
Zee, Kayla dan Livy makan bersama dengan di traktir oleh Livy. Katanya sebagai perayaan atas kebebasan Livy dari bos seperti Sabina.
"Dia benar-benar seperti anak kecil, sangat labil" ujar Zee sambil terkekeh geli.
"Padahal usianya lebih muda kamu, Zee. Tapi kamu jauh lebih bijak dan lebih dewasa" kata Livy.
"Kamu tahu dari mana? Kamu kan belum kenal aku" kata Zee sambil terkekeh.
"Kelihatan kok, Zee. Dari bagaimana kamu menghadapi dia, dari bagaimana kamu bekerja tim, dari bagaimana kamu berinteraksi dengan orang-orang" jawab Livy panjang lebar.
"Di jamin kamu akan betah bekerja sama Zee, Liv. Tapi asal kamu harus sabar saja karena Zee itu pilih pilih dalam pekerjaan" kata Kayla sambil tertawa kecil apalagi saat ia mengingat Zee pernah terkena denda ratusan juta hanya karena satu masalah yang padahal hal biasa bagi model.
"Kontrak nya harus benar benar di baca, apalagi dia punya calon suami yang benar benar posesif" lanjutnya.
"Ya itu tidak apa-apa" jawab Livy "Nanti aku akan mengurus urusan ku sama Sabina dulu"
Zee hanya tersenyum dan mengangguk, tadinya ia tidak ada niatan sedikitpun untuk merekrut Livy menjadi pengganti Kayla namun entah kenapa ucapan itu keluar begitu saja dari mulutnya untuk memanas-manasi Sabina. Yeah, sepert bagaiamana ia mengakui Ken sebagai pacarnya. Zee tersenyum saat memikirkan bagaimana hubungannya dan Ken di mulai.
Ponsel Zee yang ada di atas meja bergetar, dan yang sedang ia fikirkan kini menghubunginya.
__ADS_1
"Panjang umur" gumam Zee dan dengan cepat ia menjawab panggilan pacarnya itu.
"Halo, Sayang" sapa Zee.
"Love, kamu dimana? Sudah makan siang?" terdengar suara bas Ken dari seberang telfon, suara yang selalu Zee di rindukan.
"Ini aku lagi makan siang sama Kayla dan Livy" jawab Zee.
"Livy? Livy menagernya Sabina?" tanya Ken seolah tak percaya
"Iya, Sayang. Ceritanya pendek tapi aku malas cerita, nanti aku ceritain. Oh ya, kamu dimana sekarang?" tanya Zee sambil mengunyah.
"Yah, aku..."
"Harus ada waktu, Love. Aku akan menjemput mu jam 8" Zee terkekeh mendengar ucapan tegas Ken, dan malam ini ia memang tidak punya acara apapun. Ia hanya ingin menggoda Ken "Kalau memang kamu ada pekerjaan, cancel dulu. Kalau kamu di suruh bayar denda, nanti biar aku yang urus" ujar Ken dengan sombongnya yang membuat Zee tergelam.
"Mentang-mentang kaya ya, sombong nya" seru Zee.
"Baiklah, Tuan Kenzo. Aku menunggu mu malam ini, Sayang"
__ADS_1
...... ...
"Baiklah, Tuan Kenzo. Aku menunggu mu malam ini, Sayang"
Ken tersenyum simpul mendengar jawaban Zee, menunggu mu malam ini. Entah kenapa kata kata itu seperti godaan, rayuan, bahkan seperti ajakan akan sesuatu yang menggoda.
"Aku akan mengirimkan gaun nanti sore ke rumah mu, Love" ujar Ken kemudian.
"Gaun? Hem, apa ini acara yang sangat khusus?" tanya Zee yang terdengar penasaran.
"Yeah, khusus kita berdua" jawab Ken tersenyum samar.
"Hem, aku jadi penasaran"
"Tetaplah penasaran, Honey. Biar kamu tidak sabar bertemu dengan ku" kata Ken dan terdengar suara tawa Zee dari seberang telfon.
"Baiklah, Love. Aku sudah sampai di kantor, persiapkan dirimu untuk nanti malam. Love you, Honey"
"Love you too, Honey"
__ADS_1