A DREAMER

A DREAMER
Episode 65


__ADS_3

"Ken..." seru Zee.


"Ukuran mu kecil ya?"


"Eh?" Zee mengernyit bingung dengan apa yang di pertanyakan oleh Ken dan Zee pun mengikuti arah pandang Zee, Zee terbelalak saat ia melihat benda pribadi nya itu terlentang bebas di koper nya. Zee langsung menyambar kain itu dan menyelipkan nya di antara baju baju nya.


"Ken, kamu lihat apa?" tanya Zee dengan ketus.


"Kain mu" jawab Ken dengan santai nya "Sekecil itu? Memang muat?" lagi lagi ia bertanya dengan tenang membuat Zee melongo


"Ish, Ken. Kamu kenapa liat? Tidak boleh" seru Zee cemberut.


"Terus kenapa kamu biarkan dia terlentang begitu disana? Kamu sengaja mau pamer sama aku?" tanya Ken lagi yang membuat Zee langsung menganga.


"Terlentang? Kamu fikir ini apa bisa terlentang?" ketus Zee "Lagian mata itu di jaga, Sayang. Tidak boleh melihat barang perempuan seperti ini" ujar Zee lagi dengan tegas.

__ADS_1


"Jangankan melihat, Love. Merasakan nya saja pasti boleh" ucap Ken sembari menggigit bibirnya dan menatap Zee dengan tatapan menggoda.


"Merasakan apa? Jangan bicara yang aneh aneh" Zee menggerutu sembari menutup koper nya.


"Isi nya, bagaimana kalau kita DP dulu, Love? Aku penasaran, apa sekecil itu..."


"Ken..." geram Zee kemudian ia berdiri dan berkacak pinggang, melemparkan tatapan tajam nya pada Ken. Ken tertawa geli dan ia langsung menarik Zee hingga Zee jatuh di pelukan nya.


"Ken, lepaskan aku!" kata Zee berusaha memberontak namun Ken justru melingkarkan kedua lengan nya di pinggang Zee, menahan Zee membuat tubuh kedua nya menyatu.


"Bagus kalau mereka datang, terus salah faham, nuduh yang macam macam. Dengan begitu kita langsung di nikahkan" Kenzo berkata sambil terkekeh.


"Aish, kamu ini" gumam Zee kesal namun kemudian ia terdiam, menatap wajah Ken yang entah kenapa selalu tampan.


"Kamu belum mandi ya?" tanya Zee kemudian dan Ken menggeleng pelan, tatapan kedua nya terkunci. Zee tersenyum kemudian ia mengecup rahang Ken membuat Ken juga langsung tersenyum.

__ADS_1


"Aku suka aroma tubuh kamu, Sayang" Zee berkata dengan jujur, karena tubuh Ken memang memiliki aroma yang entah bagaimana membuat jantung Zee berdebar sementara Ken justru terkekeh setelah mendengar jawaban Zee.


"Kamu selalu suka apapun yang ada padaku, kan?" tanya Ken dan Zee mengangguk malu malu.


"Em tadi malam kamu bilang sama Mama, kalau memiliki aku itu sebagian dari mimpi kamu yang menjadi nyata. apa itu benar?" tanya Zee dengan suara serak, ia mendekatkan wajah nya ke wajah Zee kemudian mendarat kan kecupan hangat di pipi Zee.


"Yeah..." jawab Zee singkat.


"Apa saja mimpi mu, Love?" tanya Ken kemudian "Dan kenapa kamu memimpikan ku? Bukankah dulu aku sangat jahat?"


"Aku tidak tahu, tapi aku suka padamu saat pertama kali melihat mu. Justru, semakin jahat kamu sama aku, semakin dalam mimpi ku untuk memiliki mu" Zee berkata dengan sangat lirih, jarak wajah kedua nya begitu dekat bahkan hembusan nafas hangat kedua nya begitu terasa.


"Apa itu semacam tantangan?" tanya Ken dan ia kembali terkekeh, Zee mengedikan bahu nya dan berkata.


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu. Aku punya banyak mimpi yang masuk akal, menjadi orang sukses, membelikan rumah untuk orang tua ku dan memiliki kisah cinta yang luar biasa seperti yang tertulis di novel. Dan semua mimpi ku hampir tercapai sekarang, meskipun rasa nya tidak masuk akal karena aku memimpikan pria arrogant seperti mu, seperti iblis tampan" tutur Zee sambil terkekeh.

__ADS_1


"Iblis tampan ini akan segera menikahi sang pemimpi"


__ADS_2