A DREAMER

A DREAMER
Episode 103


__ADS_3

"Kamu sangat indah, Love." Ken berucap di depan bibir Zee, kemudian ia menyapukan bibirnya di permukaan bibir Zee dengan begitu lembut, membuat Zee menggila apalagi ketika Ken menggantikan bibirnya dengan lidahnya, meninggalkan jejak basah di permukaan bibir Zee yang ranum.


"Buka mulutmu, Love," lirih Ken dengan suara paraunya dan Zee pun membuka bibirnya sedikit, Ken langsung menyusupkan lidahnya ke dalam mulut hangat Zee, membuat Zee langsung mengerang lirih saat merasakan lidah panas Ken membelit lidahnya, mengeksplor seluruh permukaan mulut Zee tanpa ada yang terlewat.


Keduanya memejamkan mata, menikmati sensasi menggelitik dalam jiwa mereka, membangkitkan gulungan ombak dalam perut mereka, memancing hasrat mereka menguap ke permukaan.


Satu tangan Ken menekan tengkuk Zee guna memperdalam ciuman mereka, sementara tangan Ken yang lain bergerlya manja di kulit mulus Zee, memberikan sentuhan hangat yang memancing erangan keluar dari bibir Zee. Hingga akhirnya, tangan hangat sang suami kini telah menyentuh tepi kain mungil yang menjadi satu-satunya penghalang mahkota Zee, yang senantiasa ia jaga untuk sang pujaan hati.


Ken mendorong tubuh Zee dengan tubuhnya hingga tubuh Zee jatuh sempurna di atas ranjang tanpa melepaskan ciuman mereka, Ken menindih tubuh mungil sang istri sementara tangannya kini menyusup masuk ke balik kain tipis berwarna putih itu, yang kata Ken, ternyata ukurannya kecil.


"Aghh,"pekik Zee saat jari Ken menyentuh pusat dirinya bahkan ciuman mereka pun sampai terlepas.


"Kamu sudah basah, Love," ucap Ken dengan suara berat, bahkan tatapannya pun begitu gelap menyiratkan gairah yang kain memuncak dalam dirinya, tangan Ken di lingkupi kelembutan yang basah dan hangat, membuat jiwa lelaki Ken bergejolak liar.


Zee tersipu malu mendengar ucapan sang suami, ia merapatkan pahanya yang justru membuat Ken mengerang karena kini Zee semakin menjepit jarinya, seolah akan di sedot.


"Ken, keluarkan, Sayang." lirih Zee malu, alih-alih mengeluarkan jarinya seperti permintaan Zee, Ken justru menggerakkan jarinya, memutar dan bahkan menekan membuat tubuh Zee menggelinjang, pinggul Zee bergerak tak karuan, tatapannya begitu sayu, bibirnya terbuka dan erangan lirih tak bisa ia kendalikan. Ken yang melihat respon tubuh sang istri atas sentuhannya merasakan kepuasan dan kesenangan yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Apalagi ketika tatapannya bertemu dengan tatapan Zee yang seolah memohon sesuatu padanya, Ken merasa puas.

__ADS_1


"Ken, ouch..." erang Zee sembari mengangkat pinggulnya seolah ia ingin jari Ken masuk lebih dalam, tatapan Ken semakin gelap, nafasnya memburu dan berat, dan seketika atmosphere kamarnya teras berbeda, ia mulai merasa panas di sekujur tubuhnya, pusat dirinya pun mulai menggeliat dan membuat celananya semakin sesak, seolah berteriak meminta di bebaskan.


"Ken, Agh, Sayang..." erang Zee lebih kencang saat Ken mempercepat gerakan jarinya, bahkan kini ia menambahkan dua jari yang membuat tubuh Zee beringsut tak karuan di tempatnya. Pinggulnya terangkat tinggi, punggungnya melengkung dan kepalanya terhempas saat ia merasakan gulungan ombak besar di perutnya.


Merasa gerakan tangannya tak bebas karena kain kecil itu, Ken pun merobeknya dan melemparnya asal.


"Ouch, Zee. Kau sangat cantik di sini, Love." puji Ken saat ia melihat langsung apa yang sejak tadi ia majakan dengan jaringannya, kini mahkota sang istri tepat berada di depan matanya, terpampang begitu nyata nan menggoda


"Ouch, Ken. Cepat, Sayang..." Zee kembali mengerang tanpa malu, ia hampir sampai, sebentar lagi, sudah sangat dekat. Ken mempercepat gerakan ketiga jarinya, bahkan memasukannya lebih dalam membuat tubuh Zee langsung mengejang, seluruh otot-otot Zee tertarik hingga ia neneriakan nama sang suami dengan begitu seksi bersamaan dengan Ken yang merasakan cairan hangat menyiram jari jemarinya.


"You're so sexy, Love." bisik Ken di depan bibir Zee, Zee pun membuka mata dan menatap Ken dengan malu.


"Masih ada tenaga, Love? Aku belum mulai," kata Ken sembari memasukan jarinya yang masih basah ke dalam mulutnya dan berkata "Rasamu manis, Love"


.........


Hai reader tercinta Sky, bagaimana? Si KenZe belum menu utama neh.

__ADS_1


Sambil nunggu KenZe buka menu utama, mampir dulu di cerita keren teman Sky neh.


Judul : Mengjer Cinta Guru Tampan


Penulis : Ponn Ponn


Blurb


Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru disekolahnya.


Nayra lama-kelamaan mulai jatuh Cinta dengan sang guru, walau umur mereka bedah jauh, tapi Nayra tidak peduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut.


Akankah Cinta Nayra diterima? Atau justru Cintanya tersebut akan bertepuk sebelah tangan.


Bagaiamana? Penasaran? Jangan lupa sampaikan salam Sky pada Ponn Ponn, ya. 😘


__ADS_1


__ADS_2