
Ken menciumnya dengan begitu lembut, menggoda bibir Zee hingga akhirnya Zee membuka bibirnya dan Ken tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera menyusupkan lidahnya dan membelit lidah Zee dengan manja. Saat perhatian Zee teralihkan dengan ciuman yang memabukan itu, saat itulah Ken mulai menggoda bagian bawah sana. Ia menggelitik dengan sensual, mengusapkannya naik turun membuat Zee menggila dan ia menggelinjang frustasi saat merasakan sapuan yang begitu lembut, hangat, dan basah.
"Shh, Ken," Zee mendesis sampai membuat tautan bibir keduanya terpisah, kepalanya terhempas ke belakang saat Ken menekannya di permukaan yang begitu lembut itu.
"Tenanglah, Love," geram Ken dan ia mencoba memasuki Zee namun ternyata tak semudah yang ia bayangkan, membuat Zee langsung merengek sakit.
"Oh, Ken..." rengek Zee, ia memeluk punggung Ken dengan kuat.
"Sshht, tidak apa-apa, Love. Sebentar lagi, sedikit lagi, Sayang," desis Ken yang kini menarik keluar pusat dirinya yang baru menyentuh pintu masuk.
"Agh, sakit, Ken..." Zee kembali merengek.
"Tahan sebentar, Love..." Ken kembali menggeram, ia pun menunduk dan langsung meraup bibir Zee. Ken ********** dengan sensual, menggodanya supaya Zee bisa sedikit lebih tenang. Kedua tangan Ken bekerja sama baiknya dengan Ken dalam menggoda Zee, satu tangannya memijit benda kenyal nan lembut dengan pucuk kemerahan yang terpampang sangat indah Nan menantang, Ken memainkan jarinya disana. Memutar, menekan, bahkan menariknya membuat Zee menggeram dalam ciuman Ken yang semakin lama semakin intense, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik yang dahsyat. Zee semakin menggila saat jari tangan Ken yang lain kini merayap turun dari perut Zee, jari besar nan hangat Ken menyusuri permukaan kulit Zee, hingga akhirnya jari itu berhenti di antara lipatan hangat nan lembab, ah tidak - becek
"Egghh, Ken..." erang Zee saat jari Ken menekan bagian termungil yang ada di bawah sana, Ken menggodanya dengan sangat nakal. Dari menekan, mengusap naik turun, memutar bahkan Ken juga mencubitnya dengan gemas membuat tubuh Zee kembali seperti terkena aliran listrik. Saat Zee menikmati buaian menggoda jari kemari Ken, saat itu lah Ken langsung menyentak dirinya menerobos dinding penghalang yang sejak tadi seolah tak mengizinkannya masuk.
"Aagggh, Ken!" Zee menjerit dan tanpa sadar mencakar punggung Ken dengan kuku-kuku cantiknya, air mata Zee mengalir begitu saja dari sudut matanya saat ia merasakan tubuhnya yang seolah terbelah menjadi dua.
"Ougghhh, Tuhan...!" Ken pun tak mampu menahan geraman nikmatnya saat pusat dirinya begitu di manjakan dengan pijatan dan jepitan hangat dari inti tubuh Zee. Ken merasa melayang ke langit, kenikmatan itu bahkan terasa hingga ke ubun-ubunnya.
"Sshttt, maafkan aku, Love," ucap Ken kemudian ia mengecup kedua kelopak mata Zee, tak lupa is juga menghapus air mata Zee dengan bibirnya. Ken memanjakan Zee dengan cintanya dan memuja Zee dengan setiap sentuhan bibir dan tangannya.
Ken berusaha mendiamkan diri meskipun di bawah sana pusat dirinya mulai menggelitiat, seolah ingin di sapa, namun Zee justru terlihat kembali mulai mendesah, pinggul Zee bergerak gelisah, tak mampu menahan sesuatu yang begitu mengganjal yang kini nemenuhi pusat dirinya. di rasa Zee sudah beradaptasi dengan miliknya, Ken pun mulai menggerakkan pingggulnya perlahan. maju mundur, naik turun bahkan memutar. keduanya mengerang nikmat, suara khas percintan mereka memenuhi ruang itu yang terasa begitu panas.
..........
Iklan.
__ADS_1
*Sambil nunggu episode selanjutnya, kita Intip dulu cerita berbeda genre dari Author kece neh.
JUDUL : SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
Penulis : Ramanda
Cuplikan Di Bab : Ijab qobul.
"Ananda Muhammad Azzam Ramadhan bin Hendrawan Azram?" panggil Ayah Naisha.
"Iya pak!"
"Saya Nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Naisha Arizmah Azzifa dengan maskawin berupa Alat sholat serta cincin berlian di bayar tunai.."
Azzam langsung menyambutnya dan dengan satu tarikan napas
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulunya.
"Sah!"
"Sah!" sambut mereka serentak..
Dan langsung di lanjutkan dengan doa. yang di bacakan oleh penghulunya.
sementara di balik tirai.
Naisha yang duduk di dampingi bunda dan sahabatnya ikut mendengar Azzam berijab dan saat mendengar kata sah, membuat jantung berdetak kencang. mendengar penghulu berdoa ia pun ikut berdoa
__ADS_1
"Selamat Nai Akhirnya status mu berubah Barakallahu lakum wabaraka Alaikum.." ujar Imah gendut.
" Aamiin Syukron imah" ucap Naisah tulus.
Yaa mulai sekarang ia sudah berstatus seorang istri dan ia hanya bisa berharap, semoga ia bisa menjalani kehidupannya yang baru dengan tulus dan ikhlas dan berharap keluarga barunya kelak menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.
Setelah sesi berdoa selesai, penghulu pun meminta agar pengatin Wanita dikeluarkan.
untuk menyaksikan pra janji pernikahan yang akan di bacakan oleh pengantin pria
karena pengatin Wanita sudah di panggil.
Imah gendut yang berpakaian senada dengan Naisha pun ikut menuntun Naisha, keluar untuk di pertemukan pada suaminya, mereka berjalan perlahan dengan Naisha yang menundukkan wajahnya, karena malu
Azzam langsung kaget saat melihat mereka berdua, begitu juga Frans.
"sudah ku duga bahwa dialah Imah si gendut itu" batin Azzam, saat melihat wanita gendut yang di sebelah Naisah.
Tak berapa lama mereka berdua sampai di hadapan Azzam namun belum sempat Naisah duduk tiba-tiba Azzam buka suara.
"Sesuai persyaratan Pah, pak.. saya akan langsung membawa istri saya!" ujar Azzam yang langsung menarik tangan Irma sahabat baik Naisha dan ia berjalan dengan cepat, menuju pintu mesjid.
Mereka yang menyaksikan Azzam menarik Irama hanya tercengang heran termasuk Naisha hanya diam terpaku. Saat melihat suaminya menarik sahabatnya gendutnya itu.
Cus, mampir kesana ya, jangan lupa sampaikan salamku pada penulisnya 😘*
__ADS_1