
"Tolong..." Zee menggedor pintu kamar nya dengan kuat namun itu akan sangat percuma karena ruangan itu kedap suara.
"To..." ucapan Zee terpotong saat tiba tiba pintu terbuka, Zee melangkah mundur dan sang iblis tampan muncul.
"Ken..." desis Zee dengan raut wajah panik. Sementara Ken mengernyit bingung melihat Zee yang terlihat panik.
"Kena..."
"Ken, kamu tidak boleh melakukan ini sekarang!" tegas Zee yang melangkah mundur sembari memeluk dirinya sendiri membuat kerutan di kening Ken semakin dalam.
"Melakukan apa?" tanya Ken yang bingung sembari membuka jas nya, di ikuti melepaskan dasinya yang terasa mencekik setelah beberapa jam bekerja, mencoba menghentikan kerugian yang sangat besar.
Zee yang melihat hal itu semakin panik dan merasa Ken benar benar akan melakukan sesuatu padanya.
"Ken, kita pulang saja. Nanti orang tua kita marah dan kecewa, kita harus jadi anak baik" kata Zee lagi yang membuat Ken semakin bingung dan berusaha mencerna apa maksud calon istrinya itu, Ken hendak bertanya bahkan sudah membuka mulutnya namun kemudian Zee berkata...
"Kita belum menikah, Ken. Jadi sebaiknya jangan sekarang" lirih Zee yang membuat Ken langsung berseringai saat ia menyadari apa maksud Zee.
__ADS_1
"Terus kenapa? Anggap saja bayar di muka" ujar Ken meskipun ia masih bingung kenapa Zee berfikir ia akan melakukan sesuatu padanya.
"Ish, jangan. Itu tidak baik" kata Zee. Ken menatap Zee dengan begitu intens, ia mendekati pacar pertamanya itu sembari membuka kancing kemejanya satu persatu membuat Zee semakin yakin dengan prasangka nya pada Ken dan ia pun semakin cemas.
"Ken, ih..." Zee melangkah mundur namun tiba tiba Ken manarik pinggang Zee, menarik Zee kemudian mendekap nya dengan erat. Zee memekik terkejut dan langsung berusaha mendorong Ken namun Ken tak bergeming sedikitpun.
"Kenapa? kamu kan sudah dewasa, kenapa tidak mau melakukan nya?" goda Ken kemudian ia mencoba mencium pipi Zee namun Zee dengan cepat menutup mulut Ken.
"Nanti, Ken. Setelah menikah, nanti aku hamil gimana?" tanya Zee yang membuat Ken terkekeh geli. Ia menyingkirkan tangan mungil Zee dari mulutnya dan berkata
"Semua cowok selalu bilang begitu" gerutu Zee sembari menggeliat tidak nyaman dan berusaha melepaskan diri dari Ken. Alih alih melepaskan Zee, Ken justru semakin mendekap nya bahkan sampai Ken bisa merasakan dada Zee di dada nya.
"Ken..." geram Zee.
"Lembut ya ternyata" komentar Ken membuat wajah Zee langsung memerah malu.
"Jangan begitu, Ken. Nanti kamu tergoda" Zee mencoba mendorong dada Ken namun kekuatan nya tak seberapa.
__ADS_1
"Aku selalu tergoda sama kamu bahkan sebelum bisa merasakan nya begini. Aku jadi penasaran, jika tertutup begini saja sudah lembut apa lagi kalau..."
"Ken...!"
"Zee...!"
Keduanya langsung terlonjak kaget saat mendengar suara Nyonya Celine yang sudah berdiri di ambang pintu dengan raut wajah tampak marah.
"Tante..." gumam Zee panik, beda hal nya dengan Ken.
"Mama..." ucapnya sambil menahan senyum.
Nyonya Celine berjalan masuk sembari menatap tajam kedua insan itu, Zee pun mencoba melepaskan diri namun Ken tetap tak bergeming seperti tadi.
"Kalian sedang apa di sini, eh? Pintu tidak di tutup" tukas Nyonya Celine menatap curiga pada Ken dan Zee.
"Oh ya, kenapa lupa tutup pintu ya" ujar Ken dengan santai nya membuat kedua wanita itu melongo.
__ADS_1