A DREAMER

A DREAMER
Episode 78


__ADS_3

"Memangnya kamu kenapa, Mas? Di rampok atau bagaiamana?" tanya Bu Susan yang saat ini sedang mengobati luka suaminya itu. Sementara sang suami enggan menjawab, sejak datang ia hanya diam dengan tatapan yang tampak sangat marah. Bahkan rahangnya mengeras dan bibir nya terkatup rapat, tangan nya pun mengepal kuat.


"Apa kita kerumah sakit saja?" tanya Bu Susan kemudian.


"Tidak usah" jawab Pak Arif dengan ketus.


"Sebenarnya kamu kenapa? Pulang di tengah hari begini dengan wajah babak belur" tanya Bu Susan untuk yang kesekian kalinya karena sejak tadi sang suami benar benar enggan menjawab nya.


"Kita harus menyuruh Zee berhenti dari pekerjaan nya" ujar Pak Arif kemudian yang tentu saja membuat Bu Susan sangat terkejut.


"Kamu bicara apa? Zee sedang dalam posisi yang sangat baik dan kamu mau dia mundur dari pekerjaan nyaa?"


"Aku lebih ikhlas dia menjadi pembantu dari pada menjadi model sukses tapi tidak ada harga diri nya" tukas Pak Arif marah yang membuat Bu Susan terperangah.


"Memangnya apa yang Zee lakukan? Kamu terpengaruh sama berita yang dulu itu? Itu kan cuma gosip, bahkan yang menulis cerita itu juga sudah mengakuinya"

__ADS_1


"Ini bukan soal gosip itu, tapi..." Pak Arif menghela nafas panjang "Tapi tadi di pabrik ada yang menggosipkan Zee, katanya dia ingin merasakan...." nafas Pak Arif tercekat di tenggorokan nya, ia tak sanggup membayangkan apa yang para pria itu katakan tentang putrinya.


Dimana mereka memuji kecantikan Zee di depan mata Pak Arif, awalnya Pak Arif hanya menanggapinya dengan senyum apalagi ketika mereka memuji keberuntungan Zee yang berhasil mencapai puncak karir nya namun hati Pak Arif seperti di remas saat pria itu mengatakan ingin merasakan tubuh Zee sambil tertawa menjijikan.


Pak Arif langsung memukul pria yang mengatakan hal seperti dan hasilnya, ia pun juga di pukul. Dan sekarang ia telah di pecat dari pekerjaan nya karena di anggap melakukan penyerangan, Pak Arif bahkan tidak di berikan kesempatan untuk membela diri.


...


"Kamu beneran rugi sebanyak itu, Ken?" tanya Nyonya Celine ingin memastikan dan Ken hanya mengangguk santai.


"Ya manusia purba juga tahu itu uang, Ma. Tapi belum rezeki nya, mau bagaimana lagi?" kata Ken dengan tenang.


Saat ini keduanya sedang berada dalam perjalanan pulang sementara Ken mengantarkan Zee ke Kayla karena malam ini ada pemotretan katanya.


"Tapi kamu bisa mengirim pengacara untuk mengurus Zee, Ken. Kamu tidak perlu turun tangan, ratusan juta itu bisa buat usaha baru, Ken" gerutu Mama nya lagi yang membuat Ken terkekeh.

__ADS_1


"Ya sudahlah, Ma. Ikhlaskan saja, nanti pasti ada ganti nya. Namanya bukan rezeki, mau marah pada siapa coba? Aku juga tidak mungkin membiarkan Zee menghadapi masalah seperti ini sendirian" tukas Ken yang membuat Mama nya tersenyum samar.


"Kamu sangat mencintai Zee ya?" tanya Nyonya Celine.


"Entahlah, Ma. Tapi aku ingin menjadi segalanya untuk dia karena dia segalanya bagi ku" jawab Ken lirih.


"Lalu Mama?" goda Nyonya Celine.


"Mama dan Zee itu punya kursi ratu masing masing di hati ku" jawab Ken dengan manis nya yang bukan nya membuat Nyonya Celine senang justru membuat ia meringis ngeri.


"Ken, apa kita perlu ke psikiater besok?" tanya Nyonya Celine kemudian.


"Buat?"


"Semenjak pacaran dengan Zee, sepertinya kamu punya kepribadian ganda, itu tidak baik"

__ADS_1


__ADS_2