A DREAMER

A DREAMER
Episode 38 -


__ADS_3

"Kita menikah ya, biar tidak ada batasan" Zee sungguh terperanah mendengar ucapan enteng Kenzo Alvian itu, ia menatap sang pacar dengan tatapan tak percaya nya.


"Kamu... Ngajak aku menikah?" tanya Zee yang masih tak percaya dengan apa yang di dengar nya itu.


"Iya, supaya kita tidak perlu punya batasan lagi. Orang tua mu juga tidak akan cemas kalau kamu pergi sama aku" tukas Ken dengan enteng nya yang tentu saja membuat Zee semakin tercengang.


"Ken, pernikahan tidak semudah itu. Kita baru dekat, Ken" Ken pun langsung beranjak duduk setelah mendengar ucapan Zee, ia menatap Zee dengan lekat lekat, menggenggam tangan Zee dengan lembut.


"Apa nya yang susah? Kita sudah saling mengenal, apa lagi yang perlu di tunggu?" tanya Ken lirih "Kita juga sudah sama sama dewasa, usia kita sudah cukup matang untuk menikah" lanjut nya.


"Kenapa, Love? Kamu tidak yakin sama aku? Kamu tidak percaya aku bisa menjadi suami yang baik untuk mu?" tanya Ken lagi karena Zee hanya diam saja.

__ADS_1


"Ini terlalu cepat untuk ku, Ken. Kita jalani saja dulu hubungan kita ini ya" ucap Zee kemudian dan ia melihat Ken tampak kecewa dengan jawaban, Zee. Namun kemudian Ken menyunggingkan senyum lembut nya yang kembali membuat hati Zee menghangat.


"Baiklah, tidak masalah. Yang penting hubungan kita sudah resmi, dan aku tidak mau kamu terlalu dekat dengan pria mana pun kecuali untuk urusan pekerjaan" tukas Ken yang membuat Zee langsung berhambur ke pelukan sang kekasih, Ken pun langsung menyambut nya, mendekap sang pacar dan mengecup pucuk kepala nya.


"Siap, pacar" jawab Zee yang membuat Ken terkekeh.


.........


"Sabina, tumben pagi pagi ke sini..." seru Nyonya Celine saat menyambut keponakan nya itu.


"Mau ketemu sama Ken, Tante. Tadi aku beli makanan kesukaan Ken, sudah lama aku tidak pernah sarapan bersama Ken" tukas Sabina dengan antusias.

__ADS_1


"Ken masih di kamar nya, Tante? Pasti belum bangun ya..." ujar Sabina lagi dan ia hendak naik ke kamar Ken namun Nyonya Celine segera memberi tahu bahwa Ken tak ada di rumah.


"Ken ada di Villa, Bi. Dia tidak pulang sejak kemarin" ujar Nyonya Celine kemudian ia mengambil paper bag yang berisi makanan itu dari tangan Sabina.


"Ke Villa? Sama siapa? Ada urusan apa?" pekik Sabina.


"Sama Zee, mereka liburan sebentar mumpung ada waktu" jawab Nyonya Celine yang membuat Sabina melongo bodoh, dengan kedua bola mata yang membulat sempurna.


"Sama pembantu Tante itu?" pekik Sabina kemudian.


"Dia bukan lagi pembantu, Bi. Kamu bisa kan panggil nama nya? Zee, nama nya Zee. Jangan kebiasaan merendahkan orang lain, tidak baik" tukas Nyonya Celine penuh penekanan "Sebaiknya kita sarapan bersama sekarang, oh ya, Papa mu apa kabar?" tanya Nyonya kemudian yang ingin mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Terkadang ia juga tak habis fikir kenapa Sabina tumbuh menjadi wanita yang sangat arogan, manja dan selalu semena-mena pada siapapun. Padahal mendiang Ibu nya Sabina yang tak lain adalah adik Nyonya Celine adalah wanita yang sangat baik, ramah. Namun setelah kematian Ibu nya, Sabina seperti di asuh dengan cara yang salah oleh Purnomo Mahendra.


__ADS_2