
Zee tidur dalam satu kamar bersama orang tua nya, sedangkan Nyonya Celine tidur di kamar terpisah.
Dan sebelum tidur, orang tua Zee membicarakan hubungan Zee dan Ken yang masih sulit mereka percaya.
"Tapi kamu benar benar percaya sama Ken kan, Zee? Pernikahan itu hubungan yang sangat serius, Nak. Kamu benar benar harus memilih pasangan yang tepat" ujar Susan pada putri nya itu.
"Iya, Ma. Aku yakin Ken pria yang terbaik buat aku, ya walaupun dia terlihat arogan tapi hati nya baik. Dia juga orangnya tidak memandang rendah pekerjaan orang, dan kalau bukan karena Ken, mungkin sampai sekarang aku tidak akan pernah berada di posisi seperti sekarang. Ken juga selalu dukung aku dalam setiap masalah yang aku hadapi, bahkan itu sebelum kami pacaran" tutur Zee panjang lebar sembari mengingat bagaimana Ken membela nya saat ia di permalukan oleh Sabina di pesat ulang tahun Nyonya Celine.
"Terus bagaimana dengan Sabina, Zee? Aku tidak mau menuntut dia? Dia sudah mencemarkan nama baik kamu dan Ken" sambung Ayah Zee.
"Tidak, Pa. Untuk menghadapi Sabina tidak perlu sampai sejauh itu, apa lagi Ayah nya orang kaya. Dia bisa dengan mudah mengelak, cukup dengan lamaran Ken dan pernikahan kami nanti, itu akan membuat orang sadar sendiri bahwa apa yang di beritakan tentang ku itu hanya gosip belaka"
__ADS_1
"Jalan mu sangat susah ya, Zee. Karena kamu langsung berhadapan dengan publik, dan mereka bisa menyerang mu dengan membabi buta begitu" sambung Mama Zee dengan suara lirih, merasa tak tega dengan mental anak nya yang setiap hari selalu di serang.
"Iya, Ma" Zee juga menjawab lirih "Mama Papa doain aku ya, semoga aku bisa melewati semua ini. Harga kesuksesan itu memang sangat mahal, Ma. Tapi kata Ken, anggap saja ituu sebagai batu kerikil dan aku harus bisa melewati nya" kedua orang tua Zee langsung tersenyum mendengar ucapan putri mereka itu.
"Kami akan mendoakan mu, Nak"
"Oh ya, bulan depan kita pindah rumah baru" ucap Zee kemudian yang membuat kedua orang tua nya langsung tercengang.
"Rumah baru? Maksud kamu? Kamu beli rumah, Zee?" tanya sang Mama antara tak percaya dan juga antusias, begitu juga dengan ayah nya.
"Kami bangga pada mu, Zee. Semoga kamu sukses selalu, dan ingat, jaga kesehatan ya. Mama tidak mau kamu bekerja sampai lupa jaga kesehatan"
__ADS_1
"Iya, Ma. Pasti..."
.........
Sementara itu, Nyonya Celine yang baru saja selesai mencuci wajah nya langsung melemparkan diri ke ranjang nya namun bersamaan dengan itu, ponsel yang ada di atas meja bergetar.
"Siapa yang telfon malam malam begini?" gumam Nyonya Celine kesal dan dahi nya langsung mengernyit saat tertera nama kakak ipar nya di ponsel nya. Ia pun menjawab nya dan menyapa suami mendiang adik nya itu dengan santai.
"Halo..."
"Kak Celine, aku mau berbicara hal yang sangat serius dengan mu, Kak"
__ADS_1
"Soal apa?"
"Soal Sabina dan Ken"