A DREAMER

A DREAMER
Episode 24 - Pacaran Beneran


__ADS_3

"Bohong dia, Ma. Dia sendiri yang bilang kalau aku pacarnya"


"Hah?" Zee terperangah mendengar ucapan Ken itu, ia langsung menatap Nyonya Celine dengan panik sementara Nyonya Celine justru terlihat mengulum senyum.


"Baiklah, terserah kalian saja. Kalian sudah dewasa, kalian tahu yang terbaik untuk kalian" tukas Nyonya Celine yang membuat Zee tersenyum malu malu, sementara Ken hanya tersimpul sembari melirik Zee.


"Sebaiknya kita pesan makanan sekarang, kamu mau makan apa, Zee?" tanya Nyonya Celine sembari membuka buku menu.


"Nasi goreng nya kelihatan enak, Tante" ucap Zee.


"Ck, itu tidak sehat, Pacar. Nasi goreng itu sudah karbo, berminyak. Kamu pesan salmon saja, itu sehat" ujar Ken yang membuat Zee semakin salah tingkah.


"Mau kan? Kalau tidak mau..."


"Mau, Ken..." seru Zee dengan cepat, kapan lagi ia bisa mendapatkan perhatian dari Iblis tampan pujaan nya itu. Walaupun Zee masih heran sebenarnya kenapa Ken bersikap seperti itu di depan Nyonya Celine, apakah Ken hanya ingin me ngerjai nya atau apa?


Mereka bertiga pun memesan menu yang sama, namun minum mereka berbeda. Zee yang merasa tenggorokan nya tak nyaman pun memesan air putih saja.


"Kamu sakit, Pacar?" tanya Ken kemudian dan Zee menggeleng, rasa nya seperti ada yang bergelombang dalam perut nya setiap kali Ken memanggil nya dengan sebutan pacar.

__ADS_1


Begitu juga dengan Celine, seperti ada yang menggelitik perut nya saat mendengar nama panggilan sayang putra nya pada Zee.


"Terus kenapa tenggorokan mu sakit?" tanya Ken kemudian.


"Aku tidak tahu, tapi ini bukan masalah besar, Ken" jawab Zee.


"Hem, baiklah. Setelah ini kita ke Dokter dan memeriksa tenggorokan mu" jawab Ken yang membuat Zee langsung melotot terkejut.


"Ke Dokter? Untuk apa?" pekik nya.


"Kata nya tenggorokan mu tidak enak, takut nya terjadi sesuatu. Jadi lebih baik periksa sebelum terlambat" tukas Ken.


"Pacar, aku paling tidak suka omongan ku di bantah!" tegas Ken yang membuat Zee langsung menelan ludah nya dengan kasar, kemudian ia menatap Nyonya Celine sementara Nyonya Celine hanya bisa menahan senyum.


..........


Jika Zee berfikir Ken bercanda, maka Zee salah besar. Karena seorang Kenzo Alvian tidak mengenal kata 'canda' dalam hidup nya. Karena itu lah, apa yang menjadi candaan Zee pada Sabina di tanggapi serius oleh Ken. Dan seserius ia yang benar benar membawa Zee ke Dokter untuk memeriksa tenggorokan nya.


Zee benar benar tak bisa apa apa, dulu ia tak bisa melawan Ken karena Ken bos nya dan sekarang ia semakin tak bisa melawan Ken karena Ken adalah pacar nya.

__ADS_1


"Bagaiamana keadaan pacar saya, Dok?" tanya Ken setelah Dokter memeriksa tenggorokan Zee.


"Tidak ada masalah yang serius, tapi usahakan jangan meminum yang dingin dan manis manis, dan jangan mengkonsumsi makanan yang pedas untuk sementara waktu" jawab Dokter itu.


"Pacar, kamu dengar saran Dokter kan?" tanya Ken dan Zee hanya mengangguk.


"Apakah perlu meminum obat khusus?" tanya Ken lagi.


"Tidak perlu, perbanyak saja minuman air putih dan jaga jenis makanan nya" jawab Dokter itu yang membuat Ken bernafas lega.


Setelah itu Ken pun mengurus administrasi dan Zee merasa sangat sayang dengan uang yang Ken gunakan hanya untuk memeriksa tenggorokan nya yang tak nyaman, padahal dulu Zee pernah sakit demam tinggi lebih dari tiga hari namun Zee hanya bisa membeli obat di apotek dan kemudian Mama nya meng-kompres Zee setiap hari.


Kini Zee dan Ken sudah berada dalam mobil Ken, dan karena Zee tak ada lagi pekerjaan hari ini. Pun meminta Ken mengantarkan nya pulang ke rumah nya. Selama dalam perjalanan, kedua nya sama sama diam. Zee yang biasa nya cerewet sekarang tak bisa menemukan kata kata untuk membuka percakapan di karenakan ia begitu gerogi, sementara Ken memang bukan orang yang pandai membuka percakapan.


Dan sesampainya di rumah Zee, Zee pun hendak turun. Ia melepaskan seat belt nya.


"Terima kasih ya...."


Cup

__ADS_1


Mata Zee membulat sempurna saat Ken mendaratkan kecupan ringan di pipi Zee.


__ADS_2