A DREAMER

A DREAMER
Episode 36 - Resmi Pacaran


__ADS_3

Resmi pacaran, itu lah status Zee dan Ken sekarang. Ada kebahagiaan dan dan kehangatan yang tak biasa di hati kedua nya, terutama di hati Zee. Yang sejak pertama kali bertemu dengan Ken, jantung nya sudah berdebar tak karuan.


Dan saat ini, kedua nya sedang bersantai di sofa dengan posisi Ken yang merebahkan kepala nya di pangkuan Zee dan Zee membelai rambut hitam sang pacar. Kedua nya menonton film romance, suasana yang sangat mendukung.


"Love,..." seru Ken yang membuat Zee langsung mengalihkan tatapan nya dari layar televisi ke wajah Ken. Di panggil dengan sebutan 'Love' membuat pipi Zee langsung merona indah dan senyum malu malu terbit di bibir nya, membuat Ken gemas dan ingin sekali kembali menyecap rasa bibir itu.


"Hm?"


"Kamu pernah naksir orang?" tanya Ken dan entah mengapa raut wajah nya seperti orang yang harap harap cemas akan jawaban itu.


"Pernah" jawab Zee jujur dan seketika raut wajah cemas benar benar di tunjukan oleh Ken "Dulu, waktu kuliah. Tapi ya cuma naksir diam diam, atau mungkin hanya sebatas kagum. Dia itu orang nya pintar dan tampan"


"Bukankah sudah aku peringatkan jangan membicarakan pria lain di depan ku?" seru Ken kesal yang membuat Zee melongo.


"Tadi kamu kan tanya" jawab Zee membela diri.

__ADS_1


"Aku cuma tanya pernah naksir? Terus kamu tinggal jawab pernah atau tidak, itu saja. Tapi kamu malah memuji pria lain di depan pacar mu? Itu tidak sopan, Zendaya" rajuk nya yang membuat Zee terkekeh.


"Ya, em aku minta maaf yaaa" bujuk Zee kembali membelai rambut Ken "Tadi aku cuma cerita, tapi walaupun begitu, bagi aku kamu tetap lebih pintar dari dia, lebih tampan dan yang pasti, cuma kamu yang bisa membuat jantung ku berdebar"


Jawaban Zee tentu berhasil mengembalikan mode merajuk Ken pada mode romansa, ia bahkan semakin mendesakan kepala nya ke perut Zee dan menghirup aroma tubuh Zee yang terasa manis di indera penciuman nya.


"Sekarang aroma mu manis, Love. Aku suka" kata Ken.


"Memang dulu asem?" tanya Zee mencebikan bibir nya.


"Ya iyalah, bagaimana tidak bau matahari? Kamu suruh aku ke kantor di tengah hari, pakai motor. Di ancam di pecat tanpa pesangon lagi" gerutu Zee dan kini Ken yang di buat terkekeh oleh nya.


"Aku juga bingung, biasa nya aku tidak pernah mengancam ART ku. Tapi mereka sudah lari duluan, sedangkan kamu? Aku ancam ribuan kali tapi tetap bertahan, dan entah mengapa itu seperti sesuatu yang menyenangkan buat ku" tutur Ken sambil terkekeh saat mengingat bagaimana raut wajah Zee setiap kali ia mengancam nya. Padahal saat itu Ken tidak sungguh sungguh akan memecat Zee apa lagi melihat kinerja Zee yang sangat baik.


"Menyebalkan" dengus Zee "Aku butuh uang, maka nya aku bertahan. Cari kerja kemana mana tidak dapat,"

__ADS_1


"Maaf, Love. Tapi ada hikmah nya juga kan kamu tidak bekerja di perusahaan ku? Di sana kamu paling cuma jadi karyawan biasa dan kita pasti tidak akan saling kenal, terus kamu juga tidak akan mengenal Mama ku apa lagi dunia modelling,"


"Hem, kau benar. Dan mungkin aku masih stuck pada pemikiran ku yang naif, dan terus memegang sistem sabar tanpa bisa melangkah maju"


"Jadi semua ada hikmah nya kan?"


"Hem,"


"Jadi malam kita sudah resmi pacaran kan?"


"Hem,"


"Boleh cium bibir lagi kan?"


"Hm_Eh, apa?"

__ADS_1


__ADS_2