A DREAMER

A DREAMER
Episode 8 - Belajar Lagi


__ADS_3

Nyonya Celine sudah selesai mendesain gaun Zee, hanya ada satu gaun yang akan di pakai Zee namun bisa Nyonya Celine pastikan gaun itu akan membawa kabar baik di debut Zee sebagai model ini.


Dan hari ini, Nyonya Celine membawa Zee ke perusahaan teman nya itu dan kemudian memperkenalkan Zee dengan model model di sana. Tak hanya itu, Zee juga di latih bersama teman teman nya untuk belajar berjalan namun lagi lagi Zee mendapatkan bullyan ketika Zee tak bisa berjalan dengan baik.


"Bagaiamana mau jadi model? Pakai sepatu hak tinggi saja tidak bisa"


"Masak dikit dikit jatuh... Dikit jatuh... Haha"


"Aku rasa dia hanya akan jadi bahan tertawaan orang orang"


"Dia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri..."


Begitu lah ejekan ejekan yang di lontarkan pada Zee, bahkan masih banyak lagi. Tentu saja ejekan itu seperti mencubit hati Zee namun Zee tetap berusaha percaya diri dan tidak menanggapi nya.


"Jadi ini Zendaya yang kamu ceritakan itu, Cel?" tanya seorang wanita yang baru datang bersama Nyonya Celine.


"Iya, cantik kan?" tanya Nyonya Celine, sementara Zendaya hanya bisa melemparkan senyum ramah nya pada wanita yang seusia Nyonya nya itu.

__ADS_1


"Halo, Zee. Perkenalkan, aku Urmila..." wanita bernama Urmila itu mengulurkan tangan nya dan Zee menyambut nya.


"Zendaya, Nyonya" jawab Zee.


"Kamu serius mau jadi model, Zee?" tanya Nyonya Urmila yang tak lain adalah pemilik perusahaan agensi model itu.


"Iya, Nyonya" jawab Zee.


"Apa motivasi mu? Apa ini memang passion mu?" tanya Nyonya Urmila bahkan ia menatap Zee seolah mengintimidasi.


"Terkadang seseorang ingin melakukan sesuatu bukan karena passion nya ada di sana, Nyonya. Tapi karena ada motivasi yang kuat, saya ingin sukses dan bersinar. Saya ingin orang berhenti memandang rendah saya hanya karena tempat asal saya dan latar belakang keluarga saya, jika mereka punya hak dan kesempatan untuk menjadi sukses. Orang biasa dari kelas menengah pun punya hak dan kesempatan yang sama"


"Pertama, kamu harus belajar bekerja lebih banyak dari pada berbicara banyak. Semua orang bisa mengucapkan kata kata bijak, tapi tidak semua orang bisa melangkah dengan bijak" Zee hanya menanggapi ucapan Nyonya Urmila dengan senyum dan ia membenarkan apa yang di katakan wanita cantik itu meskipun tak lagi muda.


Zee dan teman teman nya pun melanjutkan latihan dan di asasi langsung oleh Nyonya Urmila. Setelah selesai latihan, Nyonya Celine mengajak Zee ke salon teman nya. Ia ingin Zee belajar dandan sendiri, karena menjadi seorang model berpenampilan tetap cantik itu sangat penting.


....... ...

__ADS_1


Sekarang Zee dan Nyonya Celine sudah berada di salon teman nya yang bernama Gita. Zee di berikan beberapa alat make up dan di arahkan untuk memakai nya satu persatu oleh Gita, Zee tentu sangat bersemangat dan ia mengikuti semua arahan Gita.


"Tunggu, Zee... Sedikit saja, jangan sampai di colek begitu" ujar Gita saat Zee hendak mencolek eyeshadow "Kamu cukup usap-usapkan kuas nya begini, Zee. Warna nya sudah ikut.... Dan aplikasikan pelan pelan ke Kelopak mata mu" Gita memberikan arahan dengan sangat sabar pada Zee.


Saat Zee tengah asyik mengikuti intruksi Gita, ponsel nya berdering.


"Tuan Kenzo Alvian, Zee..." kata Nyonya Celine membaca nama kontak di ponsel Zee.


"Aduh..." kata Zee dan dengan cepat ia menjawab panggilan Tuan Muda nya itu sementara Nyonya Celine hanya terkekeh melihat raut wajah Zee yang panik.


"Halo, Tuan Kenzo..."


"Antarkan jas ku yang berwarna navy ke kantor, sekarang juga!!!"


"Ba..." belum selesai Zee bicara, Ken sudah memutuskan sambungan telfon nya membuat Zee merengut.


"Ada apa, Zee?" tanya Nyonya Celine.

__ADS_1


"Ini, Nyonya. Tuan Ken meminta jas nya yang berwarna navy, di suruh antar sekarang ke kantor nya"


"Oh, ya sudah. Kamu selesaikan dulu dandan nya, nanti aku antar kamu kesana"


__ADS_2