
"Terima kasih ya...."
Cup
Mata Zee membulat sempurna saat Ken mendaratkan kecupan ringan di pipi Zee.
Zee menatap Ken dengan nafas yang tertahan, dada nya berdebar hebat dan bahkan seperti ada kupu kupu yang menari dalam perut nya.
"Kenapa terkejut begitu?" tanya Ken dengan polos nya yang melihat reaksi Zee.
"Ta_tadi kamu..." ucapan Zee terbata-bata, karena ia sungguh gugup sekarang.
__ADS_1
"Aku kecup kamu, Pacar. Kenapa?" tanya Ken lagi dan secara spontan Zee memegang pipi nya yang di kecup oleh Ken.
"Kenapa? Kenapa aku di cium?" tanya Zee lirih.
"Siapa yang mencium mu?" tanya Ken dengan dahi mengkerut.
"Kamu, tadi_baru saja kamu mencium ku" protes Zee.
"Aku tidak mencium mu, itu hanya kecupan" jawab Ken yang membuat Zee menganga.
"Apakah harus permisi dulu jika ingin mengecup pacar sendiri?" tanya Ken lagi dengan raut wajah yang sangat serius, pertanyaan Ken itu membuat Zee sungguh terperangah. Hari ini adalah hari yang sangat aneh bagi nya, dimana Ken berubah 180 derajat. Dengan segala sikap dan ucapan yang membuat jantung Zee seolah akan melompat dari tempat nya.
__ADS_1
"Ini benar benar tidak sehat untuk jantung ku, kenapa semuanya jadi seperti ini?"
"Lagi pula itu bukan ciuman, Pacar. Itu hanya kecupan" ucap Ken lagi yang membuat Zee menggeram.
"Memang apa beda nya kecupan dan ciuman, Kenzo? Sama saja, dan sebaiknya lain kali jangan main cium begitu saja. Aku bukan pacar kamu, aku akan cuma bercanda pada Sabina. Habis nya aku kesal pada nya" tutur Zee dengan wajah merengut mengingat tingkah Sabina yang selalu menyebalkan.
"Tapi sayang nya tidak ada kata 'canda' dalam hidup ku, Pacar" tukas Ken yang membuat Zee mendengus namun tak bisa ia pungkiri, ia juga senang. Karena ini sebagian dari mimpi nya. Memiliki pria pujaan hati nya "Dan ya, kamu fikir tidak ada perbedaan antara ciuman dan kecupan?" tanya Ken lagi dan Zee menggeleng, hingga tiba tiba Ken menarik tengkuk Zee dan menempelkan bibir nya di bibir Zee. Membuat kedua bola mata Zee langsung membulat sempurna dan seluruh tubuh nya langsung menegang. Apa lagi ketika bibir yang awal nya hanya di tempelkan itu kini mulai bergerak, mencecap, bahkan menggigit dengan gemas hingga Zee merintih lirih dan secara spontan ia membuka mulut nya. Ken tak menyia-nyiakan kesempatan baik itu, segera ia selipkan lidah nya di sela bibir ranum sang pacar membuat Zee langsung menutup mata. Tindakan Ken itu membuat Zee melambung tinggi, seluruh tubuh nya gemetar dan fikiran nya menjadi blank. Tangan Zee terangkat dan ia meremas lengan Ken, dimana sentuhan tangan mungil sang pacar itu justru seperti lonceng penyemangat Ken untuk meng-eksplor rongga mulut.
Kepala Ken bergerak ke kanan dan ke kiri, mencari titik ternikmat dari ciuman itu yang ternyata rasa nya begitu manis. Membuat Ken menggila, apa lagi ketika perlahan Zee tak hanya diam dan menerima. Kini ia pun bergerak dan membalas setiap sentuhan bibir dan lidah pacar dadakan nya itu.
Hingga Zee mulai merasa kehabisan oksigen, ia menepuk dada Ken dan dengan sangat terpaksa Ken melepaskan bibir nya yang seolah masih ingin menempel pada bibir Zee.
__ADS_1
Zee dan Ken membuka mata, tatapan kedua nya begitu sendu dan nafas kedua nya memburu. Ken mengusap bibir Zee yang basah dan bengkak menggunakan jempol nya.
"Itu lah yang nama nya ciuman, Pacar"