mu dan Zee langgeng selamanya, sampai kalian punya anak cucu, cicit, semoga kalian di berkahi dengan cinta yang tiada akhir dan tidak berpisah seperti Mama dan Papa."