
Sedih, itulah yang di rasakan Zee saat ia mengetahui manager sekaligus sahabatnya akan berhenti bekerja. Namun Zee juga bahagia untuk Kayla, karena Kayla berhenti dari pekerjaannya untuk memulai kehidupan yang baru. Yaitu pernikahan.
"Sebenarnya pernikahan ku masih tiga bulan lagi dan selama dua bulan ini aku masih akan bekerja sama kamu, Zee" kata Kayla sembari membantu Zee merapikan penampilannya.
"Aku sebenarnya bahagia karena kamu mau menikah, tapi aku juga sedih karena aku tidak akan bisa sama kamu lagi setiap hari, Kay" rengek Zee seperti anak kecil yang membuat Kayla terkekeh.
"Aku masih akan menemui mu nanti, Zee. Kita masih akan berteman, hanya saja sejak dulu aku dan pacar ku memang sudah sepakat kalau kita menikah, aku akan berhenti dari pekerjaan ku nanti. Karena pekerjaan seperti ini sangat menyita waktu" tutur Kayla yang membuat Zee tersenyum manis dan mengangguk mengerti.
"Iya, aku faham kok. Setelah aku menikah nanti, aku juga mau berhenti jadi model" kata Zee yang membuat Kayla ternganga.
"Kamu bercanda, Zee?" tanya Kayla tak percaya.
__ADS_1
"Tidak, aku serius" jawab Zee yakin "Aku ingin menjadi lebih dari ini, Kay. Ya aku belum memikirkan matang matang sih, karena aku juga tidak sedikitpun pernah bermimpi menjadi model. Tuhan yang menggiring ku ke profesi ini, walaupun aku harus membayar sangat mahal" lirih Zee mengingat apa saja yang telah ia lewati selama hidupnya.
"Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, Zee" ujar Kayla menguatkan.
Sesi pemotretan Zee pun akhirnya di mulai, Zee melakukan pekerjaan nya dengan baik.
Setelah melakukan pekerjaannya, Zee mengajak Kayla makan bersama sebagai bentuk perayaan atas kabar pernikahan Kayla
Sabina terlibat pertengkaran dengani Livy dan itu bukan hal baru, hanya karena alasan sepele, Sabina pasti akan selalu menemukan lubang masalah.
Saat ini Sabina dan Livy sedang ada di sebuah restaurant, dan hanya karena masalah fans yang mengambil foto Sabina diam diam, Sabina me permasalahkan seoalah ia di rampok.
__ADS_1
"Aku itu datang kesini mau makan dengan tenang!" seru Sabina kesal "Kamu juga, Liv. Sebagai manager seharusnya kamu memperhatikan kenyamanan ku, bukan begini. Bodoh banget" seru Sabina yang membuat kedua mata Livy langsung berkaca-kaca apalagi kini mereka menjadi perhatian banyak orang.
"Aku itu bayar kamu loh, Liv. Kamu itu bisa bekerja dengan baik, kan? Atau aku harus mengajarkan bagaimana caranya menjadi manager yang baik?" seru Sabina lagi.
"Bi, sudahlah" seru Livy lirih, berharap Sabina tidak mempermalukan Livy dan diri nya sendiri.
"Sudahlah apanya? Kamu harus di kasih pelajaran, orang orang seperti pengurus restaurant ini juga harus di kasih pelajaran" seru Sabina lagi dengan sombong nya "Lagian kamu itu bekerja sama aku, aku yang menggaji kamu. Kamu dan keluarga kamu itu hidup karena uang aku" lanjut nya yang membuat Livy tampak benar benar kecewa pada Sabina.
"Baik, lebih baik aku mengundurkan diri dan silahkan kamu cari manager yang lebih baik dari aku. Yang Bisa sabar menghadapi jiwa labil seperti kamu ini" seru Livy dengan lantang nya yang membuat Sabina langsung tampak marah.
"Wow..." Sabina dan Livy langsung menoleh pada asal suara itu dan mereka melihat Zee yang sedang tersenyum penuh makna pada Sabina.
__ADS_1
"Orang datang ke restaurant untuk makan, tapi Sabina datang untuk melawak sepertimya"