A DREAMER

A DREAMER
Episode 61


__ADS_3

Kecewa, itulah yang di rasakan Nyonya Celine terhadap keponakan nya. Ia tahu Sabina arogan, tak ia pernah menyangka Sabina ternyata bisa melakukan hal yang sangat rendah seperti ini.


"Dia bukan hanya menjatuhkan nama Zee, tapi juga menjatuhkan nama kita, Ken" tukas Nyonya Celine.


"Aku tahu, Ma. Tapi aku tidak ingin masalah ini bocor ke publik, atau nama keluarga kita akan semakin hancur. Karena itulah aku mempercepat lamaran ku pada Zee. Supaya Sabina sadar posisi Zee dan tidak akan macam macam lagi pada Zee" tegas Ken.


"Aku harus berbicara dengan Papa nya Sabina, dia harus memberi teguran pada anak itu" geram Nyonya Celine.


"Maafkan kami, Bu" kata Bu Susan tiba tiba "Sepertinya kehadiran Zee me Bsa masalah untuk kalian"


"Tidak, Bu Susan" jawab Nyonya Celine dengan cepat "Zee itu berkah untuk keluarga kami, selama ini Ken hanya hidup dengan pekerjaan tapi setelah kehadiran Zee, hidupnya jauh lebih berwarna" Ken tersenyum mendengar pengakuan Ibu nya itu. Ia menyenderkan kepala nya di pundak Zee dengan manja.


"Karena itulah, aku ingin menikahi Zee secepatnya" kata Ken.


"Itu terserah kalian saja, karena yang menjalani pernikahan itu kalian" kata Nyonya Celine sambil tersenyum.

__ADS_1


.........


Sementara itu, Sabina merasa sangat marah, sakit, dan kecewa. Sesampainya di rumah, Sabina langsung berlari masuk ke kamar nya dan ia menangis meringkuk di atas kamar nya.


"Padahal aku sangat mencintai mu, Ken" lirih Sabina yang berderai air mata "Kenapa kamu tega melakukan semua ini sama aku, apa kurang nya aku" Sabina terisak dan suara tangis nya itu menarik perhatian Ayah nya yang memang selalu berada di rumah di setiap akhir minggu.


Pak Purnomo pun masuk ke kamar Sabina dan ia mengernyit bingung melihat putri nya yang menangis meringkuk di ranjang.


"Ada apa, Bi?" tanya sang Ayah, ia duduk di tepi ranjang dan mengelus kepala Sabina. Namun Sabina enggan menjawab dan hanya terus terisak, membuat sang Ayah mulai cemas.


"Ken jahat, Pa. Hiks... Hiks, Ken jahat" lirih Sebina di tengah isak tangis nya.


"Ken? Memang nya ada apa dengan Ken?" tanya Pak Purnomo.


"Dia mempermalukan ku di depan banyak orang, Pa"

__ADS_1


"Bagaiamana bisa, Bi?"


"Semua ini karena pacar Ken yang pembantu itu, dia merebut Ken dari aku, Pa" tangis Sabina semakin pecah dan tentu hal itu membuat Ayah nya pun sedih sekaligus marah. Ia menenangkan Sabina, menghibur nya dan menguatkan nya.


"Tidak apa apa, Bi. Nanti Papa yang akan bicara sama Ken, kamu jangan sedih ya" bujuknya.


..........


Arga membawa pulang Maya atas perintah Ken, dan tanpa di sangka Kayla pun ikut pulang dengan alasan liburan ini akan menjadi liburan keluarga bagi Zee dan Ken.


Dan sore ini, mereka semua berada di pantai. Menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah. Kedua orang tua Zee duduk di tepi pantai, sedangkan Zee dan Ken berjalan sembari bergandengan tangan.


Beda hal nya dengan Nyonya Celine yang duduk merenung sembari menatap mentari yang perlahan masuk ke dalam persembunyian nya.


Nyonya Celine teringat dengan mendiang adik nya, dan ia merasa kasihan pada Sabina yang tumbuh dalam asuhan yang salah.

__ADS_1


"Seandainya kamu masih hidup, Dek. Mungkin Sabina tidak akan tumbuh menjadi wanita yang arrogant"


__ADS_2