
"Kamu nonton film blue, ya?" tukas Arun yang membuat semua orang tercengang, apalagi Ken. Ia langsung menatap Arun dengan sangat tajam dan menyambar kembali earphone nya.
"Ada apa?" tanya Ken kemudian yang membuat Arun langsung menghela nafas kasar.
"Dari tadi fokus mu kemana, Ken? Kamu sibuk apa di ponsel mu?" tanya Arun kemudian ia hendak merebut ponsel Ken namun dengan cepat Ken menghalanginya.
"Jadi, sampai dimana kita tadi?" tanya Ken kemudian kembali pada mood cool nya.
"Sudah, batal" kata Arun malas.
"Ini proyek penting, batal bagaimana?" seru Ken tampak emosi dan itu membuat Arun lebih emosi.
__ADS_1
"Batal karena kamu sibuk nonton film blue" tukas Arun ketus "Ini masih siang Ken. Di tempat umum, kalau nonton film seperti itu enaknya kalau malam dan kamu lagi sendiri" tutur Arun panjang lebar yang membuat Ken melongo.
"Itu pasti kelakuan mu ya" entah itu pertanyaan atau pernyataan, namun Arun langsung cengengesan sambil garuk garuk tengkuknya.
"Jadi bagaimana kesepakatan kita?" tanya klien mereka yang sejak tadi hanya diam melongo dengan kelakuan dua bos didepan nya ini.
"Bagaiamana?" Ken bertanya pada Arun karena sejak tadi ia bener benar tidak memperhatikan jalannya meeting itu.
..........
Setelah meeting selesai, Ken langsung bergegas untuk menjemput Zee di studio. Ia tak sabar ingin memeluk dan mencium Zee sebagai jawaban atas ungkapan cinta Zee tadi, Ken merasa itu sangat romantis apalagi saat Zee memberikan flying kiss nya..
__ADS_1
Sementara Arun, pria itu menggerutu kesal. Gara gara Ken yang kerasukan iblis asmara, mereka hampir saja kehilangan proyek yang sangat menguntungkan.
Sesampainya di studio, Ken langsung turun dari mobil dengan senyum sumringah namun senyumnya langsung musnah saat ia melihat Zee yang tampak berbincang dengan Jose. Keduanya bahkan tertawa cekikikan membuat Ken kesal dan langsung terbakar api cemburu.
"Baru tadi mengungkapkan cinta, sekarang sudah bermesraan dengan pria lain. Awas saja kau, Love" desis Ken. Ia melangkah lebar menghampiri sang kekasih dan sesampainya di samping Zee, ia pun langsung menarik tangan Zee, mendekapnya dan mendaratkan bibirnya di bibir Zee. Membuat Zee langsung melotot terkejut dan seluruh tubuhnya pun menjadi kaku, semua nya begitu cepat sehingga Zee tidak punya kesempatan untuk menolak.
Jose dan beberapa orang yang melihat itu pun menganga lebar dengan kedua bola mata yang membulat sempurna. Beberapa orang dengan cepat mengambil gambar meraka bahkan merekam aksi Kenzo itu.
Tak hanya menempelkan bibirnya, Ken memberikan ciuman yang menuntut. Bahkan menggigit bibir Zee hingga tanpa sadar Zee mengerang dan membuka mulut nya. Zee memukul dada Ken setelah ia mendapatkan kesadarannya kembali. Semua orang memperhatikan mereka dan itu membuat Zee merasa tak punya wajah, Zee mencoba mendorong Ken namun Ken justru melingkarkan tangan kirinya di pinggang Zee, menempelkan tubuh Zee ke tubuhnya sementara tangan kanannya menekan tengkuk Zee.
Ken menggoda bibir Zee dengan begitu indah, apalagi saat lidah Ken tak tinggal diam, bergerak menggoda dan mengajak lidah Zee menari bersama. Membuat Zee merasakan glenyer aneh di seluruh tubuhnya, oksigen dalam paru paru nya mulai menipis. Bahkan kaki nya terasa lemas hingga akhir nya dengan sangat terpaksa Ken melepaskan pangutan bibir mereka. Zee langsung menghirup udara sebanyak mungkin, nafasnya memburu, dadanya naik turun dan ia memandang Ken seolah ingin menonjoknya. Beda halnya dengan Ken yang justru tersenyum puas melihat bibir Zee yang memerah, bengkak dan basah.
__ADS_1
"Kamu gi_hmmppp"