A DREAMER

A DREAMER
Episode 72


__ADS_3

"Apa? Pakai bikini saja?" pekik Zee saat ia sampai di lokasi pemotretan. Zee sangat terkejut saat tiba tiba Kayla datang dengan membawa beberapa pakaian yang hanya bisa menutup aset pribadi Zee.


"Iya, bukannya kamu sudah setuju?" Kayla balik bertanya dengan heran, karena dua minggu yang lalu Zee telah menandatangani kontrak kerjanya.


"Kamu tidak membaca isi kontraknya, Zee?" tanya Kayla yang melihat Zee tampak bingung dan Zee hanya bisa menggeleng pelan.


Dua minggu yang lalu, ia masih ada dalam fase dimana Zee berfikir harus mengambil semua pekerjaan agar karirnya semakin lebih baik lagi dan lagi. Agar ia semakin sering muncul di fashion show, majalah dan yang lainnya. Zee berfikir itu sangat baik untuk dirinya namun ternyata itu sebuah kesalahan.


"Tapi semua tertulis jelas di kontraknya, Zee. Bahkan saat aku mencoba membacakan kontraknya kamu bilang tidak usah" seru Kayla.


"Terus bagaimana? Aku tidak mau cuma pakai begini, Kay. Ini bukan seksi lagi, tapi half naked" kata Zee merengek.


"Sebenarnya ini hal biasa, Zee. Semua model pasti akan mengalami ini, tidak ada yang salah kok. Namanya juga tuntutan pekerjaan" ujar Kayla kemudian karena ia sudah sangat berpengalaman di dunia modeling.


"Tapi bukan seperti ini juga, Kay!!!" seru Zee kesal sembari mengambil kain segitiga yang hanya menutupi bagian depannya saja itu pun sangat kecil dan bahan belakangnya hanya sebuah tali "Kalau aku jongkok, bisa bisa kelihatan tahu" tukas Zee kemudian yang entah harus di tanggapi Kayla seperti apa. Menertawakannya, gemas atau malah kesal. Ini pertama kalinya Kayla menghadapi model macam Zee ini.


"Ya sudah, Zee. Sekali saja, kalau kamu tidak mau. Kamu bisa di tuntut lho" kata Kayla namun Zee tetap menggeleng tegas.

__ADS_1


"Terus bagaimana? Kamu mau di bawa jalur hukum?" tanya Kayla.


"Bayar denda saja lah" kata Zee.


"Kamu yakin? Itu tidak sedikit lho, Zee. Belum lagi nanti nama mu yang tercemar, kamu akan di anggap tidak profesional" tegas Kayla.


"Aku benar-benar tidak bisa, Kay. Aku malu" lirih Zee dan ia memasang wajah memelasnya, membuat Kayla merasa kasihan.


"Mungkin kamu bisa minta bantuan pacar CEO mu itu" kata Kayla kemudian yang membuat pupil mata Zee langsung melebar "Manfaatin sedikit lah Big bos itu, Zee"


Sementara itu, Ken sedang bersiap pergi ke kantor dengan sangat tergesa-gesa. Hari ini ia bangun kesiangan karena semalam tidak bisa tidur akibat memikirkan Zee.


Ken turun dari kamar nya sembari menentang tas kerjanya.


"Ma, aku..." ucapan Ken terhenti dan langkahnya pun terhenti di ujung tangga saat ia melihat Sabina dan Pak Hendra sudah ada dirumah nya pagi pagi begini.


"Hai, Ken. Selamat pagi..." sapa Sabina dengan girang.

__ADS_1


"Selamat pagi, Bi. Ada apa kalian datang pagi pagi begini?" tanya Ken kembali melanjutkan langkahnya.


"Mau ketemu kamu lah" jawab Sabina.


"Hai, Ken. Kita sudah lama tidak bertemu ya, karena sama sama sibuk" kata Pak Hendra.


"Iya, Om. Dan hari ini pun aku sangat sibuk, jadi selamat pagi semua nya. Aku harus pergi ke kantor" kata Ken kemudian ia mengecup pipi Mama nya dan Mama nya hanya mengedikan bahu tak acuh.


Setelah tahu apa yang di lakukan Sabina pada Zee, Nyonya Celine mulai merasa tak suka jika Ken dekat dengan Sabina.


"Ken, aku datang mau ketemu kamu" seru Sabina mengekori Ken yang melangkah keluar rumah.


"Aku sibuk, Bi" jawab Ken dingin dan di saat yang bersamaan, ponselnya berdering. Senyum Ken langsung terbit saat tahu siapa yang menghubungi nya.


"Halo, Love. Good morning..."


"Ken, aku butuh bantuan mu"

__ADS_1


__ADS_2