A DREAMER

A DREAMER
Episode 86


__ADS_3

"Wow..." Sabina dan Livy langsung menoleh pada asal suara itu dan mereka melihat Zee yang sedang tersenyum penuh makna pada Sabina.


"Orang datang ke restaurant untuk makan, tapi Sabina datang untuk melawak sepertinya" kata Zee dengan tenang sambil berjalan anggun mendekati Sabina. Sementara Sabina, tentu wanita itu terlihat semakin marah.


"Tidak perlu ikut campur ya, gadis kampungan!" seru Sabina yang membuat Zee terkekeh.


"Sopan sedikit dong, adik ipar" kata Zee yang membuat Sabina langsung melotot marah.


"Jaga ya ucapan kamu, siapa yang mau jadi adik ipar kamu?"


"Kalau saja Ken punya adik yang lain, pasti mau kok jadi adik ipar aku. Secara kan Ken sangat mencintai aku" kata Zee sambil mengedipkan matanya pada Sabina.


"Kamu itu mimpi kali ya, Ken itu cuma penasaran sama kamu. Nanti kamu juga pasti akan di tinggalin sama Ken" kata Sabina.


"Ah, benarkah?" tanya Zee berpura pura terlihat terkejut, ia bahkan sampai menutup mulutnya dan kedua matanya itu melotot sempurna membuat Sabina mendelik.

__ADS_1


"Sudahlah, Zee. Jangan di ladenin, aku sudah lama bekerja sama dia dan sifat buruknya ini memang sudah mendarah daging" sambung Livy.


"Ah, Livy. Tadi aku dengar kamu mau berhenti jadi manager adik ipar, bagaimana kalau kamu jadi manager kakak ipar nya saja? Mau?" tanya Sabina yang membuat Livy mengernyit bingung.


"Maksudnya?" tanya Livy.


"Dua bulan lagi aku mau berhenti, Liv. Kamu bisa bekerja sama Zee sebagai managernya" sambung Kayla yang justru tampak senang dengan penawaran Zee pada Livy.


"Terus?" tanya Livy yang tampaknya masih bingung dengan tawaran tiba tiba Zee.


"Beneran, Zee?" tanya Livy antusias.


"Iya, mau?" tanya Zee dan Livy langsung mengangguk setuju, membuat Sabina menganga lebar dan langsung memelototi Livy.


"Livy, jangan kurang ajar kamu ya. Kamu itu belum dapat izin dari aku" seru Sabina marah.

__ADS_1


"Sudah, adik ipar. Jangan marah, nanti aku carikan manager yang sama kerasnya dan sama labilnya seperti kamu. Biar kalian cocok" kata Zee dengan tenangnya.


"Oh ya, Liv. Kalau soal gaji, kamu sabar saja dulu ya. Bayaranku tidak setinggi adik ipar sekarang, tapi kalau nanti aku sudah menikah sama Ken..." kata Zee penuh penekanan di akhir kalimat dan dengan sengaja ia melirik Sabina sambil melemparkan senyum sinisnya "Aku bisa menggaji kamu tiga kali lipat!" seru Zee dengan bangganya.


"Tuh kan, kamu cuma mau harta Ken! Dasar murahan ya" turun Sabina.


"Memang siapa yang tidak mau harta? Kalau sudah jadi istri, harta Ken ya harta ku. Rezeki itu tidak boleh di tolak" tukas Zee yang membuat Livy dan Kayla langsung tertawa geli. Sementara Sabina hanya bisa menggeram kesal bahkan ia hendak menarik rambut Zee yang mulai sedikit memanjang itu namun Livy dengan cepat mencegahnya.


"Jangan main fisik, Bi. Kamu tidak lihat semua orang sedang menonton drama konyol kita ini, eh?" tanya Livy tersenyum miring, Sabina pun langsung memperhatikan sekitarnya dan memang benar semua orang sedang memperhatikannya.


"Awas saja kalian nanti!"


...............


...Hai, semuanya. SkySal punya cerita baru yang berjudul After Darkness. Masih sepi tapi ceritanya seru kok, mampir juga ya. 😘...

__ADS_1


__ADS_2