A DREAMER

A DREAMER
Episode 59


__ADS_3

"Lalu menurut mu siapa yang pantas untuk Ken, Sabina?" tanya Zee dengan tenang namun Sabina enggan menjawab nya.


"Kenapa diam?" tanya Zee lagi "Menurut mu yang selevel sama Ken siapa? Kamu tahu sendiri, kan? Selama ini Ken tidak pernah dekat dengan wanita manapun"


"Siapa bilang?" tukas Sabina kemudian dengan cepat dan tampak sangat kesal "Selama ini aku yang ada di samping Ken, aku yang selalu bersama Ken" ujar nya penuh emosi.


"Tentu saja, kamu kan saudara nya" balas Zee dengan sengit seolah sengaja ingin memancing emosi Sabina.


"Hubungan ku dan Ken lebih dari itu" tukas Sabina lagi "Aku mencintai Ken sejak dulu" seru nya lagi yang tentu saja membuat semua orang langsung terkejut, namun tidak dengan Ken. Ia sudah menduga hal ini, karena ini lah Ken menyiapkan lamaran ini untuk Zee. Untuk membuat Sabina sadar, Ken telah menyerahkan hati nya pada siapa.


"Sabina, kamu bicara apa?" tanya Nyonya Celine setengah berbisik.


"Selama ini aku mencintai Ken, Tante. Aku sengaja selalu mengikuti Ken kemana pun supaya tidak ada wanita yang mendekati dia. Tapi pembantu Tante ini sudah sangat lancang, dia merebut Ken dari ku" seru Sabina sembari menunjuk wajah Zee dengan marah.

__ADS_1


"Jaga ucapan mu, Sabina. Zee ini calon istri ku" tegas Ken marah.


"Kamu buka mata dong, Ken. Kurang nya aku apa? Kenapa kamu memilih dia di bandingkan aku?" tanya Sabina lirih dengan mata yang sudah berkaca kaca. Zee merasa kasihan melihat Sabina yang tampak begitu patah hati, namun Zee tak bisa apa apa karena cinta adalah perasaan yang tak bisa di paksakan.


"Hati aku yang memilih, Sabina" tegas Ken "Dan hati tidak akan pernah salah memilih" Ken berkata sembari melingkarkan lengan nya di pinggang ramping Zee.


Sabina tak mampu lagi menahan air mata1 nya, ia menangis dan segera berlari pergi dari tempat itu dengan perasaan yang begitu hancur. Rasa bersalah menyapa hati Zee, sebagai wanita ia bisa merasakan apa yang Sabina rasakan. Sementara tidak dengan dengan Ken, apa lagi setelah Ken tahu apa yang sudah di lakukan Sabina.


"Maaf atas drama kecil tadi..." seru Ken dengan suara bass nya "Sebentar lagi menu sarapan akan datang, selamat menikmati" ujar Ken lagi.


"Semoga hubungan kalian langgeng sampai maut memisahkan" ujar Arif dan Zee mengangguk penuh haru.


"Om titip Zee ya, Ken. Selama ini kami sangat mencintai nya, meskipun kami belum bisa memberikan kehidupan yang baik untuk nya. Tapi percayalah, dia tumbuh menjadi gadis yang sangat baik"

__ADS_1


"Aku percaya" kata Ken "Aku melihat sendiri bagaimana baik nya calon istri ku ini" ucapan Ken yang membuat Zee tersipu malu.


"Setelah ini seperti nya Mama akan sangat sibuk" ujar Nyonya Celine sambil tersenyum "Aku akan membuatkan gaun tercantik untuk mu, Zee"


"Itu harus, Ma" kata Ken.


"Memang nya kalian sudah merencanakan pernikahan?" tanya Mama nya Zee.


"Kami akan membicarakan itu nanti" jawab Ken dan tak lama kemudian beberapa pelayan datang mengantarkan makanan yang sudah Ken pesan secara khusus.


"Kapan kamu menyiapkan semua ini, Ken?" tanya Zee penasaran.


"Tadi malam" jawab Ken singkat.

__ADS_1


"Secepat ini?" tanya Zee lagi.


"Aku bukan jin, tapi aku bisa melakukan semua nya dengan mudah" Zee mendelik mendengar jawaban sombong Ken.


__ADS_2